Peduli Keselamatan Pengendara, Mahasiswa KKN UP...

Peduli Keselamatan Pengendara, Mahasiswa KKN UPGRIS Tandai Jalan Berlubang di Jalur Kandeman Batang

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Batang — Curah hujan yang tinggi di bulan Januari mulai berdampak pada kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Batang. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah akses jalan di Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, yang kini dipenuhi lubang-lubang menganga dan genangan air.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi para pengguna jalan, terutama pengendara motor yang kerap terjebak karena lubang sering kali tertutup air hujan. Menanggapi situasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 9 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bergerak cepat melakukan aksi preventif pada Senin (2/2/2026).

Kelompok yang beranggotakan Adiel, Rafi, Marcho, Afni, dan Giska ini menjadikan kegiatan penandaan jalan berlubang sebagai salah satu program kerja prioritas mereka di bidang keselamatan transportasi.

Langkah Kecil untuk Nyawa Pengendara Dengan mengenakan jaket KKN biru khas UPGRIS, para mahasiswa ini tampak menyisir bahu jalan di bawah langit mendung. Berbekal cat semprot, mereka menandai setiap aspal yang rusak dengan lingkaran putih mencolok.

“Kami sering melihat pengendara mengerem mendadak atau oleng karena kaget ada lubang di depannya. Apalagi kalau malam hari atau saat hujan deras, lubang itu benar-benar tidak terlihat. Maka dari itu, kami turun tangan untuk memberi tanda peringatan,” ungkap Adiel, salah satu perwakilan mahasiswa.

Peduli Keselamatan Pengendara, Mahasiswa KKN UPGRIS Tandai Jalan Berlubang di Jalur Kandeman Batang

Aksi ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan bentuk kepedulian terhadap warga setempat dan pengendara lintas kota yang melintasi jalur Kandeman. Mengingat wilayah ini merupakan jalur padat kendaraan berat, lubang sekecil apapun bisa memicu kecelakaan beruntun jika tidak diantisipasi sejak dini.

Respon Positif Masyarakat Kehadiran Rafi, Marcho, Afni, dan Giska di tengah jalan raya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Beberapa warga menyebutkan bahwa jalan tersebut memang sudah lama rusak dan sering kali memakan korban, terutama bagi orang asing yang tidak hafal medan jalan.

“Kami berharap tanda yang dibuat teman-teman mahasiswa ini bisa meminimalisir risiko jatuhnya korban. Ini sangat membantu, setidaknya mata pengendara jadi lebih awas karena ada warna putih yang kontras di aspal,” ujar salah seorang warga Desa Kandeman.

Meski bersifat sementara, inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan permanen. Lewat program kerja ini, Kelompok 9 membuktikan bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu harus berupa hal-hal yang bersifat teoritis, namun bisa berupa tindakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh publik.

Setelah menandai jalanan, rencananya kelompok ini juga akan terus melakukan pemantauan dan melanjutkan program kerja lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan warga Desa Kandeman selama masa KKN berlangsung.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan