Life Style

Life Style

Tamu Undagan Mulai Memadati, Acara Nikah Raisa dan Hamish Daud

JAKARTA, Jatengku.com – Raisa dan Hamish Daud akan resmi menjadi sepasang suami-istri. Rencananya akan melangsungkan akad nikah pada hari ini. Grand Ballroom Ayana Midplaza, Jakarta Pusat. Minggu(3/9/2017)

Awak media yang turut meliput pernikahan dua sejoli Raisa – Hamish Daud pun tidak diizinkan memotret maupun melihatnya langsung. Wartawan diarahkan untuk menunggu di ruangan khusus dan panitia tidak menyediakan LCD maupun monitor.

tamu-tamu mulai berdatangan sejak sebelum pukul 09.00 pagi. Prosesi sakral akad nikah sendiri digelar secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dekat serta sanak saudara.

menurut informasi jika sesuai jadwal acara akad nikah Raisa – Hamish Daud berlangsung pukul 09.00 dan resepsi nikah pukul 18.30 nanti malam. (*)

Warga Jitengan Gelar Peringatan Kemerdekaan, “72 Th Indonesia Kerja Bersama”

Kadus desa Karangjoho, Sumanto A.R sedang memberikan hadiah untuk pemenang lomba yang diselenggarakan pumuda-pemudi Karangjoho.

KLATEN, Jatengku.com – Warga dukuh Jitengan desa Karangjoho kecamatan Karangdowo menggelar hajatan untuk peringati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Klaten, Minggu (20/8/2017).

Acara tasyakuran untuk memeriahkan kemerdekaan sudah menjadi tradisi rutin bagi masyarakat Indonesia tak terkecuali bagi masyarakat desa Karangjoho.

Pendaki Kecil Khansa Syahlaa, Berhasil Taklukan Gunung Jaya Wijaya Papua

Jatengku.com – (20/7) Khansa Syahlaa (11), Anak perempuan yang baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 6 sangat membanggakan

Gadis muda kelahiran Jakarta, 16 Maret 2006 ini berhasil menaklukkan puncak Cartensz Pyramid di ketinggian 4.884 mdpl

Hebatnya, Khansa jadi pendaki termuda dari seluruh dunia yang pernah menginjakkan kaki di gunung tertinggi di Indonesia tersebut.

Pegunungan Cartensz yang berada di wilayah Puncak Jaya, Papua itu berhasil ditaklukkan Khansa pada Sabtu (15/7)

Prihal bakat yang dimiliki Khansa, kabarnya mengalir dari darah sang ayah, Aulia Ibnu Sina, yang juga seorang pendaki gunung.

Ternyata, sebelum mendaki ke pegunungan Cartenz yang merupakan satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia (seven summit) tersebut, Khansa telah menaiki enam gunung tertinggi lainnya yang ada di Indonesia.

Khansa ketika menaiki tebing curam demi menggapai puncak Gunung Semeru, Gunung Latimojong, Gunung Kerinci, Gunung Binaiya, Gunung Rinjani, dan Gunung Bukit Raya jadi ajang latihan Khansa untuk menaklukkan Cartensz. (*)

3 Pendaki Pejuang Alam Nekat Jalankan Misi Ekspedisi 100 Hari di Gunung Merbabu 

SEMARANG, Jatengku.com – Kendati miskin publikasi, tim ekspedisi 100 hari di puncak gunung Merbabu yang terdiri atas Raka Metta Wantoro , Bayu Ramadhon dan Dani Adi Kusuma, Kamis (20/7) siang secara resmi meninggalkan Base Camp Thekelan (BCT), Batur, Getasan, Kabupaten Semarang untuk memulai tugas mulianya

Dengan dikawal empat pendaki asal Kota Salatiga, tim ekspedisi pk 11.30 di BCT sempat mendokumentasikan berbagai persiapannya. Hingga waktu yang sudah ditetapkan, rombongan berjumalh tujuh orang dilepas oleh puluhan personil Komunitas Peduli Putra Syarif (Komppas) selaku penanggung jawab base camp.

“Untuk tim pendamping, mereka hanya melakukan pengawalan beberapa hari saja,” kata Raka Metta Wantoro selaku koordinator ekspedisi.

Setelah menggelar doa bersama, para pendaki yang memang telah kenyang pengalaman itu segera meninggalkan BCT sembari memanggul beban masing-masing sekitar 20 kilogram. Peralatan pendakian seperti tenda dome, alat masak, logistik, hingga keperluan pribadi lainnya dibawa menggunakan tas punggung besar (carrier). Kebetulan, cuaca siang tadi lumayan ramah sehingga jarak tempuh menuju puncak ditengarai relatif lancar.

Seperti diketahui, tiga orang pendaki asal Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Gunung Kidul, DIY, telah menggelar kegiatan di puncak gunung Merbabu yang diberi label Ekspedisi dan Sosialisasi 100 Kentheng Songo Puncak Merbabu. Nantinya, di atas ketinggian 3.142 mereka akan melakukan restorasi dan konservasi selama 100 hari penuh.

“Aktivitas mereka meliputi restorasi (pengumpulan batu Kentheng Songo), upacara dua hari nasional, konservasi berbagai jenis tanaman, konservasi beragam binatang, konservasi jalur pendakian, perbaikan sanitasi air, pembenahan tanda penunjuk arah hingga sosialisasi terhadap para pendaki agar tak membuang sampah sembarangan, menebang pohon, teknik resque dan etika pendakian,” kata Ketua Komppas, Bento yang mengaku akan selalu memantau perkembangan tiga personil tersebut.

Untuk menuju puncak gunung Merbabu, seorang pendaki yang melalui BCT membutuhkan waktu 8- 12 jam perjalanan. Bila stamina bagus dan cuaca cerah, maka biasanya pendakian makan waktu 8 jam. Namun, semisal terjadi hujan, bisa dipastikan molor hingga 12 jam bahkan kadang lebih. Repotnya lagi, beberapa jalur bahaya harus dilalui untuk mempersingkat jarak tempuh.

 

Minim Dukungan Logistik

Sekedar diketahui, untuk menuju puncak gunung Merbabu, seorang pendaki yang memanfaatkan pintu masuk BCT harus memulai menuju  pos Pending. Hingga tiba di cerukan batu besar yang diberi nama  Watu Gubug. Setelah melewati pos pemancar, maka stamina benar-benar bakal teruji. Selanjutnya, sebelum tiba di puncak, maka pendaki wajib menyeberangi jembatan setan hingga akhirnya sampai di Kentheng Songo.

Hingga berada di puncak, meski mata disuguhi pemandangan alam yang teramat sangat mempesona, namun, di saat cuaca yang tak menentu ini, oksigen bakal sangat tipis. Begitu pun suhu udara di malam hari, terkadang bisa mencapai 14 derajat celcius. ” Tentunya hal- hal seperti itu sudah diantisipasi oleh kalangan pendaki kawakan,” ungkap salah satu pendaki di BCT.

Dari tiga personil tim Ekspedisi dan Sosialisasi 100 Kentheng Songo Puncak Merbabu sendiri, semuanya sudah kenyang melakukan berbagai pendakian di berbagai gunung. Bahkan, Raka Metta Wantoro selaku koordinator layak disebut sebagai orang gunung. Sebab, sejak tahun 2.000-an, dirinya dalam sepekan bisa naik ke puncak Merbabu bisa 3-4 kali. Artinya, nyaris semua sudut gunung sarat misteri tersebut benar-benar dikuasainya.

Berdasarkan pengamatan, ekspedisi mulia yang akan berakhir tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, para personil sepertinya hanya membawa perbekalan makanan untuk seminggu. Selebihnya, ada dua opsi, mereka turun ke BCT untuk mengambil logistik atau ada pendaki lain yang mengirimnya. Diharapkan, para pendaki di luar tim yang bakal naik, mau membantu membawa bahan makanan. Sebab, kalau personil tim yang menjemput ke BCT, maka membuang waktu serta tenaga.

Karena memang minim sponsor, maka pihak Komppas selaku pengelola BCT secara terang- terangan berharap kepada siapa pun untuk ikut peduli atas gerakan pelestarian alam gunung Merbabu ini.

“Yang mau membantu logistik, bisa diserahkan ke BCT. Nantinya kami yang akan mengirimnya ke puncak,” Tukas Bento.

Berdasarkan keterangan, satu- satunya support yang sudah menggelar aksi adalah kalangan pendaki sendiri. Mereka mencetak kaos yang dijual secara bebas dan keuntungan seluruhnya diserahkan untuk mendukung  Ekspedisi dan Sosialisasi 100 Kentheng Songo Puncak Merbabu. Kaos- kaos tersebut dilabeli harga Rp 85.000- Rp 90.000, tergantung ukuran. “Keuntungan perpotong mencapai Rp 30-an ribu, semuanya kami serahkan pada tim ekspedisi,” kata Dedi, pemrakarsa pembuatan kaos.

Seperti galibnya para pendaki yang mempunyai mental baja,  minimnya dukungan tak membuat surut niat mereka. Terbukti, siang tadi seluruh personil sudah memulai aktivitas pendakian. Selamat berjuang para pejuang lingkungan, kiranya seluruh rakyat di Republik ini mendukung kegiatan mulia kalian. Jaga diri jaga hati dan kembali dengan selamat, semoga misi mulia mereka sukses adanya. Salam lestari !.

 

 

 

Sumber: Kompasiana

Vokalis Linkin Park, Chester Bennington Meninggal Dunia

Jatengku.com – Vokalis Band ;Linkin Park, Chester Bennington dilaporkan meninggal dunia , Jumat (21/7/2017).

Tayang Hari ini , inilah Review Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

JAKARTA, Jatengku.com – Filosofi Kopi 2: Ben & Jody akan mulai Tayang dan beredar di seluruh bioskop di indonesia hari ini, Kamis (13/7/2017).

Para pemain yang terlibat dalam Filosofi Kopi 2 adalah Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya, Nadine Alexandra, Ernest  Prakasa, Tio Pakusadewo, Joko Anwar, Whani Darmawan, dan lainnya

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody mengisahkan lanjutan perjalanan dua sahabat, Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) untuk menghidupkan kembali kedai Filosofi Kopi.

Para pencinta film akan dihibur dengan kisah persahabatan dalam perjalanan memperkenalkan kopi terbaik ke penjuru Indonesia. Menariknya, bakal ada konflik yang cukup hebat dalam Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Di mana petualangan seru Ben dan Jody bersama Kombi Filosofi Kopi menemui jalan buntu hingga harus balik ke Jakarta. Termasuk bertemu dengan dua karakter baru.

Semua cerita dan tampilan Filosofi Kopi 2 dikemas sebaik mungkin oleh Angga Dwimas Sasongko. Sebagai sutradara, dia menampilkan sinematografi yang indah dari awal hingga penghujung film. Ditambah dengan keindahan-keindahan lokasi syuting, seperti di Bali, Yogyakarta, Jakarta, sampai Toraja bakal ada pada sepanjang film. (*)

Pesona Letupan Bledug Kuwu Purwodadi dan Legenda Jaka Linglung

PURWODADI, Jatengku.com – Tertarik dengan legenda asal usul Bledug Kuwu salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kali ini saya pun singgah untuk menyusuri keunikan tempat tersebut. Perjalanan saya cukup melelahkan karena cuaca yang terik siang itu.

Namun terbayar ketika sampai lokasi dan dipintu masuk Bledug Kuwu disambut ramah penjaga loket masuk yang menyodorkan tiket masuk tertera nominal Rp. 3000,-.

Beberapa orang penjual jasa payung menawarkan jasa, saya bergeming mengamati sekeliling untuk melihat letupan-letupan lumpur yang terlihat dari kejauhan. Seorang warga lokal mendekati rombongan saya bersiap menjadi guide dengan bayaran seikhlasnya.

