Perjalanan

Perjalanan

Pesona Letupan Bledug Kuwu Purwodadi dan Legenda Jaka Linglung

PURWODADI, Jatengku.com – Tertarik dengan legenda asal usul Bledug Kuwu salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kali ini saya pun singgah untuk menyusuri keunikan tempat tersebut. Perjalanan saya cukup melelahkan karena cuaca yang terik siang itu.

Namun terbayar ketika sampai lokasi dan dipintu masuk Bledug Kuwu disambut ramah penjaga loket masuk yang menyodorkan tiket masuk tertera nominal Rp. 3000,-.

Beberapa orang penjual jasa payung menawarkan jasa, saya bergeming mengamati sekeliling untuk melihat letupan-letupan lumpur yang terlihat dari kejauhan. Seorang warga lokal mendekati rombongan saya bersiap menjadi guide dengan bayaran seikhlasnya.

Untuk menuju ke tengah hamparan lumpur membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjebak masuk ke dalam lumpur. Disaat itulah ada wisatawan yang berteriak ternyata kakinya terjebak masuk lumpur. Ngeri juga melihatnya!. Meski lumpur di area Bledug Kuwu tidak panas hanya saja kalau terjebak masuk ke lumpur pakaian jadi kotor.

Selama di lokasi, pandangan saya fokus ke arah letupan lumpur bercampur garam halus yang keluar dari dalam tanah secara terus-terusan dengan jangka waktu kurang lebih 2-3 menit dengan lokasi letupan yang berpindah-pindah. Bledug Kuwu memang berupa kawah lumpur atau dalam bahasa ilmiahnya “mud volcano”. Hmmm.

Saya termasuk tidak beruntung berkunjung dimusim panas ini, karena letupan lumpur hanya kecil-kecil.

Berada di tengah hamparan lumpur saya jadi membayangkan asal usul Bledug Kuwu yang menurut legenda dari cerita rakyat secara turun menurun Bledug Kuwu itu terbentuk karena adanya lubang besar yang menghubungkan antara bledug itu sendiri dengan laut Selatan. Konon lubang itu terbentuk dari jalan pulangnya ular besar yang bernama Jaka Linglung dari laut Selatan ke Medang Kamulan,

setelah berkelahi dengan Prabu Dewata Cengkar. Dalam perjalan pulang ke Medang Kamulan Joko Linglung menjelma menjadi ular yang besar sehingga terbentuklah lubang. Ini juga sebagai persyaratan agar di akui sebagai anak oleh Raden Ajisaka.

Entah benar atau tidak legenda yang ada namun fenomena langka di Bledug Kuwu cukup menarik untuk ditelisik. Karena saya juga melihat banyak warga yang menjual garam yang dihasilkan dari letupan lumpur. Demikian juga terdapat belerang yang dipercaya untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Sayang memang di lokasi wisata ini, tidak ada oleh-oleh khas warga, namun wisatawan dapat membeli garam ataupun bubuk belerang yang dikemas dalam botol yang banyak dijual warga. Bagi wisatawan yang ingin menikmati letupan lumpur yang lebih besar sebaiknya datang pada saat musim hujan.

 

 

(Traveller : Sutini/Travelklik)

10 Istilah Pendakian Anak Gunung

(Doc : Pemburu Fajar Indonesia)

SEMARANG, Jatengku.com – menelusuri Indahnya Indonesia seperti tak ada habisnya bentangan keindahan alam dan budaya nya terbentang luas di penjuru samudra dan tercecer di setiap sudut negeri ini.

Dengan segala kekayaan adat istiadat dan budaya dan pasti alamnya bukan???

Iya bicara alam indonesia tak diragukan lagi bahwa kecantinya tidak hanya menghipnotis kita tapi juga dunia. Gunung adalah salah satunya, dengan ratusan gunung saja sulit buat kita mana yang paling indah tak terkecuai bagi para pecinta ketingian kali ini kawan redakasi Jatengku.com ingin sedikit berbagi Ilmu buat kalian yang ingin memulai hobi naik gunung

Karena sama halnya dengan bahasa di gunug pun ada cara berkomunikasi ala pendaki oke buat yang udah senior dan naik turun gunung sudah hafal bener tapi buat kalian pemula yang ingin memulai hobi ini terasa canggung dan asing kalo belom mengerti bahasa mereka kan.

Nah bukan kalian yang belom mengerti berikut adalah istilah istilah yang sering di pakai pendaki saat di gunung :

 

1. Rock

Istilah kata rock akan sering kamu dengar saat mendaki gunung berbatu. Rock di sini berarti “batu”. Jadi ketika ada pendaki yang berteriak “Rock! Rock!”, sebaiknya kamu menghindar mencari posisi aman. Karena istilah rock digunakan untuk menandakan adanya batu yang meluncur dari atas.

2. Keril

Sudah tidak asing pastinya dengan istilah ini. Yap, keril dikenal pendaki sebagai ransel gunung. Tapi, tahukah kamu kalau keril berasal dari kata “carrier” yang berarti alat pembawa? Cara pengucapan carrier yang benar adalah [kariǝr]. Mungkin karena pengucapannya yang susah, kita lebih suka menyebut carrier dengan keril.

3. OPSI

“Operasi Bersih Bersih Gunung”

4. Survival

Berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menentu. Cara mengucapkan kata survival yaitu [sǝrvaivǝl ]. Huruf ǝ dibaca e pada kata [pendaki].

5. Survivor

Sedangkan survivor berarti orang yang bertahan hidup. Pasti kamu sering dengar istilah survivor ketika terdengar berita hilangnya seorang pendaki kan?

6. Gaiter

Pelindung sepatu dan kaki yang digunakan ketika dilapangan (outdoor) yang berfungsi untuk menjaga sepatu dari masuknya kerikil, batu, debu, lumpur termasuk melindungi angkel. Karena pengucapannya yang cukup sulit, orang lebih mudah menyebutnya dengan “geter”. Pengucapan yang benar adalah[geitǝr:]

7. Tik – tok

Pendakian yang dilakukan dalam waktu sekali jalan. Berangkat dari basecamp menuju puncak atau pos tujuan lalu kembali lagi tanpa bermalam.

Biasanya hanya dilakukan di gunung-gunung yang memiliki rentang waktu tidak begitu panjang. Misalnya, Gunung Prau, Gunung Andong, Gunung Papandayan, Gunung Merapi, dan lainnya.

