Teknologi Daur Ulang Perkerasan Jalan

Teknologi Daur Ulang Perkerasan Jalan

440
BERBAGI
*infografis

Jatengku.com – Volume dan beban kendaraan cenderung terus bertambah sehingga diperlukan suatu inovasi dalam bidang pemeliharaan jalan guna mempertahankan atau menambah umur rencana jalan dalam melayanani beban lalu-lintas. Disadari bahwa dibutuhkan infrastruktur yang kuat untuk menyehatkan ekonomi dan jalan yang baik merupakan bagian yang sangat vital dari infrastruktur ini. Jika dana tidak mencukupi maka metode rehabilitasi jalan yang lebih efektif dan efisien harus didapatkan. Peningkatan jalan dengan cara penambahan lapis tambahan yang terus menerus akan mengakibatkan tebal lapis perkerasan semakin tebal dan bahan yang diperlukan semakin menipis.

Diperlukan inovasi untuk mencari metode pembangunan alternatif yang dapat menaikkan keefektifan penggunaan biaya yang ada, yaitu dengan cara mengusahakan lebih banyak jalan yang direhabilitasi dari biaya yang dikeluarkan. Metode daur ulang (recycling) merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah ini.  Penanganan dengan teknologi daur ulang perkerasan merupakan suatu alternatif untuk mengatasi masalah ini karena memiliki beberapa keuntungan seperti dapat mengembalikan kekuatan perkerasan dan mempertahankan geometrik jalan serta mengatasi ketergantungan akan material baru.

Daur ulang yang diproses dan ditunjang dengan peralatan yang memadai akan menghasilkan bahan campuran yang nilai strukturnya dapat mengimbangi campuran yang baru. Penambahan bahan baru dan atau bahan tambahan pada material bekas garukan perkerasan lama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan daya dukung dari material bekas garukan.

Inovasi yang dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan-Badan Litbang PU ini, untuk menjawab kebutuhan pasar akan peningkatan infrastruktur yang baik. Tetapi tetap terbatas oleh keuangan Negara. Sehingga lewat daur ulang aspal ini, diharapkan mampu mengatasi kerusakan jalan yang terjadi dan meningkatkan mutu jalan.

Penggunaan 

Dikenal beberapa teknik daur ulang yaitu daur ulang pelaksanaan di lapangan (in place) dan ditempat pencampur (in plant) .

  • Dilapangan (in place) : Penggarukan, pembentukan dan pemadatan ditempat.
  • Ditempat pencampur (in plant) : Hasil garukan dibawa ke alat pencampur untuk diperbaiki propertiesnya. Ketebalan lapis perkerasan yang dibutuhkan dapat disesuaikan.

Pemilihan jenis daur ulang antara lain mempertimbangkan kondisi permukaan, lalu lintas, ketersediaan alat konstruksi yang dipilih.

Cara Pencampuran

Berdasarkan cara pencampurannya daur ulang dibagi menjadi 2(dua), yaitu :

  1. Daur ulang campuran dingin (cold recycling) misal : CTRB (Cement Treated Recycling Base),CTRSB (Cement Treated Recycling Sub Base), campuran dengan pengikat aspal emulsi, campuran dengan pengikat aspalcair,  Foam Bitumen.
  2. Daur ulang campuran panas (hot recycling) misal : daur ulang bahan garukan yang dipanaskan kembali di AMP(in plant), permukaan (in place).

 

Sumber : Badan Litbang PU