Bingkai

Bingkai

Lembayung Senja

entah berapa sering kulewati pagi.

Dan berapa kali purnama Sidi kutemui. Dan bila habis sudah bilangan detik ku sambangi. Maka sebenarnya kamu ratu dari nirwana itu

bila yang hanya sanggup menerjemahkan rindu adalah penantian.Maka tak ada yang bisa memisahkan arti rindu dan dirimu

Menyeregap perih luapan siksa batin anak manusia dari sosok seorang hawa yang sudah terlalu lama menghuni jiwa.Sukma yang hidup didalam raga tapi tidak di dalam nyata

Rupanya embun pun tak mau kalah darimu.Dirinya masih saja kutemui setia.Di kala pagi menawarkan surya

Tak pernah kulihat ia bosan Meski ditakdirkan semesta hanya untuk setia. hadir lantas dengan sekejap pergi tanpa pernah menghuni apalagi menjadi Tuan di kehidupanya sendiri

semua masih sama seperti saat pertama kali kita dipertemukan. Hingga pada satu kesimpulan Sukma ku bertasbih sebagai isyarat bahasa cintaku kepadamu dan kepadanya

Deru pesta jutaan sepi berlahan diam. masihkah pantas diriku kembali meminta untuk kau kumiliki

Apakah semua itu nadir

Apakah kita dua beda yang tak pernah di takdirkan semesta untuk bersama

Entahlah ! Meski mungkin semesta berhak menjadi panglima. Dan pengaminan nya adalah Raja bukan itu yang kumau

Tapi berbisiklah kendanti dalam lirih yang Tulus keluar hanya dari mata dan hatimu

8 Animator Asli Indonesia Yang Mendunia

(Foto : Istimewa)

Jatengku.com – Sudah sangat mengenal kan apa itu 7 huruf berlafalkan kata animasi? Ya, sebuah gambar atau ilustrasi yang diciptakan lalu kemudian dibuat seolah – olah sebagai wujud 2 dimensi dari manusia atau makhluk lainnya.

Sebenarnya kita sudah akrab dengan animasi baik yang 2 dimensi maupun yang 3 dimensi. Dan siapa sangka beberapa dari animasi yang sudah mendunia adalah buah karya yang dihasilkan dari beberapa keikutsertaan tangan kreatif dari anak bangsa.

Indonesia patut berbangga memiliki anak bangsa yang berpotensi menciptakan berbagai karya yang mampu dikenal dan dinikmati oleh seluruh manusia di belahan dunia. Dan berikut ini 8 Nama dan Film Animasi yang didalamnya ada tangan Anak Indonesia.

 

1. Marsha Chikita Fawzi,

(Foto : Istimewa)

Tentu Kalian suka dengan serial kartun khas Malaysia “Upin Ipin”, maka jangan kaget ketika Anda tahu bahwa animatornya adalah orang Indonesia. Marsha Chikita Fawzi yang merupakan anak dari seniman Ikang Fawzi dan Marissa Haque yang memang menyukai dunia animasi pernah menjadi anak magang di perusahaan Las’ Copaque Production. Perusahaan tersebutlah yang menjadi rumah produksi dari serial animasi Upin Ipin. Karena kinerja dan bakat yang luar biasa, sejak awal 2010 Marsha diangkat sebagai pegawai disana.

Namun kini ia kembali ke Indonesia dan berniat untuk mendirikan perusahaan animasi khas Indonesia. Dengan harapan bahwa Indonesia akan memiliki Intelectual Property (IP) yang menggambarkan Indonesia.

2. Michael Reynold Tagore

(Foto : Istimewa)

The Hobbit, The Avenger dan Iron Man 3 memang sebuah film animasi yang sangat menampilkan betapa detailnya para animator dalam membuat animasinya. Jika Anda merasa penasaran siapa pembuatnya, maka Michael Reynold Tagore adalah jawabannya. Pria yang bekerja di WETA Digital, Selandia Baru yang turut memproduksi film The Hobbit: AN Unexpected Journey dan Iron Man3. Michael adalah seorang texture artist dari film – film tersebut.

3. Rini Triyani Sugianto, animator jurnalis terkenal dunia

(Foto : Istimewa)

Pernah mendengar atau menyaksikan film The Adventur of Tintin? Jika ia maka kita patut berbangga karena salah satu tim yang terlibat dalam pembuatan film animasi tersebut adalah orang Indonesia. Rini yang menjadi lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, AS ini kini bekerja di sebuah perusahaan WETA digital di Selandia Baru.