8. Ekspedisi

Suatu perjalanan perorangan maupun kelompok dimana dalam perjalanan itu mempunyai tujuan mengeksplorasi, bertualang, atau dalam program studi ilmiah

9. Nesting

Berasal dari kata Bahasa Inggris “nest” yang berarti sangkar, namun nesting dalam pendakian diartikan sebagai panci untuk memasak.

10. Triple S

Istilah yang biasa digunakan para pendaki Jawa Tengah. Triple S digunakan untuk menyebut 3 gunung besar di Jawa Tengah yang berawalan huruf S, Sindoro, Sumbing, dan Slamet.

 

Salam Lestari, Terimakasih sudah berbagi dan menjaga bersama keindahan Indonesia (*penulis)

Greweng Beach – Sensasi Travelling Di Pantai Pribadi

JOGJAKARTA, Jatengku.com – jogjakarta kota seribu pesona dengan keragaman kuliner seni dan Budaya nya,

Jogjakarta kota yang menawan dengan segala kekayaan warisan sejarah dan wisatanya, Jogjakarta kota cantik dengan keindahan yang yang berceceran di setiap sudutnya..

Buat kalian kaum pengilla travelling tak asing dengan satu kota yang bernama Jogjakarta kan?

Yes para traveller pasti hafal dengan kota keren yang satu ini,  Mulai dari wisata candi, goa, keraton, air terjun, Pantai, wisata belanja, gunung, museum dan masih banyak lagi lainya

buat kalian yang seneng banget sama Alam, Air dan keheningan pasti tak pernah lewatin satu daerah yang sangat terkenal seantero Nusantara yaitu Kabupaten Gunungkidul ?

Sesuai dengan namanya Gunung kidul Terdiri dari pegunungan yang merupakan bagian barat dari Pegunungan Kapur Selatan yang membentang di selatan Pulau Jawa.

Gunungkidul sendiri mempunyai potensi wisata pantai yang sangat Luar biasa dari Segi Laut dan Pantai dan sungguh pantai-pantai di sini menjadi destinasi favorit para pemuja kesunyian.

Puluhan pantai indah nan eksotis berjajar di pesisir selatan daerah ini. Adapun salah satunya pantai Siung, Seruni, Pok Tunggal, Njungwok, Ngetun, Ndrini, Ngobaran, Wedi ombo, Indrayanti dan seterusnya

Dari sekian banyak pantai yang membentang luas di sekitar Jogja ada satu pantai yang berhasil mencuri hati saya bukan apa apa, semua berawal dari info yang saya dapatkan dari paman saya yang kebetulan tinggal di daerah kaliurang sleman tepatnya di kawasan wisata kaliurang.

Dimana ketika beliau mengunjungi putranya yang tinggal di ambarawa kabupaten semarang beliau menyempatkan mampir ke rumah, ketika kami beramah tamah di ruang tamu tiba tiba terlempar pertanyaan dari mulut canda paman

“Kapan maen ke Jogja,” tutur beliau

Dengan spontan saya menjawab “besok kalo ada waktu,”

sambil tertawa “sok sibuk” dalam hati saya

“Jangan naik gunung Terus main ke Jogja, di gunung kidul banyak pantai baru lo,” Ujar dia

Memang pada saat itu banyak pantai baru mulai bermunculan sedang tahap pembangunan infrastruktur dan segera di buka

“Emng masih ada pantai yang bagus di jogja,” tanyaku

“Sembrono, akeh lah” kata paman yang artinya ngacok, banyak lah tandasnya

“Kamu tau pantau Greweng” tanya paman dengan nada keras

“Greweng, mana iku ? Bingung ku

“Greweng adalah pantai terkahir paling ujung dari jejeran pantai di gunung kidul, itu udah paling ujung karena setelah pantai ini seberang sudah masuk perairan jawa timur tepatnya di pacitan,” paparnya

“Bagaimana pantainya bentuk, kawasan pantai, tumbuhan di sekitar pantai, struktur bibir pantai pasir dan ekosistem pantainya? ,”

“Ee, kui takon opo ngukur sepur dowo men” saut paman yang artinya itu bertanya apa ngukut kereta panjang sekali

Tawa keras suara saya “ya kagak, cuman nanyak,” sambung ku

“ini pantai masih asri karena belom banyak yang mengetahui bahkan jalan menuju panti pun masih sulit dan berbatu dan harus berjalan menempuh jalan sekitar 1 jam jalan kaki dari parkiran, di pantai ini pasir putih dengan bibir pantai setengah lingakarn dengan dikelilingi 2 tebing di kanan dan kiri nya,”

“keren kayaknya,” potong ku

“di pantai ini baru ada satu warung dan belom terjamah listrik jadi masih sepi dan sunyi apalagi kalo malam hari” jelasnya

Terus dengan obrolan seputar pantai greweng dan informasi saya dapat..tak lama selang beberapa hari saya menghubungi kawan kawan Trip saya dan mempresentasikan pantai yang satu ini,

Dan sama hal nya dengan saya mereka pun sama tertariknya, alhasil dari 5 personil deal siap menyambangi pantai Greweng itu. kami tentukan hari kesepakatan kemudian titik kumpul hingga meluncur lah kami ke jogja,,

Pagi itu pagi masih gelap fajar belom juga menampakan dirinya, embun pun rupanya belom mau berlau dan bernjak dari dedaunan tapi tidak dengan tubuh saya yang terbangun dan melihat arloji di mana waktu menunjukan pukul 04.00 pagi.

Dengam sedikit kantuk saya bernjak dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi, selesai membersihkan diri dan bersiap siap saya bersama kakak kami mengecheck kembali peralatan dan kebutuhan yang bakalan di bawa,,

Tak lama kemudian jam menunjukan pukul 05.00 kami pun melaksanakan sholat subuh, belom sampai slesai ketiga kawan trip saya sudah menyabangi di depan rumah dengan penuh wajah semangat..setalah saya mengeluarkan kuda besi

“Markitcem Jogja ” Teriak salah satu kawan saya dengam ketawa keras di susul saya dan yang lainya yang artinya Mari kita Came on Jogja sperti biasa jika kami berangat Trip ada ada tingakah gila dari kawan kawan..

Jika biasanya pada jam segitu jalan di semarang sudah mulai ramai tapi tidak dengan hari itu, mungkin karena hari itu haru sabtu jadi prnguna jalan tidak sepadat pada hari hari biasanya.

Dari kabupaten semarang kami sengaja menuju jogja lewat jalur belakang di samping lebih sepi tentu juga pasti lebih cepat karena jarak sangat jauh lebih dekat di bandingkan lewat kota jogja.

