JATENGKU.COM, Surabaya — Luasnya dunia kedokteran bak hutan belantara yang memiliki sejuta hal untuk dieksplorasi. Dalam mengeksplorasi hutan belantara itu, adanya kompas akan sangat membantu proses eksplorasi agar dapat tetap berada pada jalur yang benar. Begitu pula dengan keberadaan dokter spesialis patologi anatomi dalam suatu rumah sakit.
Keberadaannya bak kompas yang menunjukkan arah diagnosis akan dibawa ke mana. Seorang dokter spesialis patologi anatomi memiliki peran dalam menegakkan diagnosis yang memvonis keadaan suatu pasien, apakah tumor yang diderita ganas atau jinak. Penentuan keganasan tumor yang diberikan oleh dokter spesialis patologi anatomi dijadikan sebagai pijakan tindak lanjut dari pemeriksaan untuk pasien.
Umumnya, profesi dokter di benak banyak orang adalah sosok yang secara langsung berhadapan dengan pasien untuk melakukan konsultasi dan tindakan. Berbeda dengan hal tersebut, dokter spesialis patologi anatomi banyak berkutat dalam laboratorium dengan bantuan analis patologi anatomi dalam melaksanakan tugasnya.
Laboratorium menjadi lokasi dokter spesialis patologi anatomi berkarya untuk memecahkan teka-teki dari sampel-sampel hasil operasi yang telah diberikan dokter spesialis lainnya. Slides dan mikroskop adalah perbekalan yang sudah seperti sahabat karib dokter-dokter spesialis patologi anatomi. Tanpa kedua hal tersebut, teka-teki yang diterima oleh dokter spesialis patologi anatomi akan sangat sulit untuk dipecahkan.
Dari mikroskop tersebut, muncul sejuta jawaban atas pertanyaan yang diterima terkait penyakit yang diteliti. Menurut dr. Theresia Fifi Judikristiani, Sp. PA (2025) dalam wawancara kunjungan Rumah Sakit Bhayangkara H. S. Samsoeri Mertojoso Surabaya yang telah dilakukan oleh penulis, “Menjadi dokter spesialis patologi anatomi justru letak menariknya adalah ketika harus dihadapkan dengan berbagai teka-teki diagnosis yang harus dipecahkan saat itu juga”.
Sebenarnya, apa saja tugas spesifik yang dikerjakan oleh dokter spesialis patologi anatomi yang membuatnya banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di balik pintu laboratorium? Pada dasarnya, cakupan layanan yang diberikan oleh dokter spesialis patologi anatomi adalah pemeriksaan histopatologi, sitologi, imunohistokimia, dan bantuan dalam otopsi klinik.
Apabila ditinjau melalui poli patologi anatomi yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara H. S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, ruangan dibagi menjadi dua bagian, yakni ruang konsultasi dan tindakan kepada pasien serta bagian laboratorium yang digunakan untuk memproses bahan-bahan operasi yang diterima.
Ruang konsultasi dan tindakan merupakan titik di mana dokter spesialis patologi anatomi berinteraksi dan bertemu secara langsung dengan pasien. Ruangan tersebut juga menjadi tempat di mana dokter spesialis patologi anatomi melakukan tindakan berupa Fine Needle Aspiration Biopsy atau biasa disingkat dengan FNAB, metode mengambil spesimen kecil dari bagian tumor di tubuh pasien menggunakan jarum tipis yang nantinya akan digunakan sebagai tuntunan dokter spesialis patologi anatomi dalam menentukan diagnosis.
Di lain sisi, terdapat ruang laboratorium, ruang di mana dokter spesialis patologi anatomi bergelut dengan peralatan, cairan-cairan kimia, dan yang terpenting, bahan operasi yang telah didapat melalui dokter lainnya. Ruang inilah yang menyimpan banyak cerita dari keseharian dokter spesialis patologi anatomi.
Bak medan perang, di balik pintu ruangan laboratorium, berbagai proses dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi. Di ruangan ini, biasanya, dokter dibantu oleh analis patologi anatomi dalam berproses. Terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh dalam memproses bahan-bahan operasi yang telah diterima.
Pertama, bahan operasi (dalam bentuk jaringan) dimasukkan ke dalam sebuah wadah bernama cassette yang kemudian dimasukkan ke pot tissue processor (untuk pemroses jaringan) selama 18 jam, setelah itu dilakukan tissue embedding (pengeblokan jaringan untuk dibuat blok parafin). Blok parafin merupakan sebuah blok berisikan jaringan yang sudah mengalami pemrosesan yang dibenamkan dalam parafin tujuannya untuk menyimpan jaringan tersebut dan memotongnya menjadi bagian-bagian tipis.
Hasil potongan tersebut diletakkan ke dalam waterbath agar meregang dan menempel pada slide sehingga saat dilakukan pewarnaan, cat dapat menempel sempurna. Potongan jaringan tipis yang telah menempel di slide diletakkan pada hot plate agar semakin rekat dan tidak lepas saat dilakukan pewarnaan. Tahapan terakhir adalah pewarnaan dengan hematoxylin (warna biru keunguan di inti sel) dan eosin (warna pink di sitoplasma).
Siapa sangka dokter di balik layar ternyata juga memiliki bagian menarik yang justru jarang diketahui banyak orang. Spesialis yang jarang muncul di permukaan ini menuntut ketelitian dan ketekunan dalam menjalaninya. Sebagai salah satu pihak yang menerangi arah jalannya tindak lanjut pemeriksaan, dokter spesialis patologi anatomi memegang tanggung jawab yang besar. Keberadaan dokter spesialis patologi anatomi dalam dunia medis patut mulai dikenal dan diapresiasi oleh khalayak karena jasanya yang besar di balik layar kedokteran.
Penulis: Agatha Mahligai Ayu Nofiantari, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
