Atasi Masalah Sampah Desa Jogoprayan, Mahasiswa...

Atasi Masalah Sampah Desa Jogoprayan, Mahasiswa Undip Kenalkan Solusi Eco Enzyme

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Jurusan Ekonomi, Mohammad Regal Evan Martin, melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Desa Jogoprayan dengan mengangkat tema pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik. Kegiatan ini berfokus pada edukasi dampak buruk membuang sampah sembarangan serta pengenalan potensi ekonomi dari pengolahan limbah rumah tangga menjadi eco enzyme.

Permasalahan sampah masih menjadi isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat desa. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, baik di lahan kosong maupun saluran air, masih kerap dijumpai. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk turut ambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan. Sampah yang menumpuk berpotensi menjadi sumber penyakit serta menyebabkan tersumbatnya saluran air, yang pada akhirnya dapat memicu banjir. Selain itu, disampaikan pula dampak ekonomi yang sering luput dari perhatian masyarakat, seperti meningkatnya biaya kesehatan dan menurunnya produktivitas aktivitas sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, mahasiswa KKN memperkenalkan eco enzyme sebagai salah satu solusi pengolahan limbah organik rumah tangga. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari sisa buah dan sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan eco enzyme secara sederhana, mulai dari pemilihan bahan hingga proses fermentasi.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, eco enzyme juga memiliki nilai ekonomis. Cairan ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami rumah tangga maupun pupuk cair untuk tanaman, sehingga mampu membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme dapat menjadi alternatif pemanfaatan sampah yang lebih produktif dan bernilai guna.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengelolaan sampah serta pemanfaatan eco enzyme. Beberapa peserta mengaku tertarik untuk mencoba membuat eco enzyme secara mandiri dengan memanfaatkan limbah dapur yang selama ini tidak terolah.

“Eco enzyme ini menurut saya sangat bermanfaat karena bisa dibuat dari sisa dapur dan membantu menghemat pengeluaran untuk pembersih rumah tangga” ujar Ibu Rina, anggota PKK Desa Jogoprayan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Jurusan Ekonomi, Mohammad Regal Evan Martin berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Jogoprayan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai tambah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan