Melancong ke Taman Iklim Kudus

Melancong ke Taman Iklim Kudus

170
BERBAGI

KUDUS, Jatengku.com – Wisata Kampung Iklim Kauman Ngembalrejo kecamatan Bae Kudus sedang ngetrend dikalangan anak muda. Ratusan pengunjung setiap hari mendatangi lokasi tersebut untuk sekedar berselfi ataupun foto rame-rame ke taman-taman yang ada di Kampung Iklim. Salah satunya taman yang instagramabel banget yakni Taman warna-warni Pinggir Kali (Pinka). Penasaran, saya pun beramai-ramai mendatangi wisata ini.

Letak kampung iklim tidak jauh dari Kota Kudus tepatnya di Jalur Pantura Kudus – Pati Km 4, sehingga para pengunjung dapat dengan mudah ke lokasi.

Eits….awalnya saya sempat ‘tersesat’ hehe menuju lokasi taman Pinka karena banyaknya jalan-jalan yang ada di kampung Iklim. Berbekal petunjuk warga akhirnya sampailah ke lokasi!!!!.

Cuaca begitu terik, namun tak menyurutkan hilir mudik pengunjung ke Taman Pinka. Menurut tokoh masyarakat yang juga pemilik Taman Pinka, Akhwan Sukandar, ide membuat taman warna-warni merupakan keisengan dirinya menghilangkan kejenuhan disela-sela rutinitas. Sehingga pekarangan rumahnya yang masih cukup luas disulap menjadi taman. Ternyata…. taman yang masih tahap penyempurnaan tersebut menjadi viral setelah ada yang mengunggah ke medsos.

Saya pun diajak menyusuri jalan-jalan ditaman tersebut yang dipenuhi gambar karakter superhero dan kartun, bersama sang pemilik.

Puas berfoto di taman Pinka, saya lanjutkan keliling kampung iklim. Kali ini saya ditemani Pak Umar Chotob pengagas kampung iklim. Bapak yang ramah ini, bercerita awal digagasnya kampung iklim karena kampungnya jadi langganan banjir. Bersama warga dari RT I sampai VIII berlomba-lomba menampilkan kreasi menjadikan kampung mereka juara dari kementerian Lingkungan Hidup. Disetiap rumah diwajibkan mempunyai tanaman sehingga saat berkeliling desa itu terasa sejuk dan asri.

Saya mampir ke taman “Dulbahim”. Dalam benak saya bertanya apa itu Dulbahim, usut punya usut ternyata Dulbahim itu singkatan dari peduli perubahan iklim. Ealah Pak…kreatif juga pemberian nama tamannya.

Di taman yang juga pekarangan milik warga, terdapat posko tanggap darurat, outbond, pembuatan kompos dan ruang jagong warga. Bank sampah juga ada di kampung tersebut.

Sungguh pengalaman berharga berwisata ke kampung iklim. Dikampung ini saya banyak belajar tentang pengelolaan lingkungan. Sekaligus berwisata ala kekinian foto ditaman-taman. Heemmm menyenangkan dekat dan gratis……!!

 

 

(Traveller: Tini Melati).