Dari yang awalnya sangat mencintai karakter fiksi seorang jurnalis berjambul Tintin, ia turut serta dalam project pembuatan serial Tintin “The Adventur of Tintin: Secret of The Unicorn”. Bahkan ia juga masuk dalam tim proyek film animasi The Avengers dan Iron Man 3.

4. Andre Surya pendiri EnspireStudio

(Foto : Istimewa)

Salah satu anak negeri yang turut menyumbang kebanggaan bagi Indonesia adalah Andre Surya. Seorang Digital Artist Indonesia pertama yang kini menjadi bagian dari tim digital perusahaan efek terbesar di dunia, yaitu Industrial Light and Magic (ILM) LucasFilm cabang Singapura. Setelah sukses selama 10 tahun di kancah global, kini Andre Surya tengah disibukkan dengan pembangunan dan pengembangan perusahaannya sendiri yaitu Studio EnspireStudio.

Bahkan jika Anda pernah menonton beberapa film animasi berikut, Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, Dan Transformers: Ravenge of the Fallen, maka itulah salah satu bukti keterlibatan tangan dingin dari Andre Surya.

5. Christiawan Lie, pendiri Caravan Studio

(Foto : Istimewa)

Lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di jurusan Sequential Art(komik) di Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat membawa Chris Lie menjadi salah satu dari kesuksesan film animasi besar dunia. Sebut saja Transformers 3, GI Joe, Spidermen 4 Starwars dan Lord of the Rings. Kecintaannya pada animasi kelas dunia tidak membawa pria berusia 40 tahun ini meninggalkan Indonesia. Bahkan kini ia telah mendirikan Caravan Studio di Indonesia.

Bukan hanya animator, Chris Lie juga dikenal sebagai seorang komikus hebat. Salah satu pembuktiannya di bidang komik adalah ketika karyanya terpilih dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Ia jualah yang membuat komik Baratayuda dan berhasil meraih penghargaan sebagai cerita dan komik anak terbaik tahun 2011 di Anugerah Komik Indonesia.

6. Griselda Sastrawinata, animator Kungfu Panda asal Indonesia

Buat Anda yang suka dengan film Shrek, Kungfu Panda, Madagascar dan Monster Aliens Inc, maka Griselda ada dalam salah satu anggota tim yang menggarap film terkenal itu. Wanita berusia 32 tahun ini merupakan lulusan Art Center College of Design (ACCD) di Pasadena, California AS. Bergelar Bachelor Fine Art membawanya menjadi salah satu karyawan di studio animasi Dreamworks Studi. Bukan hanya menjadi seorang animator, ia juga mengajar Ilmu Komunikasi Visual di kampus almamaternya.

7. Ridwan Chandra

(Foto : Istimewa)

Tahukan Anda jika film Star Wars adalah serial televisi yang melibatkan orang Indonesia. Ridwan Chandra, seorang CG Artist asal Indonesia merupakan animator Indonesia yang ikut membuat film Star Wars Clone Wars. Kini ia menjadi salah satu karyawan di perusahaan animasi terbesar dunia, yaitu LucasArts milik George Lucas.

8. Pamela Halomoan, gadis 19 tahun sang animator terkenal

(Foto : Istimewa)

Wanita cantik ini ternyata adalah seorang animator terkenal. Karyanya sudah dinikmati di beberapa negara, seperti Singapura, Amerika, Ingrris dan Turki. Salah satu karakter terkenal yang pernah ia buat adalah Wolly. Wolly adalah sebuah karakter buatannya yang digambarkan dengan muka seekor babi dengan mata setengah terbuka dan diikuti bentuk badan penggabungan dari beberapa hewan.

Sangat mebangakan kan melihat Treck Record Para Anak Indonesia di Kancah Perhelatan Animasi Dunia, ternyata Film yang selama kita tonton dan kagumi itu melibatkan anak Indonesia dalam pengarapanya.

Satu prestasi yang luar biasa bagi negara kita kalo menilisik meraka para Pahlawan Digital kita. Bukan hanya terbukti dalam banyak aspek 8 nama diatas adalah bukti nyata bahwa Indonesia tidak bisa diangagap sebelah mata tak terkecuali dalam dunia digital dan Teknologi

Nama nama diatas adalah hanya segelumit kisah dari sekian banyak Anak anak yang mengharumkan Indonesia di mata dunia. Jika kalian masih merasa minder menjadi Anak indonesia jangan salahkan jika bukan hanya Batik yang akan direbut bangsa lain. Karena sama halnya dengam budaya adat istiadat prestasi anak Indonesia tak kan pernah nampak di dunai tanpa kalian berusaha melihatkanya.!!!

