Life Style

Life Style

Tahun Depan Liquid Vape Bakal Kena Cukai 

JAKARTA, Jatengku.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pada Juli 2018 mendatang akan mengenakan cukai rokok elektrik seperti vape dan lainnya.Besaran cukainya yakni 57 persen dari harga jual eceran. Itu artinya, pecinta rokok elektrik harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk terus bisa menikmati vape.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi memaparakan cukai rokok elektrik ini dikenakan kepada cairan atau likuid perasa dari vape atau rokok elektrik lainnya. “Tarif cukai 57 persen rokok elektrik pada 1 Juli 2018, vape atau e-sigaret,” Tukas Heru di Kementerian Keuangan, Jakarta (2/11)

Heru menjelaskan, alasan pihaknya mengenakan cukai pada cairan dari rokok eletrik tersebut. Pasalnya, masih terdapat tembakau dari essence yang digunakan dalam cairan itu. “Sehingga tentunya ini objek dari UU cukai yang konsumsinya masih harus ada pembatasan dikenakan cukai, semua hasil tembakau adalah objek daripada cukai yang untuk pertama kalinya 57 persen,” Ujarnya

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana akan mengenakan cukai terhadap rokok elektrik impor. Itu artinya, alat dan juga isi dari rokok elektrik impor akan dikenakan cukai. “Dalam hal vape e-sigaret diproduksi di dalam negeri, lokal dan impor, impor kena bea masuk, bagi produk e-sigaret dari impor kena bea masuk dan cukai, kalau ada yang lokal mau produksi kena cukai saja 57 persen dari harga jual eceran. Jadi ada dua, alatnya dan isinya,” Pungkasnya. (*)

Merasa di Intimidasi, Ahmad Ridho Laporkan RSJD Amino Gondohutomo Semarang

DEMAK, Jatengku.com – berikhtiar untuk sembuh, pemuda asal sayung Demak ini malah jadi korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum RSJD Amino Gondohutomo Semarang. Demak, Rabu, (1/11/2017)

ahmad Ridho (28) menjadi korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai RSJD Amino Gondohutomo Semarang, menurut Kasdi(58) tetangga yang mengantarkan Ridho, kisah ini bermula ketika Ridho dalam seminggu ini sering murung, kemudian keluarga berinisiatif membawa ke RSJD selasa 24 Oktober 2017 sekitar jam 14.30,

sesampainya disana karena ada salah satu berkas yang kurang kemudian Kasdi memaksa untuk segera di rawat saja dulu karena sifatnya emergency, untuk berkas yang kurang nanti akan di susulkan kemudian, kemudian dari pihak RSJD juga menyampaikan bahwa pasien atau Ridho baru boleh dibezoek minimal 2 minggu atau satu bulan berikutnya,

pihak RSJD menyampaikan kalau langsung di bezoek nanti si pasien malah langsung ngajak pulang, dikarenakan merasa iba dan kasihan kemudian rabu siang, tanggal 25 Oktober 2017, Mujiono bersama keluarga yang lain membezoek korban, tapi alangkah kagetnya keluarga mendapati Ridho dalam keadaan di ikat dan sekujur wajahnya penuh dengan lebam, kemudian dari keluarga juga meminta klarifikasi dari rumah sakit, didapat keterangan bahwa Ridho kejedug tembok dan tempat tidur rumah sakit,

karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan,  akhirnya mujiono mohon izin pamit pulang, dan setelah sampai dirumah kemudian mujiono berembug dengan keluarga besarnya tentang kondisi Ridho yang dilihatnya tadi siang, akhirnya disepakati bahwa Ridho besok harus segera pulang.

Kemudian hari kamis, tanggal 26 Oktober 2017 akhirnya keluarga Ridho memaksa untuk pulang dan diizinkan RSJD Amino Gondhohutomo Semarang.

Di tengah tengah perjalanan pulang, Ridho bercerita bahwa dia ketika di RSJD itu mengaku dipukuli oleh orang orang yang mamakai seragam dan yang di duga oknum atau pegawai RSJD, mendengar cerita itu kemudian keluarga geram dan pada hari itu juga langsung melakukan visum et repertum di RSI Sultan Agung Semarang.

Dan hari jum’atnya langsung mengadukan persoalan ini ke Polsek Pedurungan dan Polrestabes Semarang, akan tetapi tidak direspon baik oleh penjaga piket pada waktu itu, dengan dalih tidak ada bukti atau saksi yang melihat langsung kejadian itu, yang kemudian mereka kembali pulang.