Yaitu dengan rute semarang- boyolali-klaten- langsung masuk di kawasan bukit cinta Gunung Kidul jauh lebih cepat.

Begitu masuk kawasan gunung kidul barulah sang kawan setia dalam handphone kami memuali aksinya yaitu GPS hehe, dismaping belom ngerti lokasi kami masih asing dengan daerah di dekat pantai Greweng itu, bermodal GPS dan kadang kadang bertanya warga sekitar akhirnya sampai lah kami di kawasan pantai Greweng.

Kami pun mencari tempat parkir terdekat dengan lokasi pantai hingga pada akhirnya dapatlah kami dengan parkiran terdekat ternyata di warung ini tinggal sepasang suami istri yang sudah cukup senja abah Ali namanya seyelah berkenalan dan ngobrol banyak seputar pantai dan kehidupan warga sekitar ditemani secangkir kopi adukam langsung abah kamipun segera mengisi perut yang sudah berdemo dari tadi

Untuk dapat mengisi perut dengan sayur dan teluk ceplok kita hanya butuh merogoh kocek 7.000 rupaih per porsi harga yang sangat bersahabat bukan, sangat malah hehe

Ternyata perjuangan belom berhenti di sini bahkan petualangan baru di mulai untuk bisa menjangkau pantai kami haru berjalan sekitar 45 menit melewati jalan setapak dan persawahan. Denham trek naik turun bukit yang khas dengan bebatuan purba dan juga tak jarang kami bertemu dan bertegut sapa dengan penduduk lokasi sekitar yang sedang melakukan Rutilitasnya di kebun jalanya cukup terjal karena memang jarang terjamah,

View pantai Greweng di siang hari (foto: Dk.Nukhan)

Dan akhir uhuyyyyy,, akhirnya sampai juga kami di lokasi yang di tuju yaitu Pantai Greweng dan satu kata yang terucap sambil berterik ketika saya sampai yaitu “This is Paradise Baby” haha gilak tidak pernah saya sangka ternyata di jogja masih ada pantai sekeren ini dan yang pasti ini surga tersembunyi

Hamparan pasir putih terbentang luas dengan di kelilingi 2 tebing menjulang tinggi dengan Gagahnya bak Pecahan surga yang jatuh kebumi

Pasirnya masih bersih dan sangat lembut kami pun bersorak girang dibuatnya, jangan kan satu Rombongan inimah mah satu RT bisa nih, buat loncat guling guling kayang Koprol dan Balik jungir haha.

Pantai Greweng sendiri terletak di desa Jepitu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Pantai ini terletak diantara pantai Wediombo dan jugaPantai Jungwok dan juga Pantai Sedahan. Titik Koordinat GPS Pantai greweng -8.197779,110.718772.

Di pantai ini baru ada satu warung dan dan langsung saja Es teh manis lengkap dengan gelas dan piringnya eitss mangsudnya dengan makan satu piring hehe

Makan nasi dan sayur Pecel sambil menikmati panorama Pemandangan seperti ini mah Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan atu haha.

Kami terlena dengan keindahan tak terasa. bercanda dan bermain ternyata tak terasa senja sudah menghampiri dan segera menutup hari arloji menunjukan pukul 16.35

Segeralah kami membuka Tenda oh iya, buat kalian yang dari Luar kota dan berkeinginan menginap di pantai Greweng kalian tidak usah repot repot membawa Tenda dari Rumah. Seperti kami hehe berdasarkan pengalaman sendiri mayoritas pantai yang baru di Gunung Kidul sudah tersedia penyeawaan alat Camping N Gear biasanya di sediakan oleh warga sekitar dan juga pengelola

Kebetulan kami sengaja memelih menyewa di tempat dan kami dapat di tempat Abah Ali tempat yang kami gunakan untuk menitipkan kendaraan kami tadi. Untuk dapat menyewa kalian hanya di Bandrol dengan harga 35.000 rupiah sangat bersahabat bukan

Seusainya tenda kami dirikan kami segera merapikan perlatan dan seperti biasanya Party di mulai kita main game dan gila gila.an

Pesta malam di tepi pantai Greweng di temani kobaran api anggun (foto : Dk.Nukhan)

Oh iya entah karena belom banyak yang tau atau entah apa pada malam itu di pantai ini kami hanya di temani 2 Tenda kawan..ya bisa di bayangin lah di pantai sekeren ini seluas ini hanya ada 3 tenda haha pasti serasa di pantai pribadi bagaimana engak..kami tuan dan tenda tetanga di samping hanyalah hiburan suasana dan peneman cahaya hahahaha..

Bercanda min merek sama dengan kita kaum kusam yang malas pulang sebelum padam eitss sebelum pengen hehe..

Serasa letih segera kami membuat Api Unggun untuk penghangat tubuh. Dan yang pasti aman loh ya jangan asal buat api unggun. di sini pengelola sudah menyiapakan tempat buat api unggu yaitu alas besi berbentuk lingkaran dengan bahan besi lebar jadi aman ko brother..jadi meski kalian nyalain api unggun ngak takut ngerusak pasir pantai dan meningalkan abu atau arang yang dapat mengotori pasir pantai.

Sejadinya api unggun menyala barulah makan malam ala anak Rimba di mulai sperti biasanya lahap sudahlah bagian dari makan kaum kami apalagi mereka iya mereka kawan saya. Tidak dengan saya loh ya ! Saya mah cuman dikit dan pelan makanya, paling nambah hahaha

Makan selesai biasanya kami bersendau gurau membunuh waktu hingga tak tersadar gemuruh angin pangai dan ombak membangunkan tidur saya. Ketika bangun arloji menunjukan pukul 02.46 dini hari dengan kondisi tidur didepan tenfa bersebelahan api unggun bercelanakan kolor dan tanpa kaos di samping saya kawan masih tertidur pulas

Sementara di dalam tenda kawan sudah sangat dekat dengan mimpi sendirian mainan api unggu kantuk pun masih menyambangi mata saya. Tanpa berfikir lama kembali ambil posisi tidurlah saya

Ditrmani suara angin dan riuh gemuruhnya suara ombak terpejamnlah kembali mata saya

Hingga terasa terlelap sebentar suara gaduh kembali membangunkan mata saya dan benar saja pukul 05.00 hari segera dimulai

Dan iya ini waktunya sang Fajar tiba membawa harapan haha iya Sunrise pantai ujung timur jogjakarta, seduh secangkir kopi menghadap timur dan iya posisi kontitusional tidak boleh di gangu gugat haha.

