Peristiwa

Peristiwa

Di Guyur Hujan Deras, Banjir disertai Longsor Kepung Pacitan

*ilustrasi

PACITAN, Jatengku.com – banjir terjadi setelah kabupaten di Pacitan tersebut diguyur hujan sejak Selasa dinihari, 28 November 2017. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dua korban ditemukan tewas tertimbun tanah longsor dan hanyut dalam banjir di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung. Sedangkan tiga warga lain belum ditemukan.

“Proses pencarian masih terus dijalankan,’’ ungkap Sekretaris BPBD Kabupaten Pacitan Ratna Budiono seperti di langsir dari Tempo, Selasa (28/11)

Ratna menyebut proses evakuasi warga yang terdampak banjir juga dilakukan. Petugas gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pacitan dibantu BPBD Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek mengevakuasi sedikitnya 1.200 warga ke lokasi pengungsian.

“Di kawasan JLS (jalan lintas selatan) yang lebih tinggi daripada pemukiman dan beberapa titik lain yang aman,” ujar Ratna.

pihaknya belum dapat mendata jumlah rumah yang terendam banjir. Sebab, petugas TRC masih fokus mencari korban dan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. “Sekarang di Pacitan darurat bencana. Hal ini sebagai dampak badai di laut selatan Jawa.” Tukasnya

Lokasi penampungan sementara itu diperuntukkan bagi warga sejumlah desa yang terkena banjir. Luapan air dari sungai yang mengalir dari wilayah Kecamatan Kebonagung menuju Sungai Grindulu, sungai terbesar di Pacitan, menenggelamkan sejumlah rumah. Permukiman warga itu terletak di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kebonagung, Pacitan, dan Arjosari (*)

BNPB nyatakan Gunung Agung Bali Masuki Status Awas

Jatengku.com – “Status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06.00 Wita,” Tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya. Senin (27/11/2017) pagi

Erupsi Gunung Agung terus meningkat. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga atau level 3 menjadi Awas atau level 4 pada hari ini

Sampai hari ini, erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.tingkat erupsi Gunung Agung sekarang meningkat dari fase freatik ke magmatik, sejak teramati sinar api di puncak di malam hari pada 25 November 2017 pukul 21.00 Wita.

Lebih lanjut Sutopo memparkan kepulan abu yang menerus kadang-kadang disertai erupsi eksplosif disertai suara dentuman lemah yang terdengar sampai jarak 12 km dari puncak.

“Sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi,” Tukasnya

Teramati letusan dengan tinggi 3.000 meter dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor nonharmonik menerus amplitudo 1-10 mm (dominan 1-2 mm). Dipantau Pos pengamatanGunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, melaporkan bahwa secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah. (*)

Setya Novanto Kecelakaaan

JAKARTA, Jatengku.com – setelah dari Metro TV, akan bertemu dengan pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar. kata Fredrich Setelah dari sana, kata dirinya akan mendampingi kliennya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan penasihat hukum Novanto, saat mengunjungi kliennya di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.

Ketua DPR RI Setya Novanto dikabarkan akan datang ke studio Metro TV sebelum mengalami kecelakaan

“Janjiannya ketemu di Metro TV,” kata Frederich. “Mobilnya kecelakaan, bagian depan hancur, kacanya lepas. Beliau pingsan.”

Dia mengungkapkan usai kecelakaan itu, Novanto langsung dibawa ke RS Medika Permata Hijau. Frederich menuturkan dirinya tak tahu berapa ajudan yang berada dalam mobil saat itu.

Tolak Politik Upah Murah, Aliansi Buruh Kota Semarang Geruduk Kantor Ganjar Pranowo

(Aliansi Buruh Jawa Tengah Geruduk kantor Gubernur Jawa Tengah Tuntut Upah Layak senilai 2,7 Juta dan Tolak upah murah dengan PP 78/2015. Foto : Afgan/Jatengku.com)

SEMARANG, Jatengku.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kota Semarang geruduk Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah di Jl. Pahlawan No.9 Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).