Untuk menuju ke tengah hamparan lumpur membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjebak masuk ke dalam lumpur. Disaat itulah ada wisatawan yang berteriak ternyata kakinya terjebak masuk lumpur. Ngeri juga melihatnya!. Meski lumpur di area Bledug Kuwu tidak panas hanya saja kalau terjebak masuk ke lumpur pakaian jadi kotor.

Selama di lokasi, pandangan saya fokus ke arah letupan lumpur bercampur garam halus yang keluar dari dalam tanah secara terus-terusan dengan jangka waktu kurang lebih 2-3 menit dengan lokasi letupan yang berpindah-pindah. Bledug Kuwu memang berupa kawah lumpur atau dalam bahasa ilmiahnya “mud volcano”. Hmmm.

Saya termasuk tidak beruntung berkunjung dimusim panas ini, karena letupan lumpur hanya kecil-kecil.

Berada di tengah hamparan lumpur saya jadi membayangkan asal usul Bledug Kuwu yang menurut legenda dari cerita rakyat secara turun menurun Bledug Kuwu itu terbentuk karena adanya lubang besar yang menghubungkan antara bledug itu sendiri dengan laut Selatan. Konon lubang itu terbentuk dari jalan pulangnya ular besar yang bernama Jaka Linglung dari laut Selatan ke Medang Kamulan,

setelah berkelahi dengan Prabu Dewata Cengkar. Dalam perjalan pulang ke Medang Kamulan Joko Linglung menjelma menjadi ular yang besar sehingga terbentuklah lubang. Ini juga sebagai persyaratan agar di akui sebagai anak oleh Raden Ajisaka.

Entah benar atau tidak legenda yang ada namun fenomena langka di Bledug Kuwu cukup menarik untuk ditelisik. Karena saya juga melihat banyak warga yang menjual garam yang dihasilkan dari letupan lumpur. Demikian juga terdapat belerang yang dipercaya untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Sayang memang di lokasi wisata ini, tidak ada oleh-oleh khas warga, namun wisatawan dapat membeli garam ataupun bubuk belerang yang dikemas dalam botol yang banyak dijual warga. Bagi wisatawan yang ingin menikmati letupan lumpur yang lebih besar sebaiknya datang pada saat musim hujan.

 

 

(Traveller : Sutini/Travelklik)

Petya, Varian Ransomware Baru jadi Ancaman Siber Dunia hari ini

SEMARANG, Jatengku.com – Hari ini dunia sedang digemparkan dengan munculnya malware Petya. Sebuah ransomware varian baru yang dikabarkan tengah mengacak-acak sistem keamanan komputer di Eropa, Rusia, Amerika dan Ukraina.

Menurut catatan SophosLab, Petya ini merupakan serangan wabah siber baru yang tengah mengancam sistem keamanan. Dan mereka menyebut malware jenis ini dengan istilah PetrWrap, GoldenEye atau EternalBlue.

“SophosLabs telah menetapkan bahwa varian baru dari petya ransomware (juga dikenal sebagai GoldenEye) berada di balik wabah online besar-besaran yang tersebar di Eropa, Rusia, Ukraina dan tempat lain hari ini. Yang lainnya di industri keamanan menyebutnya PetrWrap,” tulis SophosLab dalam situs website resmi mereka.

Serangan ini ada kesamaan dengan ransomwareWannaCry yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat heboh dunia. Hanya saja perbedaan dari dua jenis ransomware ini adalah pada media serangannya. Jika WannaCry penyebarannya menggunakan akses jaringan internet, sementara Petya hanya melalui jaringan komputer lokal saja.

“Petya juga mencoba menyebar secara internal dengan cara melanggar password admin dan menginfeksi PC lain di jaringan menggunakan alat admin jarak jauh. Ini juga bisa menyebar secara internal dengan menginfeksi jaringan di komputer lain,” tukasnya.