Terlena di buatnya kami pun enggan beranjak hanya saja seprtinya perut sudah mulai mengeluarkan fatwa nih, bahwa ininjam dia untuk di isi, iya isi apa sajalah bergegaslah kami ke warung atu atunya di pantai ini dam pesenlah kami nasi uduk dan telur ceplok yah sama seperti biasa, asal nasinya panas mah okelah apalagi teh manisnya sadap..

Seusainya kami makan, kami langsung bergegas kembali kenteda dan biasa menikmati pantai di pagi hari iya pantai pribadi, panttai yang kami beli semalem dalam mimpi

Sapa mentari di ujung pagi sepoi sepoi angin dan pemandangan adalah bonus luar biasa trip kali ini ketika kawan kawan memilih berlarian bermain bola saya lebih memilih bersantai di depan tenda dengerin musik sambil memandangi hamparan keindahan pantai yang satu ini

Tak terasa waktu terus berjalan hingga larut siang meski berat hati untuk packing dan harus meningalkan pantai Greweng. Tangam memang harus sigap melakukanya karena kami harus mengejar agenda menikmati osre hari di nol kilometer jogjakarta atau Malioboro

Waktu menujukan pukul 11.15 kami meningalkan pantai Greweng kami pun memang harus menyudahi petualangan hari ini dan Trip kali ini, bergegaslah kami melangkahkan kami meningalkan pantai dengan segaka keindahan dan keramahnya sampai ketemu lagi Greweng tutur dalam hati saya,

Foto bersama Abah Ali dan istri warga lokal pemilik Warung, Penitipan motor, Guide sekaligus penyewaan Gear and Campaing (foto :Dk.Nukhan)

Selangkah demi selangkah kaki kami terus beranjak menjauh dari pantai hingga sesampainya kami di tempat kami menitipkan kendaraan kami pun hanya beristirahat sebentar ngobrol tak cukup lama. Dan kami segera pamit dengan abah Ali beserta istri untuk meminta pamit dan hanya sekedar ucapan terimaksih atas keramaham dan ketulusanya menyambut kami

Satu kalimat tutur abah yang sangat dan akan selalu saya ingat “jangan lama lama kalo ada waktu kembali kesini main dan Kembali Jenguk simbah di sini” meski hanya dengan suar lirih tutur beliau buat saya itu kalimat yang sangat mengena. Meski tak banyak yang saya ucapakan hanya mengumbar sengunan sambil bilang “Enggeh” mbah atau iya mbah.

Seusainya semua siap kami pun kembaki menungangi kuda besi kami dan bergegas di temani lambaina tanggan simbah dengan segala keramahan dan kebersahanjaanya

Iya dan memang sudah selesai petualangan di pantai yang kami temui “pantai pribadi” yang satu ini selamat tinggal see you Greweng tunggu kedatangan kami kembali.

[Nkh]

Pendakian Gunung Prau Baru di buka Bulan April 2017

Jatengku.com – Pendakian Gunung Prahu ditutup selama tiga bulan terhitung dari 5 Januari dan akan kembali dibuka pada 4 april 2017. Penutupan Aktivitas di Gunung ini intuk Konservasi dan Penghijauan, Wonosobo, Jumat(20/1/2017)

Hal ini seperti yang dituturkan oleh Humas KPH Kedu Utara Herman Sutrisno “Penutupan di semua jalur pendakian ini atas kesepakatan bersama, antara basecamp-basecamp Gunung Prau dengan Perum Perhutani KPH Kedu Utara,” (6/1)

Herman juga mengungkapkan pihaknya meyadari memang minat pendaki di Gunung Prau akhir-akhir ini cukup ramai, rata-rata 8.000 orang per bulan melalui beberapa jalur pendakian diantaranya via Patakbanteng, Kalilembu, Dwarawati, Wates, Tretep, Kenjuran, dan Pranten

hanya saja penutuapan aktivitas Gunung Prahu di peruntukan untuk perbaikan jalur pendakian dan penghijauan atau konservasi.

Menurut Herman pada 6 Januari hingga 5 Februari 2017, masing-masing basecamp melaksanakan perbaikan jalur pendakian. Kemudian pada 6 Februari hingga 4 April 2017, masing-masing basecamp akan melaksanakan konservasi bersama.

Rencana konservasi itu, kata Herman, dilakukan dengan penanaman tanaman rimba campur, tanaman ekaliptus, dan bintami. Sedangkan peserta konservasi terdiri dari para pegiat alam tetapi terbatas, dengan mendaftar dan berkoordinasi dengan basecamp-basecamp Gunung Prau. Kuota antara 150 hingga 200 orang per minggu.

“Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan konservasi, agar berkoordinasi dengan basecamp-basecamp Gunung Prau,” Tandasnya

berdasarkan hasil rapat pengelola pendakian Gunung Prau yang dihadiri perwakilan basecamp pada 4 Januari 2017, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan Perum Perhutani KPH Kedu Utara, jika ada yang melanggar kesepakatan maka akan dikenakan sanksi.

Herman juga Memaparkan apabila ada yang mendaki Gunung Prau secara ilegal, maka pendaki tersebut akan dikenakan sanksi Rp 100 ribu per orang. Apabila, pendaki mendaki gunung atas izin basecamp, maka dikenakan sanksi bagi basecamp yang mengizinkan Rp 500 ribu per pendaki, termasuk pendaki sendiri dikenakan sanksi Rp 100 ribu.

 

[Nkh]

Jaga Kelestarian Alam Indonesia, Tiga Gunung Terapkan Peraturan Baru di Tahun 2017

(Foto : Pemburu Fajar Indonesia)

Jatengku.com – selamat pagi kaum kusam salam Lestari salam pendaki Indonesia, masih seneng petualangan masih seneng belusukan masih hobi bermalam di hutan? Atau sudah jadi anak mama yang takut keluar rumah dan tidur di ketek maminya

Haha..bercanda min ngomongin alam ngomongin pesona Indonesia ngak dan ada kelar nya dah Bro. .tak terkecuali dengan gunung di balik gagah perkasanya sebuah bukit hanya ada satu alasan kenapa para pendaki suka naik turun bukit tinggi itu,

Bukan karena samudra di atas awan nya atau atau bershajanya sang fajar di kala pagi atau senja, Apalagi kabut tipis berdayu dengan embun jernih eitdzah..

Ada banyak alasan kenapa gunung salalu menarik perhatian bagi kalian yang mencintai alam.bicara lebih dalam dari sekedar perasaan cinta ke tanah pertiwi gunung buat beberapa orang bukan hanya mengenai strategis suatu tempat atau yang lokasi yang lebih tinggi dari lainya

Tapi gunung buat mereka adalah lebih tentang perasaan yang dalam..