(Aliansi buruh Jawa Tengah Tuntut Gaji Layak Hapus PP 78/2015. Foto : Afgan/Jatengku.com)

Jawa Tengah sebagai daerah dengan potensi Industri yang besar memiliki masalah yang cukup serius. Tercatat, mulai banyak di bangun kawasan-kawasan Industri di wilayah Jawa Tengah, seperti di Kendal, Demak, Semarang hingga Boyolali, hal ini tentu membutuhkan banyak SDM untuk menjadi tenaga kerja, namun predikat sebagai wilayah dengan upah paling terrendah tetap disandang Provinsi yang di pimpin oleh Ganjar Pranowo ini.

UMK Kota Semarang sendiri sebagai Ibu Kota Provinsi saat ini berada pada nilai Rp. 2.125.000. Hal ini tentu sangat tertinggal jauh dengan provinsi lainnya di Jawa. Kegelisahan buruh tentang upah murah menjelma menjadi horor yang luar biasa, satu kenyataan kebijakan yang kurang manusiawi salah satunya yakni berkaitan dengan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang mana sebagai barometer penentuan upah sudah tak lagi di gunakan sejak lahirnya PP No.78 Tahun 2015 tentang pengupahan dimana kenaikan upah buruh per tahunnya hanya didasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PDB) saja, padahal sangat jelas dalam Undang Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, upah harus ditentukan dengan melakukan survey KHL.

Aliansi Buruh Kota Semarang yang terdiri dari beberapa federasi serikat pekerja diantaranya yakni FKSPN, FSP KEP, FSP KAHUTINDO, FSPMI, FSP FARKES Ref, FSPI dan FSPLN mengusung angka kenaikan UMK untuk tahun 2018 yakni Rp 2.754.865,87. Mereka mengusung konsep penyetaraan upah layak supaya upah Kota Semarang mampu mengejar ketertinggalan dengan wilayah lain.

Ketua DPW FSPMI Jateng, Aulia Hakim, Amd, salah satu presidium aliansi buruh kota semarang mengatakan, dengan upah layak akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin baik. Hakim mengungkapkan, nilai Rp 2.754.865,87 merupakan angka yang dihasilkan berdasarkan survey riil harga kebutuhan pokok yang dilakukan di pasar.

“Kami lakukan survey KHL di pasar pasar sehingga didapatkan angka riil, hal ini kami lakukan agar buruh benar benar merasakan hidup layak berdasar pada upah yang layak pula”, ungkapnya.

Hakim juga menyampaikan, aksi aliansi buruh kota Semarang ini adalah pemanasan untuk aksi berikutnya di tanggal 20 November minggu depan, bebarengan dengan penetapan UMK. (Afg)

Polri Bakal Tindak Guru SMPN 10 Pangkal Pinang Aniaya Muridnya

Jatengku.com – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan, bahwa tindakan guru sebuah sekolah di Pangkal Pinang, Bangka Belitung yang aniaya muridnya di dalam kelas tersebut merupakan tindak pidana

Ia mengatakan bahwa perbuatan semacam itu harus diproses dengan tegas secara hukum, sehingga bisa menjadi efek jera bagi pelaku dan pelajaran bagi yang lainnya.

“Perbuatan seperti itu harus dipidana, supaya pemidaaan itu yang dilakukan bisa (menjadi) efek jera,” kata Kombes Martinus kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).

Kemudian Martinus juga mengatakan bahwa dalam persoalan hukum, pihaknya akan turun tangan. Namun dikatakan mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut bahwa pihak yang paling berwenang dalam persoalan tindakan oknum guru tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kalau proses hukumnya, ya pasti (domain) kita dan kita akan tindak. Tapi yang lebih berperan penting di sini ada Kemendikbud,” pungkasnya.

Diketahui, pada sebuah postingan video aksi brutal seorang guru terhadap murdinya sendiri di dalam sebuah kelas menjadi viral di sosial media. Dan diketahui jika oknum tersebut bernama Ma’in, yakni seorang guru di SMPN 10 Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Insiden tersebut berlangsung pada hari Sabtu (11/10/2017) lalu ketika seorang siswa yang diketahui bernama Rama Heryanto Putra (14) memanggil pelaku langsung nama tanpa menyebutkan “Pak”. Merasa tidak terima dipanggil langsung nama oleh siswanya sendiri, oknum guru tersebut langsung berang dan menghajar korban dengan brutal.