Anwar Sadad Pengabdi Bantuan Hukum Demak Raya yang hari ini ke rumah Ridho menyampaikan sebebarnya sejak minggu kemarin pihaknya menerima pengaduan oleh warga ini, akan tetapi karena kesibukan lembaga baru kali ini kita bisa menindaklanjutinya.

Menurutnya seharusnya rumah sakit juga bertanggung jawab dalam hal ini, terlepas siapapun pelakunya entah itu sesama pasien atau apalagi diduga oknum pegawai/ perawat rumah sakit harus bertanggung jawab, apalagi warga ini khan sudah mengadukan hal ini ke kepolisian lalu kenapa di tolak, alasanya apa?

Lha inilah nanti yang akan kita tanyakan ke Polsek Pedurungan atau ke Polrestabes Semarang, karena prinsipnya warga negara sama dihadapan hukum, dan kita juga berharap agar kejadian kejadian sperti ini tidak terulang kembali dan ada perbaikan SOP atau pelayanan dilingkungan rumah sakit milik pemerintah ini, tutup anwar yang juga sekretaris LBH Demak Raya ini.(*)

Curug Tirta Wening, Grojogan Mungil Calon Primadona Baru dari Gunung Ungaran

(Ketika siang hari suasana damai dan percikan air curug "Tirta Wening" sangat menenangkan dan merefleksi Tubuh di tambah suasana bibir tebing Curug yang menawarkan kesejukan. Foto : Rury N.Mahfudi )

BANDUNGAN, Jatengku.com – Gunung Ungaran memang masih hijau dengan salah satu lokasi hutan yang terlindungi, begitu pula sumber air yang di kandungnya sehingga menghasilkan air jernih di sungai-sungai sepanjang lereng gunung Ungaran. Dan sungai- Sungai di lereng gunung Ungaran banyak membentuk Grojokan atau air terjun diantaranya curug Tirta Wati, Curug Lawe, Curug Benowo, Curug Semirang dst

(“Suasanya tenang dan bikin hati damai” Ungkap Ayni Ibu Hamil yang sedang menikmati Curug Tirta Wening. Foto : Frendy D.Darmawan)

Dan “Curug Tirta Wening” salah satunya, curug ini memang belum banyak yang terkenal dikalangan masyarakat luar, karena obyek ini sedang di dalam proses untuk dijadikan obyek wisata alam.

Ketika di temui oleh awak media Jatengku.com Romdhoniyatun.S,Ag atau biasa di panggil Dhanik kepala desa Munding Menuturkan Bahwa Curug ini sudah banyak di kenal di kalangan masyarakat sekitar hanya saja belum meluas sekelas curug di kabupaten semarang, Pihaknya bersama perangkat desa sedang melakukan proses pembangunan desa wisata dan salah satu objek yang ingin di eksplor ke wisatawan dalam dan luar negeri adalah curug Tirta Wening

“Curug ini sangat dekat sebenernya bersingungan dengan warga mengingat posisi curug yang mudah di Akses bahkan saya mengingat betul pada masa muda saya tempat ini sudah sering di jadikan tempat untuk hanya sekedar melepas penat oleh warga,

Hanya saja pada saat itu wisata kita di nasional belum terlalu se Expect sekarang yang dimana pesona alam dan kecantikan alam nusantara sudah jadi komoditas wisata nasional yang sangat mengagumkan, berangat dari hal itu juga salah satunya yang kemudian tercetus dalam misi kami melalui pemerintah desa mengangkat warisan kecantikan alam desa Munding untuk kami jadikan desa wisata dan Tirta wening salah satunya” tutur Dhanik

Dhanik juga menambahkan “sampling saja 5 Tahun terakhir ini ketika weekend atau akhir pekan dan hari libur lainya tempat ini sangat sering di kunjungi masyarakat baik dari kelas anak sekolah kuliah atau masyarat umum.Jadi potensi itu terus lahir dari massa ke massa jadi rasa rasanya akan jadi hal yang sangat baik jika seraya kita menjaga dan melestarikan alam tapi juga dalam waktu bersamaan dapat berimbas bagi kesejahteraan masayarakat sekitar Curug dan desa wisata” paparnya

Curug Tirta Wening ini tepatnya berada di Dusun Cemanggal, Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Posisi Curung ini berada di sela antara dua bukit kembar yaitu bukit Cemanggal. Curug ini memang masih asri dan belum tersentuh oleh banyak masyarakat

Lokasi wisata ini sangat menajubkan jika di lihat dari kejauhan kita bisa melihat Dua bukit kembar dengan bentuk terasiring melingkar yang indah seakan memanjakan mata kita saat memandang keindahan alam.