Kesamaan yang dilakukan oleh penjahat siber di balik serangan tersebut adalah tebusan sejumlah uang, agar serangan dapat dilepaskan dari komputer korban. Walaupun menggunakan akses komputer lokal, namun Petya akan dikendalikan melalui komputer lain di tempat yang sangat jauh dari target kuncinya.

“Hal itu dilakukan dengan menjalankan kode mencuri kredensial untuk memecahkan sandi akun pengguna dan menyebarkan uang tebusan. Untuk menginfeksi komputer jarak jauh, komputer tersebut dilengkapi dengan alat admin jarak jauh yang sah yang disebut PsExec dari sysInternals Microsoft suite,” sambungnya. (mib)

Sepenggal Bangunan Megah Bersejarah di Tengah Kota Semarang

(Kemegahan Gedung Lawang Sewu di Malam Hari. Foto : Nukhan Dzu/Jatengku.com)

Semarang, Jatengku.com – Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang

Seiring berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.

NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili diAmsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang.

Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Nama Lawang Sewu berasal dari bangunan itu yang memiliki Seribu pintu. meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai (Lawang) Atau dalam bahasa indonesia pintu

Bangunan kuno berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian PerhubunganJawa Tengah.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945).

Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarangdengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

[Nkh]

Festival Hening dari Bali Blues Untuk Kampung Melayu

(Istimewa)

Nusa Dua ‐ Jatengku.com, grup North Bali Cross Road membuka resmi acara Bali Blues Festival 2017 acara yang digelar dua hari di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Jumat (26/5) sampai besok, Sabtu (27/5)

Di hari pertama turut dimeriahkan sejumlah musisi papan atas, seperti Gugun Blues Shelter yang menjadi penampil pemungkas, sebelumnya turut ada kolaborasi antara musisi asal Bali Balawan dengan Gilang Ramadhan, kemudian Bali Guitar Club, Dialog Dini Hari, Ika & The Soulbrothers, Raw Earth (Singapore), serta Ronald Gang.

Dan untuk gelaran hari kedua besok, Sabtu (27/5), BBF 2017 akan menyuguhkan penampilan dari Krakatau Reunion, The Six Strings, Crazy Horse, Sound of Mine bersama Rio Sidik, The Bodhi, dan lainnya

Acara tahunan yang digelar sejak 2015 ini merupakan hasil kerjasama Pregina Art and Showbiz dengan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) Nusa Dua demi mempromosikan pariwisata Indonesia

“Bali Blues Festival merupakan salah satu atraksi di Pulau Peninsula untuk meningkatkan minat wisatawan ke Nusa Dua, kami berharap ini dampaknya tidak hanya secara langsung dari mereka yang datang, tapi efek tidak langsung, setelahnya acara ini jadi lebih dikenal menjadi sebuah branding,” papar Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gede Pitana

Tri Utami, vokalis grup legendaris Krakatau pun diminta untuk memimpin doa dari atas panggung bersama Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gede Pitana dan jajaran penyelenggara acara untuk mengheningkan sejenak bagi korban tragedi Bom Kampung Melayu

“Berkumpul di tanah indah ini, tanpa melupakan apa yang terjadi. Mari sudahi semua, cukup sudah perdebatkan perbedaan, berkelahi. Mari pikirkan kesamaan dan kebersamaan, kita sudah ada di sini tak perlu tanya datang dari mana, anak siapa, agamanya apa,” tegas Tri Utami.

Dia menambahkan, bahwa acara ini sebagai perayaan akan kesyukuran hidup di Indonesia, bersyukur dengan kebhinekaan. Dirinya mengajak audiense merenung sejenak,dan berharap tragedi lalu menjadi terakhir kalinya kita disakiti dan dibenci (*)

PRAKIRAAN CUACA

Semarang
scattered clouds
27.9 ° C
27.9 °
27.9 °
79%
2.3kmh
36%
Kam
29 °
Jum
30 °
Sab
31 °
Ming
31 °
Sen
31 °

BERITA TERBARU