Tak hanya memukuli Rama, salah seorang teman Rama yang sempat mencoba melerai justru menjadi salah satu sasaran tinju oknum guru tersebut.

Akibat aksi kekerasan gurunya itu, dikabarkan korban sempat menjalani perawaran di IGD RUSD Kota Pangkal Pinang. Namun setelah Hari Senin (16/10/2017) lalu dilakukan pertemuan antara pihak sekolah, pelaku dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkal Pinang, kasus tersebut berakhir damai dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pelaku.

Sementara itu, Rama yang menjadi korban penganiayaan tersebut kini sudah pulih dan bisa bersekolah seperti sedia kala.(*)

Tak Kunjung Temui Perkembangan, Masyarakat Kalisari Datangi Polres Demak

DEMAK, Jatengku.com – Belum ada kejelasan mengenai laporan yang sudah pernah dilaporkan beberapa bulan yang lalu, warga kalisari mendatangi Polres Demak,  untuk minta SP2H. Demak, kamis (2/11/2017)

Khoirudin bersama warga kalisari lainya dengan di dampingi oleh LBH Demak Raya hari ini kamis, (2/11) ini tadi mendatangi Polres Demak untuk minta kejelasan kasus yang sudah pernah dilaporkannya.

Maksud kedatangan beberapa warga ini dengan maksud mengucapkan terimakasih pada Polres Demak dan jajaranya karena responsif terhadap laporan yang pernah dilakukan warga sebelumnya.

“Kami juga mendukung kepada Polres Demak untuk segera menyelesaikan persoalan ini, akan tetapi hingga karena hingga saat ini kami belum menerima hasil perkembanganya makanya kita meminta kejelasan kasus ini prosesnya sejauh mana?

Sebagaimana laporan warga terdahulu, warga melaporkan kepala desanya karena mengeruk tanah desa untuk kepentingan dirinya sendiri, dan warga menganggap selama ini Kepala Desanya telah menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri sehingga menyebabkan kerugian terhadap desa dengan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri dari hasil penjualan tanah urug itu.

Haryanto Advokat Publik LBH Demak Raya yang mendampingi warga ini menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) merupakan hak bagi pelapor. Dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyelidikan /penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala.

Lebih lanjut Haryanto juga menjelaskan berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 39 ayat 1, berbunyi dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap 1 bulan, lha maka alasan inilah warga dengan di dampinginya minta SP2HP kepada penyidik yang berwenang.

Sementara itu Nanang Nasir Kepala Kantor LBH Demak Raya yang ikut dalam pendampingan ini berharap agar polres juga bisa bekerja profesional, cepat, tepat, transparan dan akuntabel dalam memeriksa perkara ini, agar masyarakat desa kalisari juga bisa mendapatkan kejelasan atau keadilan terkait dengan persoalan yang sedang dialami di desanya, tandasnya. (*)

Merasa di Intimidasi, Ahmad Ridho Laporkan RSJD Amino Gondohutomo Semarang

DEMAK, Jatengku.com – berikhtiar untuk sembuh, pemuda asal sayung Demak ini malah jadi korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum RSJD Amino Gondohutomo Semarang. Demak, Rabu, (1/11/2017)

ahmad Ridho (28) menjadi korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai RSJD Amino Gondohutomo Semarang, menurut Kasdi(58) tetangga yang mengantarkan Ridho, kisah ini bermula ketika Ridho dalam seminggu ini sering murung, kemudian keluarga berinisiatif membawa ke RSJD selasa 24 Oktober 2017 sekitar jam 14.30,

sesampainya disana karena ada salah satu berkas yang kurang kemudian Kasdi memaksa untuk segera di rawat saja dulu karena sifatnya emergency, untuk berkas yang kurang nanti akan di susulkan kemudian, kemudian dari pihak RSJD juga menyampaikan bahwa pasien atau Ridho baru boleh dibezoek minimal 2 minggu atau satu bulan berikutnya,