Di sekitarnya kita bisa menikmati pemandangan alam yang hijau dengan tanaman pangan seperti buah – buahan, Padi dan berbagai macam sayuran.

Tidak hanya sampai di situ seperti sekali mendayung dua pulau terlampui ketika wisatawan datang ke curug dan desa ini mereka tidak hanya melihat pemadangan yang eksotis tapi juga mereka bisa melihat langsung para petani sayuran dan perkebunan di lereng gunung ungaran mereka bisa berinterkasi dengan masyarakat lokal sekitar desa Munding

Apalagi memang mayoritas masyarakat di situ berprofesi sebagai petani sayuran dan lainya, daya tarik dan rasa berlibur akan serasa bernilai lebih ketika menikmati alam dan menyatu di dalamnya berbagai dengan keramahan para penduduk lokal dan menikmati epos kehidupan para petani di desa belum lagi wisata desa Munding itu nantinya akan menawarkan wisata pedesaan Village Tourism.

Memang banyak potensi alam di lereng gunung Ungaran yang belum terpublish dan melalui Curug Tirta Wening ini Dhanik berharap bisa menjadi potensi alam yang dikunjungi banyak wisatawan. Dan yang pasti dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Tirta Wening hanyalah satu dari deretan kecantikan alam yang ada di lereng gunung Ungaran khususnya di daerah Bandungan, saya bersama masyarakat akan terus berusaha menjadikan curug ini dikenal oleh masayarat luas dan wisatawan tidak hanya menikmati tapi lewat program masyarakat sadar wisata saya berharap kesadaram masyarat akan pentinya menjaga alam akan semakin tinggi

Lewat curug  ini pula saya berharap perekonomian masyarakat akan meningkat sehingga dapat menaikan nilai kesejahteraan warga” Pungkas Dhanik

Bak gayung bersambut adanya pembangunan baik dari sisi infrastruktur dan pembangunan akses maupun lokasi wisata sangat mendapat dukungan penuh bagi warga Binti R.Siswadi (23) remaja Karang Taruna desa munding salah satunya dirinya juga mengungkapkan bahwa dia sangat mendukung rencana yang sudah memasuki tahap pembangunan itu selain dapat memberi nilai lebih baik desa hal itu juga dapat mengangkat kemajuan desa terlebih bagi edukasi ke masyarakat akan pentingnya kesadaran akan pelaku wisata dan menerapkan sebuah kehiduapan yang selaras dengan harmoni alam manusia Tuhan

“Saya bahkan temen temen juga sudah mengetahui akan hal ini dan kurang lebih seperti yang lain bahwa saya sangat support bener ini desa wisata, karena nantinya desa wisata hanyalah satu pintu dimana di dalamnya akan terus ada perkembangan desa baik dari etos pemikiran masyarakat desa dan juga aspek lainya,

dan sangat bisa di bayangkan jika desa wisata ini bener terlaksana dengan baik. Jadi masyarakat tidak hanya jadi bagian dari eofuria wisata nusantara kita tapi juga sebagai pelaku wisata yang dapat memahami potensi warisan alam dan menjaganya agar terjadi kesinabungan kehidupan antara alam manusia dan Tuhan” ungkapnya

Selaras dengan Binti (23), salah satu remaja desa Eri Virdasari (21) juga mengindahkan hal itu, bagaimana desa wisata sangat bepotensi besar bagi masyarakat.

“Saya bependapat pentingnya pola pikir ketika kita bisa mengelola sumber daya alam dan manusia itu tidak hanya beraspek dari sosial saja tapi juga dari sudut lainya ekonomi misalnya

ketika sektor pariwisata bisa menjadi komoditas penambahan pendapatkan masyarakat tentu akan timbul satu sistem saling menjaga di situ, dan dengan itu pula dari aspek perekonomaian masyarakat akan terangkat, belum lagi pengelolaan sumber daya manusia lewat UKM dan usaha kreatif lainya pasti nilai kesejahteraan masyarakat akan tersokong dengan baik jadi sangat bagus untuk masyarakat kedepanya,” Pungkasnya

[Nkh]

KSPI : Kami Akan Menginap Jika Jokowi Tidak Temui Ade Kenzo

(Foto : *Istimewa)

JAKARTA, Jatengku.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan bahwa persoalan kesehatan di Indonesia saat ini masih banyak catatan kelam. Berbagai polemik tentang layanan kesehatan masyarakat juga belum mampu dientaskan oleh pemerintah.

“Persoalan kesehatan belum berhasil diatasi, Ade Kenzo akan menyampaikan itu. Maka kami berharap besok bisa diterima oleh Presiden Jokowi,” kata Iqbal usai gelar konferensi pers di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).

Bahkan jika agenda besok Presiden Joko Widodo tidak membuka pintu untuk Ade Kenzo dan elemen buruh lainnya, Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut mengatakan jika Ade Kenzo dan elemen buruh akan menginap di depan Istana Merdeka.

“Kalaulah Presiden Joko Widodo tidak berkenan atau tidak ada waktu besok, maka Ade (Kenzo) akan berhari-hari di depan Istana, menunggu sampai pintu istana dibuka,” ujar Iqbal.

Iqbal menekankan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ade Kenzo merupakan situasi yang sangat penting. Apalagi perjuangan Ade Kenzo yang melakukan long march dari Surabaya sampai Jakarta juga tidak main-main.

Tidak hanya sekedar berjalan kaki, melainkan berinteraksi dengan masyakarat-masyarakat dimana dirinya melintas. Sembari mengumpulkan bukti dan informasi dari masyarakat sekitar khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan masyarakat selama ini.

“Ade Kenzo adalah buruh kecil, orang yang tidak punya apa-apa, tapi Ade adalah peduli dengan persoalan-persoalan kesehatan. Tiga tahun ini yang menurut survei salah satu kinerja terbaik dari pada Presiden Joko Widodo adalah kepuasan masyarakat atas prestasi kinerjanya,” pungkasnya.

Namun demikian, menurut Iqbal justru fakta di lapangan bisa melenceng dari hasil survei tersebut. Yakni persoalan sektor jaminan kesehatan nasional yang masih dianggap buruk.

“Tapi faktanya di lapangan, banyak orang yang mempersoalkan layanan jaminan kesehatan,” tandasnya. (*)

Polda Metro Jaya, Jerat Pemilik Situs NikahSirri.com dengan UU ITE

Jatengku.com – Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan Aris Wahyudi sebagai pemilik situs Nikahsirri.com sebagai tersangka dalam kasus tuduhan pelanggaran UU ITE dan UU Pornografi.

Hal ini pun dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan. Ia mengatakan bahwa Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang telah menjerat CEO NguberJek tersebut dengan pasal berlapis.

“Yang bersangkutan dikenakan UU ITE dan UU pornografi,” ujar Kombes Pol Adi kepada wartawan, Minggu (24/9/2017).

Kombes Pol Adi mengatakan, bahwa penangkapan dan dijeratnya Aris ini sebagai bentuk tindak lanjut dari informasi terkait adanya situs yang sudah mengarah ke pornografi dan eksploitasi perempuan dan anak.

“Ini operasi kerjasama dengan Kominfo RI, masih dalam satgas gabungan pemberantasan pornografi untuk memberantas pornografi online,” tutur Adi Tentang Situs NikahSirri.com

Situs NikahSirri.com didirikan oleh Aris Wahyudi di kediamannya di kawasan Jl. Manggis Blok A No.91, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat.

NikahSirri.com sendiri merupakan sebuah aplikasi android yang diklaim Aris bisa untuk membantu mempertemukan seseorang yang disebutnya dengan istilah PELAMAR dengan calon mempelai idamannya secara cepat dan akurat.

Ia juga mengaku memiliki database lengkap pria dan wanita yang serius untuk menikah, sehingga memudahkan pelamar untuk memilih sesuai harapannya. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan layanan untuk pasangan yang hendak melakukan pernikahan yang sah dengan proses yang mudah dan murah.

Dalam NikahSirri.com, Aris Wahyudi menyampaikan dalam situsnya, bahwa aplikasinya tersebut memiliki 5 buah layanan utama. Diantaranya adalah :

1. Lelang Perawan

2. Mencari istri

3. Mencari suami

4. Mencari penghulu

5. Mencari saksi

Selain itu, dalam website NikahSirri.com, Aris sebagai pencipta situs online tersebut juga menyematkan beberapa gambar yang tidak pantas. Diantaranya adalah adegan ranjang, sepasang laki-laki dan wanita yang sedang melakukan hubungan badan di sebuah tempat yang diduga berada di Warung Internet (Warnet), dan juga literasi soal informasi jual perawan yang terjadi di China.