Nah buat kalian yang mempunyai agenda mendaki Tiga gunung di bawah ini, kalian wajib tau aturan-aturan terbaru yang telah ditetapkan pengelola untuk pendakian di Tahun 2017 karena bertepatan dengan awal Tahun ini beberapa gunung memang sengaja menerapakan aturan baru yang wajib di terapkan dan di patuhi para pendaki berikut daftar Tiga gunung di Indonesia beserta peraturan baru yang di terapakan :

 

1.Gunung Rinjani

Puncak gunung Rinjani (instagramphotos :@alphitahori)

Awal tahun semangat baru dan peraturan baru buat kalian yang punya agenda mendaki gunung dengan puncak Dewi Anjani itu kalian wajib tau peraturan baru di gunung yang terkenal akan kecantikan segara Anak nya itu, mulai Tahun 2017 pengelola Gunung Rinjani menerapakan aturan baru yaitu denda senilai Rp 500 ribu bagi pendaki yang buang sampah sembarangan di Gunung Rinjani

peraturan tersebut diberlakukan mulai per tanggal 1 April 2017. Selain banyak dasar dan berbagai perttimbangan Alasan terbesar adalah karena para pendaki yang sering membuang sampah sembarangan saat mendaki melakukan pendakian sehingga mengakibatkan banyak sampah tercecer dan membuat kumuh di beberapa titik Gunung Rinjani.

Peraturanya semua pendaki akan diminta untuk membayar uang jaminan sebesar Rp 500 ribu sebelum mendaki Gunung Rinjani Uang jaminan akan dikembalikan jika para pendaki turun dengan sampah yang mereka hasilkan dari bungkus snack atau bahan-bahan yang mereka bawa ketika naik, peraturan ini diberlakukan baik domestik maupun mancanegara.

2.Gunung Gedhe Pangrango

Puncak Gunung Gedhe Pangrango (foto: istimewa)

Tak jauh berbeda dengan Gunung Rinjani, sampah yang banyak di tingalkan oleh para pendaki di seputar trek pendakian gunung gedhe menjadi sorotan bagi pengelola dan pihak Taman Nasional Gunung Gedhe

Berangkat dari fakta itu mendorog pihaknya harus berputar strategi agar hal ini tidak terus menerus terjadi diamana kalo ini tidak hentikan akan merusak ekosistem dan keberlangsungan Alam di sekitar gunung

Oleh sebab itu bertepatan dengan awal tahun 2017 diteritkan peraturan baru adapun parturan yang pertama adalah pelarangan membawa botol air minum sekali pakai karena ketika sebuah botol di buang begitu saja ini akan sangat merusak tanah di sekitar gunung karena seperti yang diketahui bahwa bahan botol plastik memerlukan waktu 50-100 tahun agar dapat terurai dan menyatu dengan tanah kalo hal ini terus terjadi dapat di bayangkan betapa hancurnya tanah dalam beberapa puluh tahun kedepan

Yang kedua adalah Larangan membawa tisu basah di Gunung Gede Pangrango karena hal sepele sampah tissu basah acap kali tidak di hiraukan oleh para pendaki ngawur. Masing sering pengelola dan relawan menemukan sampah itu di beberapa titik dan ini sangat di sayangkan bilamana imets pencinta alam yang seharusnya menjaga tapi beberapa oknum malah secara tidal langsung merusak alam

Nah larangan membawa botol minum air minum sekali pakai dan tisu basah akan menjadi peraturan baru di Gunung Gede

Dan berdasarkan penuturan Kepala Wilayah 1 Taman Nasional Gunung Gede Pangrang Ardi Andono, Aturan ini akan mulai direalisasikan di bulan April 2017 mendatang.

3. Larangan untuk naik ke Puncak Merapi

Pasar bubrah Puncak Gunung Merapi (foto : Pemburu Fajar Indoneisa)

Peraturan ini bukanlah peraturan baru di gunung merapi, larangan naik ke Puncak Merapi sebenarnya sudah dilarang bahkan sudah memakan korban tapi sperti tak ada efek jera para pendaki tak menghiraukan larangan itu

dan kembali awal tahun ini Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, kembali menekankan hal itu selain karena selain banyak dasar kondisi tanah menuju Puncak Merapi tidak stabil.

Bahkan Surat resmi terkait penutupan puncak Merapi sendiri sudah diedarkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman,klaten, Magelang serta Boyolali dan sudah mulai diberlakukan. Jadi buat kalian yang akan mendaki Gunung Merapi dilarang mendaki sampai ke puncak ya !!!

 

For your info ini adalah jenis sampah dan waktu penguraian nya :

Kertas: 2,5 bulan

Kain katun: 1,5 bulan

Kulit jeruk: 6 bulan

Kardus/karton: 5 bulan

Filter rokok: 10-12 tahun

Kantong plastik: 10-20 tahun

Sepatu kulit: 25-43 tahun

Baju/kaos kaki nylon: 30-40 tahun

Kertas plastik, botol plastik: 50-80 tahun

Aluminium foil: 80-100 tahun

Kaleng timah: 200-400 tahun

 

Bentangan keindahan Indonesia melintas panjang di setiap sudut negeri ini. kemegahan dan karunia Tuhan telah di berikan untuk Inonesia sebagai generasi penerus dan bukan siapa siapa kita hanya di tuntut menjaga semua itu

bukan untuk siapa siapa tapi keberlangsungan kehidupan di masa mendatang sangat akan terasa adil kalo semua itu ngak berhenti di kita tapi bisa juga dinikmati anak cucu dan generasi setalah kita, jadi ngak ada alasan untuk kalian tidak menjaga alam maupun gunung di negeri ini..okay guys “NYAMPAH NGAK ASYIK”.

 

[Nkh]

Dua Bocah Asal Klaten Meninggal di Wahana Air Jepara

*istimewa

Jatengku.com – Dua orang pengunjung wahana air Jepara Ourland Park (JOP), turut Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, tewas tenggelam saat menikmati salah satu wahana di lokasi tersebut, Minggu (1/1/2017).

Dua korban tersebut diketahui bernama Naila Khansa Aqila Dahabiyah (6), dan Zulfa Fitria Maharani (7). Keduanya warga Desa Jetis Wetan, Rt 12/Rw 05, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Mereka datang bersama rombongan lainnya, ke wahana air terbesar di Jepara tersebut untuk melewatkan liburan akhir tahun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno menyampaikan, tiba di JOP, kedua korban bersama anggota keluarga lainnya beristirahat di restoran di tepi pantai. Bersama-sama ratusan pengunjung JOP yang lain, kedua korban bermain di pantai.

“Saat main di pantai, kedua korban di dampingi orangtuanya,” ujar Lulus.

Setelah bermain di pantai, kedua korban diminta orangtunya, Agus Wahyudi, untuk menyusul anggota keluarga yang sedang beristirahat di restoran tempat semula. Sementara Agus, menunggu kakak korban yang sedang bermain banana boat di pantai.

“Setelah kakaknya selesai bermain, kemudian orangtua dan anaknya tadi menyusul ke restoran. Tapi ternyata dua korban tidak ada di restoran,” kata Lulus.

Mengetahui kedua anaknya tidak ada di restoran, Lulus melanjutkan, Agus bergegas mencari anaknya. Saat mencari buah hatinya, Agus mendapat informasi ada dua bocah tenggelam di kolam renang.

“Lalu orangtua korban mencari kebenaran informasi itu dan setelah dicek ternyata dua bocah yang tenggelam di kolam renang adalah anaknya,” tutur Lulus.

Terpisah, Menejer Operasional JOP Rohman Budi, menyampaikan, peristiwa ini murni musibah. Pasalnya, pihaknya sudah mengerahkan petugas pemantau pengunjung. Baik pengunjung wahana permainan air di sisi pantai maupun permainan air yang ada di pantai.

“Kami juga sudah memasang pengumuman bahwa anak-anak dalam pengawasan orangtua. Ini murni musibah,” kata Rohman.

Pada musim libur tahun baru 2017, ditambahkan Rohman, pengunjung JOP mencapai 3.000 wisatawan.(*)

Sumber: metrotvnews.com

Sang Legenda Warung Mbok Yem, Warung Tertinggi Di Indonesia

Ella pendaki Pemburu Fajar Indonesia wanita berpose di depan warung mbok Yem dengan boneka kesayanganya peneman setia di setiap kali melakukan pendakian (doc : pemburu fajar indonesia)

Jatengku.com – pernah saya berfikir suatu hal dalam perjalanan ke sekolah ketika saya duduk di bangku SMA tentang Warung di puncak gunung? Saya kira pikiran itu hanya sebuah hal konyol di sela sela panasnya kota semarang waktu itu, hingga saya menyadari bahwa saya benar benar berfikir hal konyol itu. puncaknya ketika suatu kesepatan saya menemukan jawab atas pertanyaan yang sempat melintas di benak saya, ada ngak ya warung atau tempat makan di puncak gunung?

Dan iya otak sehat saya tercengang ketika saya tau ada suatu gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di mana di atas puncaknya terdapat warung makan, adalah Warung Mbok Yem yang ada di puncak gunung lawu, bukan bohongan, ini seriusan lho.. penasaran sama warung yang satu ini, simak ceritanya

Gunung Lawu sendiri berada di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. terdapat 3 jalur pendakian yang resmi buat mendaki gunung ini. Jalur pertama atau Jalur selatan yaitu melalui Cemoro Sewu, Jalur kedua Jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan yang terakhir via candi cetho, Biasanya para pendaki lebih memilih jalur cemoro sewu yang jarak tempuhnya relatif lebih cepat

Jadi secara otomatis untuk menuju warung mbok yem, kamu harus mendaki dulu gunung lawu yang memiliki tinggi sekitar 3265 mdpl dengan melalui salah satu dari tiga jalur resmi pendakian tersebut.

Warung mbok yem sendiri berada di lokasi Puncak Harga Dalem di ketinggian sekitar 3150 Mdpl, sejarah warung Wakiyem atau yang sering di sapa mbok Yem mendirikan warung ini belasan Tahun silam,  berawal dari rutilitas keseharianya naik turun gunung untuk mencari akar–akaran  yang merupakan bahan membuat jamu, sering bertemu para pendaki gunung.

Dari pertemuan itu, tak sedikit para pendaki memohon bantuan warga tak terkecuali mbok Yem untuk membuatkan kopi atau memasakan mie instan.Lantaran sering di mintai bantuan para pendaki untuk membuatkan kopi dan mie instan, dan Mbok Yem pun memutuskan mendirikan warung di puncak Lawu.

Di warung sederhana ini kita bisa memesan minuman seperti teh, kopi atau wedang jahe. Kalau mau makan bisa memesan menu sederhana nasi pecel, soto, telor ceplok dan mie instan, Jangan khawatir soal harga, meskipun lokasinya berada di puncak gunung yang tinggi, harga disini masih termasuk ramah buat kantong para pecinta ketinggian kok

ibarat kata untuk kalian bisa menikmati secangkir kopi hanya perlu merogoh kocek Rp 3.000 dan nasi pecel Rp 8.000 harga yang murah tentunya jika dibandingkan dengan usaha yang dikeluarkan sosok ibu yang tidak muda lagi untuk naik turun gunung Lawu membeli dagangan

Bahkan jika kalian males atau terlalu kelelahan tidak usah mendirikan tenda di puncak gunung yang terkenal seantero Indonesia ini karena , cukup dengan membeli makanan atau minuman di warung Mbok Yem yang sederhana itu kalian sudah numpang tidur dan istirahat dan di jamin kalian sudah bebas dari hujan dan dinginya udara ketinggian hehe..tapi kalau tidak penuh loh ya !!!

Di Era globalisasi dengan kemajuan teknologi sosok mbok adalah satu dari sedikit orang yang tak terbeli mempertahkan kesederhaanya adalah bagian dari dirinya. kearifan lokal dan budaya yang bisa saja terus tergerus zaman.sosok mbok memilih untuk menyingkir dari riyuh pikuknya kesibukan manusia mencari kehidupan dunia dan dirinya memilih menjalani hidupnya dengan dirinya.