pihak RSJD menyampaikan kalau langsung di bezoek nanti si pasien malah langsung ngajak pulang, dikarenakan merasa iba dan kasihan kemudian rabu siang, tanggal 25 Oktober 2017, Mujiono bersama keluarga yang lain membezoek korban, tapi alangkah kagetnya keluarga mendapati Ridho dalam keadaan di ikat dan sekujur wajahnya penuh dengan lebam, kemudian dari keluarga juga meminta klarifikasi dari rumah sakit, didapat keterangan bahwa Ridho kejedug tembok dan tempat tidur rumah sakit,

karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan,  akhirnya mujiono mohon izin pamit pulang, dan setelah sampai dirumah kemudian mujiono berembug dengan keluarga besarnya tentang kondisi Ridho yang dilihatnya tadi siang, akhirnya disepakati bahwa Ridho besok harus segera pulang.

Kemudian hari kamis, tanggal 26 Oktober 2017 akhirnya keluarga Ridho memaksa untuk pulang dan diizinkan RSJD Amino Gondhohutomo Semarang.

Di tengah tengah perjalanan pulang, Ridho bercerita bahwa dia ketika di RSJD itu mengaku dipukuli oleh orang orang yang mamakai seragam dan yang di duga oknum atau pegawai RSJD, mendengar cerita itu kemudian keluarga geram dan pada hari itu juga langsung melakukan visum et repertum di RSI Sultan Agung Semarang.

Dan hari jum’atnya langsung mengadukan persoalan ini ke Polsek Pedurungan dan Polrestabes Semarang, akan tetapi tidak direspon baik oleh penjaga piket pada waktu itu, dengan dalih tidak ada bukti atau saksi yang melihat langsung kejadian itu, yang kemudian mereka kembali pulang.

Anwar Sadad Pengabdi Bantuan Hukum Demak Raya yang hari ini ke rumah Ridho menyampaikan sebebarnya sejak minggu kemarin pihaknya menerima pengaduan oleh warga ini, akan tetapi karena kesibukan lembaga baru kali ini kita bisa menindaklanjutinya.

Menurutnya seharusnya rumah sakit juga bertanggung jawab dalam hal ini, terlepas siapapun pelakunya entah itu sesama pasien atau apalagi diduga oknum pegawai/ perawat rumah sakit harus bertanggung jawab, apalagi warga ini khan sudah mengadukan hal ini ke kepolisian lalu kenapa di tolak, alasanya apa?

Lha inilah nanti yang akan kita tanyakan ke Polsek Pedurungan atau ke Polrestabes Semarang, karena prinsipnya warga negara sama dihadapan hukum, dan kita juga berharap agar kejadian kejadian sperti ini tidak terulang kembali dan ada perbaikan SOP atau pelayanan dilingkungan rumah sakit milik pemerintah ini, tutup anwar yang juga sekretaris LBH Demak Raya ini.(*)

Buruh Jakarta Apresiasi Kebesaran Hati dan keberanian, Wagub Sandiga Uno

JAKARTA, Jatengku.com – Buruh Jakarta mengapresiasi kebesaran hati dan keberanian Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang naik ke atas mobil komando untuk langsung menemui peserta aksi. Demikian disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Selasa (31/10/2017).

Menurut Said Iqbal, Hal ini menunjukkan kerendahan hati dan keinginan untuk terus membuka ruang dialog tanpa harus marah-marah dan merasa paling benar sendiri, tanpa mau mendengar aspirasi rakyat Jakarta.

“Buruh menaruh rasa hormat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang berbeda dengan Gubernur sebelumnya dalam menyikapi aksi buruh,” kata Said Iqbal.

Seperti diketahui, hari ini buruh DKI Jakarta melakukan aksi di Balai Kota untuk mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menetapkan UMP 2018 sebesar 3,9 juta.

Dia berharap, hal ini satu langkah permulaan yang baik dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, khususnya dalam menetapkan UMP DKI Jakarta.

Lebih lanjut Said Iqbal mengatakan, “Bagi kami, ini adalah cara untuk bersilahturahmi dengan pemimpin Jakarta yang baru. Kami mendukung slogan maju kotanya bahagia warganya, demi meningkatkan daya beli buruh Jakarta yang berimplikasi dengan menanjaknya konsumsi rumah tangga di Jakarta sehingga akan menambah lapangan kerja baru bagi masyarakat Jakarta.”