Melancong ke Taman Iklim Kudus

KUDUS, Jatengku.com – Wisata Kampung Iklim Kauman Ngembalrejo kecamatan Bae Kudus sedang ngetrend dikalangan anak muda. Ratusan pengunjung setiap hari mendatangi lokasi tersebut untuk sekedar berselfi ataupun foto rame-rame ke taman-taman yang ada di Kampung Iklim. Salah satunya taman yang instagramabel banget yakni Taman warna-warni Pinggir Kali (Pinka). Penasaran, saya pun beramai-ramai mendatangi wisata ini.

Letak kampung iklim tidak jauh dari Kota Kudus tepatnya di Jalur Pantura Kudus – Pati Km 4, sehingga para pengunjung dapat dengan mudah ke lokasi.

Eits….awalnya saya sempat ‘tersesat’ hehe menuju lokasi taman Pinka karena banyaknya jalan-jalan yang ada di kampung Iklim. Berbekal petunjuk warga akhirnya sampailah ke lokasi!!!!.

Cuaca begitu terik, namun tak menyurutkan hilir mudik pengunjung ke Taman Pinka. Menurut tokoh masyarakat yang juga pemilik Taman Pinka, Akhwan Sukandar, ide membuat taman warna-warni merupakan keisengan dirinya menghilangkan kejenuhan disela-sela rutinitas. Sehingga pekarangan rumahnya yang masih cukup luas disulap menjadi taman. Ternyata…. taman yang masih tahap penyempurnaan tersebut menjadi viral setelah ada yang mengunggah ke medsos.

Saya pun diajak menyusuri jalan-jalan ditaman tersebut yang dipenuhi gambar karakter superhero dan kartun, bersama sang pemilik.

Puas berfoto di taman Pinka, saya lanjutkan keliling kampung iklim. Kali ini saya ditemani Pak Umar Chotob pengagas kampung iklim. Bapak yang ramah ini, bercerita awal digagasnya kampung iklim karena kampungnya jadi langganan banjir. Bersama warga dari RT I sampai VIII berlomba-lomba menampilkan kreasi menjadikan kampung mereka juara dari kementerian Lingkungan Hidup. Disetiap rumah diwajibkan mempunyai tanaman sehingga saat berkeliling desa itu terasa sejuk dan asri.

Saya mampir ke taman “Dulbahim”. Dalam benak saya bertanya apa itu Dulbahim, usut punya usut ternyata Dulbahim itu singkatan dari peduli perubahan iklim. Ealah Pak…kreatif juga pemberian nama tamannya.

Di taman yang juga pekarangan milik warga, terdapat posko tanggap darurat, outbond, pembuatan kompos dan ruang jagong warga. Bank sampah juga ada di kampung tersebut.

Sungguh pengalaman berharga berwisata ke kampung iklim. Dikampung ini saya banyak belajar tentang pengelolaan lingkungan. Sekaligus berwisata ala kekinian foto ditaman-taman. Heemmm menyenangkan dekat dan gratis……!!

 

 

(Traveller: Tini Melati).

Kamerad Desak Copot Dirut PT Telkom, Terkait Hak Cipta Software i-SISKA

JAKARTA, Jatengku.com – Puluhan massa tergabung dalam Presidium Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menggelar aksi di Kantor Pusat PT Telkom, Jakarta.

Mereka mendesak agar Dirut PT Telkom Indonesia untuk mundur dari jabatannya karena dianggap telah lalai melakukan pengawasan sehingga manajemen PT Telkom Indonesia diduga melakukan siasat bisnis culas terhadap PT Orange & Sofrecom yang berakibat fatal bagi kelangsungan bisnis PT Telkom Indonesia.

“Stop memalukan nama baik Indonesia dimata dunia Internasional,” tegas Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama, hari ini.

Menurut dia, dengan melakukan tindakan bisnis culas berupa pelanggaran hak cipta software i-Siska (sebuah aplikasi program komputer yang berfungsi untuk mengelola data customer) yang hanya akan mendatangkan kerugian bagi PT Telkom Indonesia akibat gugatan dari perusahaan principle i-Siska.

“Sekali lagi copot Direktur bidang IT PT Telkom Indonesia karena ditenggarai sebagai biang keladi praktik perilaku bisnis culas PT Telkom Indonesia. Ayo selamatkan harga diri bangsa dimata dunia,” sebutnya.