Jika kalian bisa menemukan warung makan atau caffe yang berceceran dan menjamur di kota kota besar bahkan di pelosok desa, rasa rasanya akan menjadi sensasi yang luar biasa jika kalian merasakan makan malam atau sarapan pagi di atas gunung dengan ketinggian 3465 mdpl, luar biasa mengiurkan bukan yuk bertamsya dengan alam bercumbu dengan rimba belantara dan membelai gelas dan piringnya mbok yem !!! Hehe

 

[Nkh]

Inilah 5 Tempat Recomended, Malam pergantian Tahun Ala Traveller Di Semarang

Jatengku.com – Malam pergantian Tahun  Baru adalah salah satu malam yang di tunggu tunggu. Tak jarang untuk mendapatkan momen terbaik di malam pergantian tahun itu masyarakat mau merogok kocek dalam bahkan pergi kesuatu tempat yang di kira mempunyai pesta kembang api atau ceremonial tahun baru yang Mengesankan keluar negeri contohnya,

Nah buat kalian yang menyukai atau mempunyai Hobi Traveling dan hanya mempunyai saku pas pas’an untuk hanya sekedar pergi ke suatu tempat agar bisa menikmati Euforia Malam pergantian Tahun di Kota Semarang kita Rekomendasiim 5 tampat melewatkan malam pergantian tahun ala Traveller

Berikut ini ada tempat untuk menikmati tahun baru di Semarang Ala Traveler yang rekomended banget

1.Semarak Kembang Api di Nol Kilometer Kota Semarang

(Foto : Istimewa)

Tempat menarik menikmati tahun baru di Semarang yang pertama dalah di Nol Kilometer Kota Semarang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun baru disini bakal menjadi perayaan yang meriah, dilaksankan mulai dari kawasan Kantor Pos Johar sampai Jembatan Berok

biasanya acara diselenggarakan sejak pukul 19:00 – 01:00, dan tentunya dengan pesta kembang api yang memukau. Sangat sayang jika kamu melewatkan moment pergantian tahun, dengan tidak berkunjung ke titik Nol Kilometer Kota Semarang.

2. Camping Groud di Pantai Marina

(Foto : Istimewa)

Menghabiskan malam pegantian tahun baru dengan mengunjungi tempat-tempat di daratan sudah biasa. Agar moment pergantian tahun baru kamu lebih asyik lagi, coba habiskan di daerah pesisir pantai, berkunjung ke Pantai Marina misalnya. Pantai Marina merupakan salah satu tempat menarik menikmati tahun baru di Semarang, lokasinya bersebelahan dengan arena PRPP dan Maerokoco

Pantai Marina merupakan salah satu pantai yang setiap tahunnya mengadakan pesta kembang api. Banyak yang masyarakat lokal dan wisatawan yang menghabiskan malam pergantian tahun, dengan berkunjung kesini Dijamin moment pergantian tahun kamu akan terasa berbeda, dan terasa lebih unik lagi Apalagi jika kalian sudah mempunyai perlatan Hiking kalian bisa mendirikam Tenda sambil bermalam dengan kawan kawan kaliam jangan lupa siapakn ikan buat bakar bakar ya..

2. menikmati kembang Api dari Lereng Gunung Ungaran

(Foto : istimewa)

Untuk menikmati keindahan kembang api, tentunya memerlukan tempat yang tinggi. Tak perlu khawatir jika kamu berada di Semarang dan sedang mencari-cari tempat yang tinggi untuk menikmati kembang api,

berkunjung saja ke kawasan Wisata Umbul Sidomukti Jimbaran

Beberapa tempat yang biasanya mengadakan pesta kembang perayaan tahun baru di daerah atas adalah wisata Alam Umbul sidomukti biasanya pengelola mengadakan pesta kembang api dan live music.

Pemandangan malam dari atas gunung memang tampak sangat indah, didukung dengan hiasan lampu-lampu kampung di sepanjang lereng tempat seperti ini cocok untuk kamu yang tidak suka keramaian

Bahkan di tempat ini pula sudah disediakan Camping Groud Area bagi kalian yang suka Camping lengkap dengan penyewaan Tenda dan Perlengkapanya

dan buat kalian yang tdak begitu hobi dengan Camping di sini sudah tersedia Pondok kopi dan caffe untuk menemani malam kalian di pesta pergantian tahun.

4. Menikmati Suasana Pergantian Tahu Baru di Candi Gedung Songo

(Foto : istimewa)

Jika kalian yang  ingin berajak dari hiruk pikuknya Kota Semarang dan suka ketinggian dengan Udara Khasnya kalian bisa memilih tempat yang satu ini yaitu Candi Gedong songo Bandungam tepatnya berada di desa Candi Bandungan Kabupaten Semarang

Disini kalian bisa menikmati malam pergantian tahun dengan kembang api yang sudah disediakan oleh pihak pengelola wisata, Jadi kalian bisa menikmati malam dan berada di ketinggian juga dengan pesta kembang api dan juga kalian bisa juga menidirikan tenda lo disini tak jarang banyak wisatawan yang sengaja membawa anak istrinya dan mendirikan tenda untuk merayalan perayaan malam pergantian tahun

5. merayakan Malam pergantian Tahun Baru di Puncak Gunung Andong

(Foto : Istimewa)

Buat kalian pecinta Travellig atau kalian yang doyan naik gunung pasti kenal kan dengan gunung yang satu ini. Salah satu gunung mungil di kabupaten semarang ini tak pernah luput dari keramain para pendaki

Tak terkecuali dengan malam pergantian tahun gunung yang berada di daerah Desa Grabag Salatiga ini selalu dipenuhi para pendaki baik dari daerah maupun luar daerah

Karena memang ketinggian gunung yang yak begitu tinggi hanya berada di ketingian 1726 Mdpl dengan waktu pendakian sekitar 1 Jam 30 detik fakta itulah yang membuat  banyak para pendaki  dan traveller memilih gunung ini sebagai tempat merayakan malam pergantian tahun

Nah itu dia kelima tempat di semarang yang mempunyai pesona dan tempat terbaik buat kalian menikmati malam pergantian Tahun Ala Traveller bersama keluarga dan orang terkasih anda.

jadi jangan khawatir tidak bisa menikmati malam pergantian tahun dengan baik ya, jangan lupa tetap jaga kebersihan dimanapun kalian berada dan tetap jaga diri dan kanan kiri kalian karena tak menutup kemungkinan tindak kriminalisasi meningkat di malam pergantian Tahun ini..soo “Happy New year 2017”.

 

[Nkh]

Wis Semar, Aplikasi Pemandu Wisata Semarang

*Ilustrasi

Jatengku.com – Pemerintah Kota (PemKot) Semarang memiliki program aplikasi baru di ponsel pintar yang diberi nama “Wis Semar” kepanjangan dari Wisata Semarang yang berguna untuk memudahkan wisatawan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, PemKot Semarang memiliki program aplikasi yang bisa di manfaatkan para pelancong dari luar kota untuk mencari tempat tempat wisata yang ada di semarang.

Kami punya beberapa program aplikasi yang bisa dimanfaatkan, salah satunya ‘Wis Semar’ (Wisata Semarang). ‘Monggo’ saja dipakai bagi kawan-kawan dari luar Semarang,” katanya di Semarang, Selasa (27/12/2016).

“Wis Semar”, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi merupakan suatu aplikasi layanan publik dari Pemkot Semarang yang digunakan sebagai pemandu wisata di Kota Semarang.

Aplikasi yang bisa didapat di Playstore tersebut memberikan konten terhadap layanan aplikasi mobile smartphone Android, sehingga pengguna dapat mengetahui lokasi secara realtime dari posisi sekarang.

Aplikasi “Wis Semar”, kata dia, merupakan salah satu dari 149 aplikasi yang dimiliki Pemkot Semarang, baik aplikasi yang berbasis Android hingga berbentuk website, seperti KRK online.

“Wis Semar ini monggo (silahkan, red) saja dipakai untuk mencari tempat atau lokasi (wisata, red.) yang bagus, terutama wisatawan yang mengunjungi Semarang pada libur Natal dan Tahun Baru ini,” katanya.

Ada banyak destinasi unggulan Kota Semarang yang bisa dikunjungi, kata dia, mulai kawasan Kota Lama dengan Gereja Blenduk dan banyak bangunan peninggalan Belanda, hingga Goa Kreo yang menawarkan wisata alam.

Ia berharap masyarakat dari luar kota yang menikmati wisata di Kota Semarang selama libur Natal dan Tahun Baru ini bisa terlayani dengan baik, aman, dan nyaman.

“Kalau ada hal-hal yang mungkin kurang, kawan-kawan dari luar Kota Semarang bisa langsung melaporkan kepada kami, termasuk lewat ‘online’, atau bisa juga SMS Lapor Hendi,” katanya. [GG]

Pantai Ngebum di serbu wisatawan, BAKOPPAK : inilah Saatnya Kita Mencintai Alam Indonesia | Jatengku.com

Jatengku.com – di sibukan dengan rutilitas sehari hari dengan segala kesibukan pekerjaan dan lainya acap kali menjadikan masyarkat sangat membutuhkan refresing atau hanya sekedar melepas penak dari segala hiruk pikuk kesibukan. Hal ini pula yang terjadi dengan salah satu wisata kota di Jawa Tengah kendal, akhir pekan yang bertepat dengan Hari Natal. terlihat di kawasan pantai Ngebum dari pagi terlihat pantai di padati para wisatawan baik dari daerah maupun berbagi kota di Jawa Tengah, Kaliwungu Kendal,(25//12/2016)

Minggu pagi yang ramah di temani pemandangan matahari terbit yang sangat elok menyambut wisatawan di salah satu objek wisata pantai di Mororejo, Kaliwungu Kabupaten kendal Jawa Tengah. di kota yang kini menjadi kawasan di padat Industri tersebut

Terpantau dari pukul 05.30 pengujung mulai berdatangan dan memadati kawasan wisata ini, selain menjadi pilihan wisata yang baik pantai Ngebum seringkali menjadi pilihan karena pantai yang sangat mudah di jangkau tetapi juga mempunyai keindahan pemandangan alam yang sangat menarik.

salah satu sudut Komunitas pecinta alam BAKOPPAK, sedang melakukan brifing untuk memulai kegitan penjagaan dan pengawalan keamanan wisata pantai Ngebum Kaliwungu (doc : Ulfa U.K)

Di saat mayoritas masyarakat memanfaatkan waktu liburan ini untuk berwisata dengan keluarga atau orang orang terkasih mereka.

Tidak dengan salah satu dengan Salah satu Komunitas pecinta Alam di Kaliwungu kendal, terlihat pemandangan yang berbeda adalah mereka BAKOPPAK komunitas pecinta alam yang tergerak untuk berpartisipasi dikawasan wisata ini , selain dari keinginan tulus para anggota BAKOPPAK mereka juga dikukuhkan sebagai Relawan pantai Ngebum oleh Tim BPBD kab Kendal.

Masrur koordinator Komunitas ini menuturkan “Bertepatan liburan sekolah juga libur Natal pengunjung di pantai ngebum sangat ramai, yang tentunya sangat diperlukan pengawasan dalam hal penanggulangan apabila terjadi hal hal yg tidak diinginkan”

Hal ini itu pula yang menjadi kegelisahan mereka dan untuk kemudian komunitas memutuskan untuk ikut andil ambil bagian dalam pengawasan dan pengawalan keamanaan pantai Ngebum

Pengecekan kemanan dan perlengkapakn savety angotta BAKOPPAK (doc : Ulfa U.K)

“pada kesempatan pengawaaan keamanana kali ini kami menurukan sekitar 32 personil dari Anggota BAKOPPAK selain melakukan pengawasan dan pengawalan keamanan kami juga melakukan simulasi evakuasi korban tenggelam,dengan di saksikan ribuan pengunjung pantai ngebum simulasi berlangsung sesuai yang direncanakan”, imbuhnya

Prihatin dengan kondisi pantai yang kotor oleh sampah plastik BAKOPPAK merasa tergerak untuk mengajak pengunjung khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk membuang sampah pada tempatnya.

Masrur juga menambahkan” tingkat kesadaran pengunjung tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya masih rendah, terbukti mereka seenaknya membuang sampah yang di sembarang tempat”, tandasnya

Brifing Team BAKOPPAK yang bertugas membesihkan sampah siap mengeban tugas (doc : Ulfa U.K)

Dalam waktu yang bersamaan pula ada satu tim lagi dari bakoppak yang malakukan aksi beraih sampah Dengan aksi nyata 20 orang dari BAKOPPAK melakukan pengambilan sampah sepanjang bibir pantai dan kawasan sekitarnya.disela sela pengunjung tim ini dengan sigap mengambil sampah yg berserakan

Salah satu potret kebersamaan anggota Bakoppak di sela sela kegiatanya, menjalankan tugas sosial sama sekali tak mengurangi rasa kebersamaan dan kebahgiian di hari libur mereka. (Doc : Ulfa U.K)

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan aksi nyata  Bakoppak dalam turut serta menjaga dan melestarikan alam yang merupakan anugerah dari Tuhan yang patut dijaga kelestariannya secara berkesinambungan.

Harapanya kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat dan memotivasi masyarakat untuk bersama menjaga  keselamatan dikawasan wisata dan kelestarian Alam agar kelak generasi yang akan datang bisa tetap menikmati keindahan alam ini.

 

 

 

Penulis : Ulfa Uswatun Khasanah

Editor   : Nukhan Dzu

PRAKIRAAN CUACA

Semarang
light rain
23.2 ° C
23.2 °
23.2 °
97%
0.6kmh
76%
Kam
27 °
Jum
26 °
Sab
26 °
Ming
27 °
Sen
29 °

BERITA TERBARU