Seminar Rakyat Pati, Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi

Seminar Rakyat Pati, Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi

567
BERBAGI
Balkis Khan dan Arist Merdeka Sirait hadir dalam Seminar Rakyat Pati, Rabu (4/1/2017). (foto : ZEBE)

Jatengku.com – Seminar Rakyat Pati yang berlangsung di kompleks Makam Syekh Jangkung di kec. Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah, Rabu (4/1/2017) sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata religi.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait, serta Ketua dan Pengurus Yayasan Syekh Jangkung, H. Sudarman, S.Ag, M.M selaku pemrakarsa acara.

Saat menyampaikan materinya, Dra. Balkis Khan, M.Hum yang diundang sebagai narasumber lebih mengedepankan pelestarian tradisi budaya lokal. Balkis menganggap hal yang dianggap sepele justru bisa menjadi nilai tersendiri bagi wisatawan.

“Tolong pertahankan kendi  yang dipakai sebagai alat minum bersama. Karena filosofinya kebersamaan yang unik. Camilan khas seperti yang disajikan kacang, singkong, ubi, pisang dan lain-lain dikemas dibungkus cantik. Potong kecil umbi-umbian  dengan ukuran dua gigitan sehingga menarik dan tidak mubazir dan kesejahteraan meningkat, ujar Balkis Khan disambut dengan setuju oleh peserta seminar.

Balkis melanjutkan, seragam khas hitam-hitam dan memakai blangkon perlu dilestarikan agar memperkuat budaya setempat. Bila ini adalah seragam di kompleks ini maka wisatawan akan merasa aman dan nyaman. Karena kebutuhannya merasa diperhatikan.

Balkis Khan saat menyampaikan materinya dalam Seminar Rakyat Pati.

Alumni UI bergelar master Arkeologi ini mamaparkan, sangat penting mengenalkan dan melestarikan situs dan artefak makam Syekh Jangkung. Hal ini tidak hanya untuk meningkatkan pariwisata religi ataupun ziarah, tetapi juga kunjungan ilmuwan.

Balkis juga teringat provinsi Kalimantan Timur tempat kelahirannya yang terkenal dengan Kerajaan Kutai Islam. Kraton dan kompleks makam Kutai yang sudah menjadi kunjungan wisata di Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

Sementara itu, Arist Merdeka Sirait memperkuat paparan Balkis, karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan anak disekitar untuk memperoleh hak belajar, makanan, kesehatan dan rekreasi setidaknya.

Diakhir penyampaian materinya Balkis Khan berharap agar kelak makam-makam arkeologis dan sejarah mendapat tempat yang diburu bagi wisatawan baik tingkat nasional maupun mancanegara. (ZEBE)