Cayooo Indonesia [Dk/Nkh]

Sudut Kota

Pernah aku bersuka cita pada satu purnama

Bersua dengan waktu. Dan menghabiskan senja tanpa sedikitpun detik aku biarkan berlalu. Pernah juga aku menjemput pagi dengan tanpa harapan.

Karena lengkap sudah asa yang saat itu memenuhi anggan

Melepaskan pagi dan tanpa cemas merenggut senja. Membunuh waktu tiap kali rapuhnya keraguan datang

Hingar bingar lampu kota meneropong arloji

Sudut lampu hijau persimpangan jantung kota dimana peradaban manusia tercipta. Interaksi anak manusia yang memadati jalan

Dari hanya sekedar bercengkrama bahkan tak jarang tercipta gagasan hidup di dalam diri anak manusia

Tentang sebuah tempat dimana banyak cerita tercipta. Meski sedikit dari mereka yang melewati kemudian memahami

Sebuah ruang diantara bumi dan manusia. Tempat dimana mereka menginjak kaki. Tempat yang sesuguhnya mereka lewati untuk zaman yang sebenarnya akan membawa mereka pergi

Ada ribuan cerita terrekam

Dari pertemuan dan perpisahan

di suatu tempat yang sama

Tentang sebuah pandangan yang diam-diam di simpan

Tempat yang hingar bingar

Tapi juga merenggut sepi dan menggerogoti jiwa

Kata yang tak pernah terucap dan

Sebuah rindu yang tak pernah bertuan

Ingin rasanya aku peluk sesal dan takan ku lapaskan

Setiap ingatan itu datang

Sebuah dekapan pilu

Yang membawamu pergi dan takan pernah kembali

Terlampau sering aku coba manampiknya

Dan manampar kasar imajinasiku

Upaya yang selalu aku lakukan untuk menelan ikhlas segala bentuk bayangan dirimu

Hanya saja, sepertinya Percuma sebuah kata sederhana

Yang menjawab harapan besar dari  jantung kota tempat kini aku berdiri

Kubasuh masa untuk sebuah nama

Raga yang tuhan cipta dengan sempurna

dan semoga pekan ingatan tidak lagi tuhan rawat tentang dirimu

Karena aku yakin kau sudah bahagia dengan dirimu dan keputusanmu

~Oleh : Dk.Nukhan~

Diantara Jingga dan Jingga, Suara itu Terus Diserukan

*Ilustrasi

BATANG, Jatengku.com – Ratusan nelayan dengan lebih dari 100 perahu meliburkan diri dari aktifitas melaut dan memilih bergabung bersama aktivis koalisi melakukan aksi di laut. Mereka berkumpul untuk menolak mega proyek kotor nan jahat yang terus berlangsung, Jumat (31/3/2017).

Sebanyak 12 aktivis yang didominasi oleh perempuan memanjat pilling barges pada konstruksi PLTU Batubara Batang dan membentangkan banner bertuliskan  “End Coal” tepat setelah subuh Kamis kemarin.

Dalam semburat jingga, terbentangnya banner seluas 15 x 20 m itu menggerakkan hampir seluruh warga dukuh Roban. Usai jamaah sholat subuh berakhir, sang imam masjid, Dul Hakim, bergerilya mengetuk satu per satu rumah warga, mengajak setiap pemilik kapal berangkat ke laut.

Bukan untuk ‘miyang’ (melaut) seperti biasa, melainkan untuk membersamai keduabelas aktivis menyuarakan sebuah tuntutan, yang juga merupakan tuntutan mereka, yang telah bertahun-tahun diserukan tanpa ragu dan juga tanpa jeda.

“Kita akan selalu menunjukkan sikap menolak kita. Siapa pun yang mengatakan di Batang sudah tidak ada penolakan itu adalah BOHONG, karena sampai kapan pun kita akan menolak. Sekali pun presiden yang mengatakan, itu tidak benar. Karena sampai kapan pun kita akan memperjuangkan”, tegas Dul Hakim.

Tidak hanya dia relawan Solidaritas untuk Keadilan Warga Batang (SKWB) Aulan Putri juga menyerukan hal yang sama, “potensi kerusakan yang dibawa oleh bakal PLTU batubara ini sangat besar, dari kerusakan lingkungan yang sudah jadi konsekuensi logis penggunaan batubara, rusaknya tatanan sosial dan budaya masyarakat yang tak terelakkan, juga berbagai macam pelanggaran yang terjadi sejak sebelum ground breaking hingga saat ini. Untuk itu kami, SKWB dan masyarakat, berkomitmen untuk selalu memperjuangkan apa yang telah ada disini, memperjuangkan apa yang memang menjadi hak warga”. Papar dia

Belum genap matahari terbit, Dul Hakim dan kakak kandungnya yang sama-sama nelayan, Rokiban, menyusur tiap sudut dukuh, melewati sela-sela rumah yang gelap dan becek, menyampaikan kabar dan seruan aksi ke setiap rumah, membaginya menjadi dua wilayah besar, utara dan selatan.