Haris melanjutkan, suatu tindakan bodoh dilakukan oleh Direktur PT Telkom Indonesia adalah dengan sengaja menggandakan serta menggunakan program software i-SISKA milik PT Orange & Sofrecom perusahaan asal Negara Perancis tanpa seizin dan sepengetahuan perusahaan pemilik serta pemegang hak paten tersebut.

“Kami menengarai tindakan culas itu untuk menghindari pembayaran royalty yang merupakan hak dari PT Orange & Sofrecom. Hal culas itu tentunya dapat menimbulkan dampak negatif kepada kelangsungan bisnis PT Telkom Indonesia,” bebernya.

Masih kata dia, dampak yang terjadi adalah hilangnya kepercayaan masyarakat Internasional terhadap PT Telkom Indonesia sehingga harga saham PT Telkom dapat anjlok ke posisi terendah.

“Ternyata ada sekitar 4 jutaan data pelanggan yang hilang dari total kurang lebih 15 juta pelanggan PT. Telkom. Direktur IT dan Direktur Keuangan PT. Telkom harus bertanggung jawab mengenai persoalan ini,” tandasnya.

Tamu Undagan Mulai Memadati, Acara Nikah Raisa dan Hamish Daud

JAKARTA, Jatengku.com – Raisa dan Hamish Daud akan resmi menjadi sepasang suami-istri. Rencananya akan melangsungkan akad nikah pada hari ini. Grand Ballroom Ayana Midplaza, Jakarta Pusat. Minggu(3/9/2017)

Awak media yang turut meliput pernikahan dua sejoli Raisa – Hamish Daud pun tidak diizinkan memotret maupun melihatnya langsung. Wartawan diarahkan untuk menunggu di ruangan khusus dan panitia tidak menyediakan LCD maupun monitor.

tamu-tamu mulai berdatangan sejak sebelum pukul 09.00 pagi. Prosesi sakral akad nikah sendiri digelar secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dekat serta sanak saudara.

menurut informasi jika sesuai jadwal acara akad nikah Raisa – Hamish Daud berlangsung pukul 09.00 dan resepsi nikah pukul 18.30 nanti malam. (*)

Warga Jitengan Gelar Peringatan Kemerdekaan, “72 Th Indonesia Kerja Bersama”

Kadus desa Karangjoho, Sumanto A.R sedang memberikan hadiah untuk pemenang lomba yang diselenggarakan pumuda-pemudi Karangjoho.

KLATEN, Jatengku.com – Warga dukuh Jitengan desa Karangjoho kecamatan Karangdowo menggelar hajatan untuk peringati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Klaten, Minggu (20/8/2017).

Acara tasyakuran untuk memeriahkan kemerdekaan sudah menjadi tradisi rutin bagi masyarakat Indonesia tak terkecuali bagi masyarakat desa Karangjoho.

Pendaki Kecil Khansa Syahlaa, Berhasil Taklukan Gunung Jaya Wijaya Papua

Jatengku.com – (20/7) Khansa Syahlaa (11), Anak perempuan yang baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 6 sangat membanggakan

Gadis muda kelahiran Jakarta, 16 Maret 2006 ini berhasil menaklukkan puncak Cartensz Pyramid di ketinggian 4.884 mdpl

Hebatnya, Khansa jadi pendaki termuda dari seluruh dunia yang pernah menginjakkan kaki di gunung tertinggi di Indonesia tersebut.

Pegunungan Cartensz yang berada di wilayah Puncak Jaya, Papua itu berhasil ditaklukkan Khansa pada Sabtu (15/7)

Prihal bakat yang dimiliki Khansa, kabarnya mengalir dari darah sang ayah, Aulia Ibnu Sina, yang juga seorang pendaki gunung.

Ternyata, sebelum mendaki ke pegunungan Cartenz yang merupakan satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia (seven summit) tersebut, Khansa telah menaiki enam gunung tertinggi lainnya yang ada di Indonesia.

Khansa ketika menaiki tebing curam demi menggapai puncak Gunung Semeru, Gunung Latimojong, Gunung Kerinci, Gunung Binaiya, Gunung Rinjani, dan Gunung Bukit Raya jadi ajang latihan Khansa untuk menaklukkan Cartensz. (*)

PRAKIRAAN CUACA

Semarang
broken clouds
21.9 ° C
21.9 °
21.9 °
100%
0.8kmh
80%
Jum
28 °
Sab
26 °
Ming
26 °
Sen
26 °
Sel
26 °

BERITA TERBARU