Polda Metro Jaya, Jerat Pemilik Situs NikahSirri.com dengan UU ITE

Polda Metro Jaya, Jerat Pemilik Situs NikahSirri.com dengan UU ITE

71
BERBAGI

Jatengku.com – Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan Aris Wahyudi sebagai pemilik situs Nikahsirri.com sebagai tersangka dalam kasus tuduhan pelanggaran UU ITE dan UU Pornografi.

Hal ini pun dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan. Ia mengatakan bahwa Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang telah menjerat CEO NguberJek tersebut dengan pasal berlapis.

“Yang bersangkutan dikenakan UU ITE dan UU pornografi,” ujar Kombes Pol Adi kepada wartawan, Minggu (24/9/2017).

Kombes Pol Adi mengatakan, bahwa penangkapan dan dijeratnya Aris ini sebagai bentuk tindak lanjut dari informasi terkait adanya situs yang sudah mengarah ke pornografi dan eksploitasi perempuan dan anak.

“Ini operasi kerjasama dengan Kominfo RI, masih dalam satgas gabungan pemberantasan pornografi untuk memberantas pornografi online,” tutur Adi Tentang Situs NikahSirri.com

Situs NikahSirri.com didirikan oleh Aris Wahyudi di kediamannya di kawasan Jl. Manggis Blok A No.91, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat.

NikahSirri.com sendiri merupakan sebuah aplikasi android yang diklaim Aris bisa untuk membantu mempertemukan seseorang yang disebutnya dengan istilah PELAMAR dengan calon mempelai idamannya secara cepat dan akurat.

Ia juga mengaku memiliki database lengkap pria dan wanita yang serius untuk menikah, sehingga memudahkan pelamar untuk memilih sesuai harapannya. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan layanan untuk pasangan yang hendak melakukan pernikahan yang sah dengan proses yang mudah dan murah.

Dalam NikahSirri.com, Aris Wahyudi menyampaikan dalam situsnya, bahwa aplikasinya tersebut memiliki 5 buah layanan utama. Diantaranya adalah :

1. Lelang Perawan

2. Mencari istri

3. Mencari suami

4. Mencari penghulu

5. Mencari saksi

Selain itu, dalam website NikahSirri.com, Aris sebagai pencipta situs online tersebut juga menyematkan beberapa gambar yang tidak pantas. Diantaranya adalah adegan ranjang, sepasang laki-laki dan wanita yang sedang melakukan hubungan badan di sebuah tempat yang diduga berada di Warung Internet (Warnet), dan juga literasi soal informasi jual perawan yang terjadi di China.