“Buruh Jakarta malu dan merasa dimiskinkan karena UMP DKI Jakarta lebih rendah dari upah buruh Vietnam, China, Thailand, Malaysia, bahkan lebih rendah dari UMK Bekasi dan Karawang akibat dari kebijakan upah murah dari Ahok dan Jarot,” pungkasnya.

 

Pabrik Petasan Meledak, Presiden KSPI Kutuk Keras Kadisnaker

Jatengku.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengutuk keras perusahaan pembuat petasan di kawasan Tangerang.

Menurutnya, insiden meledaknya pabrik petasan tersebut terjadi lantaran perusahaan abai terhadap standar keselamatan kerja bagi karyawannya.

“KSPI mengutuk keras pengusaha pabrik petasan yang telah lalai dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” kata Said Iqbal di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Yang membuat Iqbl geram adalah, ternyata ada dugaan jika perusahaan tersebut ilegal alias tidak memiliki izin resmi.

Menurut Said Iqbal, Kadisnaker dan Menaker harus bertanggung jawab karena puluhan nyawa buruh hilang sia-sia akibat kejadian ini.

Dia menilai, ini adalah akibat tindak pidana pengusahanya dan kelalaian Kadisnaker dan Menaker dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu, KSPI mendesak agar Kadisnakertrans Tangerang dan Menaker dicopot.

“KSPI menuntut penjarakan pengusahanya. Copot Kadisnaker Tangerang. Selain itu Menaker harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawab moral,” tegas pria yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ini.

Bahkan Said Iqbal mendesak Presiden Joko Widodo agar memberhentikan Menteri Ketenagakerjaan karena kasus pelanggaran K3 yang terus berulang.

Sebelumnya di Tangerang juga terjadi kasus perbudakan di pabrik panci dan ledakan pabrik Mandom di Bekasi yang merenggut nyawa 20 orang buruh.

“Menaker gagal memberikan perlindungan. Karena itu, buruh Indonesia mendesak Menaker dicopot,” pungkasnya.

Diketahui, pada hari Kamis (26/10/2017) sebuah pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Banten dikabar meledak. Bahkan dalam peristiwa tersebut, setidaknya ada 47 orang pekerja meninggal dunia dan puluhan lain mengalami luka-luka atas meledaknya pabrik petasan tersebut.(*)

Koordinator Pusat BEM-SI Dipanggil Polisi

Jatengku.com – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, bahwa pihaknya tengah memanggil dua orang Mahasiswa yakni Panji Laksono dan koordinator pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Wildan Wahyu Nugroho. Bahkan keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemanggilan kedua orang aktivis Mahasiswa tersebut berkaitan dengan pengembangan kasus kerusuhan yang terjadi, ketika ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jumat (20/10/2017) lalu.

“Iya, kalau ada pemanggilan keduanya sebagai tersangka, berarti ada pengembangan dari yang sebelumnya sudah ditetapkan (sebagai tersangka),” kata Kombes Pol Argo kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Penetapan tersangka terhadap Panji Laksono yang merupakan Presiden Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (KM) IPB tahun 2017, dan Wildan yang juga sebagai Presiden BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) 2017, adalah lantaran keduanya diduga telah melakukan tindakan provokatif dalam aksi tersebut.

“Mereka diduga memprovokasi, pelakukan pengeroyokan terhadap orang atau barang dan atau melawan perintah petugas,” terang Argo.

Sementara tuntutan hukum yang dialamatkan kepada kedua orang Mahasiswa tersebut, Polisi menyangkakan keduanya telah melanggar Pasal 160, 170 juncto Pasal 216 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Perlu diketahui, jika Wildan Maupun Panji bukanlah termasuk dalam 14 orang Mahasiswa yang diamankan di Polda Metro Jaya ketika aksi unjuk rasa Mahasiswa tersebut digelar sampai tengah malam itu.

PRAKIRAAN CUACA

Semarang
broken clouds
21.9 ° C
21.9 °
21.9 °
100%
0.8kmh
80%
Jum
28 °
Sab
26 °
Ming
26 °
Sen
26 °
Sel
26 °

BERITA TERBARU