Belum sempurna terang hari itu, Sukemi, ketua Karangtaruna dukuh Roban Timur dengan raut mengantuknya sigap menggerakkan seluruh pemuda dukuh untuk turut serta gotong royong memberangkatkan perahu-perahu nelayan yang ‘kandas’ karena air belum cukup tinggi pagi itu. Satu per satu perahu yang terjebak di lumpur pasir didorong ke bagian tengah muara.satu per satu perahu meninggalkan sandaran. Muara tampak lengang. Kini giliran ibu-ibu nelayan yang tampak sibuk. Lepas mengantar suami dan anaknya melaut, mereka kembali ke rumah.

Memasak, membungkus nasi dan lauk pauk dalam porsi  yang lebih besar dari biasanya. Ada juga yang merasa tak sempat masak, lalu membeli berbagai penganan di pasar, membuat kopi dalam teko besar, menyelipkan sebungkus rokok, dan menyiapkan sebotol besar air putih.

Sudah tengah hari, belum ada respon berarti dari perusahaan. Ibu-ibu yang sudah menyiapkan perbekalan berkumpul, kemudian berangkat menyusul ke laut dengan perahu yang pagi tadi gagal disiasati. Air sudah cukup tinggi siang itu, tanpa halangan perahu melenggang keluar muara.

Mengantarkan satu per satu perbekalan dan istri nelayan yang penuh harap dan cemas ke tiap-tiap perahu. Semua makan dengan rahat di gelombang yang cukup ramah musim ini. Beberapa nelayan membagi bekal mereka ke perahu-perahu yang tak mendapat hantaran.

Nasi bungkus, kerupuk, es lilin, jajanan, juga botol-botol minum meluncur dari satu perahu ke perahu lain. Tidak ada respon. Mengulum kecewa tiap perahu mulai berkemas tepat saat langit kembali jadi jingga.

Kdedua belas aktivis pun turun, melipat kembali bannernya. Pak Dul Hakim percaya, sudah menjadi tugas manusia untuk berusaha dan berjuang. Pun merupakan hak mereka untuk melawan penindasan.

Adalah hak mereka untuk terus bersuara. Meskipun hasil belum dirasa. Setali tiga uang, sudah menjadi kewajiban pemerintah dan perusahaan untuk mendengar mereka. Meskipun tak ada respon berarti yang keluar.(*)

Peringatan Hari Lahir Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman lahir pada 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007).

Lomba Disain Batik Semarangan

Ikutilah Lomba Desain Batik Semarangan dengan hadiah Puluhan Juta Rupiah. Segera daftarkan diri Anda ke :

http://batik.measemarangcity.com/id/daftar

Surat Untuk Nyonya

Surat Untuk Nyonya

Tak Sepadan

*Istimewa

Tak Sepadan

Aku kira:

Beginilah nanti jadinya

Guratan waktu

Guratan waktu

Aku berdiri diatas ratusan nafas

Merasakan sebuah hembusan

dan belajar pahami arti angin

Aku berdiri diatas ribuan langkah

Merasan sebuah perjalanan

Dan belajar pahami arti pencapain

Aku berdiri diatas Gejolak

Merasan sebuah getaran

Dan belajar pahami perasaan

aku belajar diatas ribuan senyuman

Merasakan sebuah tawa

Dan belajar pahami sebuah kata sirna

Aku belajar diatas jutaan tatapan

Merasakan sebuah pandangan

Dan belajar pahami arti air mata

Kunang-Kunang Dalam Bayang

Kunang-Kunang dalam Bayang

Mata ini kembali bersinar dan lagi untuk terbuka. sebuah harapan bangun dari kehangatan buai sinar mentari. Sang awan terasi langit. Dan dita fajar pagi berbinar binar di selal sela rimbunya dedaunan

PRAKIRAAN CUACA

Semarang
scattered clouds
27.9 ° C
27.9 °
27.9 °
79%
2.3kmh
36%
Kam
29 °
Jum
30 °
Sab
31 °
Ming
31 °
Sen
31 °

BERITA TERBARU