Desa Jogoprayan, Kec. Gantiwarno, Kab. Klaten (30/01/2026) – Sebagai wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana, Desa Jogoprayan perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Menjawab kebutuhan tersebut, Zahra Maulia Putri, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Budaya Jepang dalam Kesiapsiagaan Bencana (Disaster Culture Japan)” di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kesiapsiagaan bencana yang telah lama diterapkan oleh masyarakat Jepang. Jepang dikenal sebagai negara dengan tingkat kesiapan bencana yang tinggi, tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga melalui pembentukan budaya disiplin dan kesadaran kolektif sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi untuk diterapkan secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat desa.
Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip utama Disaster Culture Japan, seperti kiritsu (disiplin), reisei (ketenangan dalam situasi darurat), dan kyojo (saling membantu). Ketiga nilai tersebut disampaikan sebagai fondasi penting dalam membangun sikap tanggap bencana, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
Warga diajak memahami pentingnya kesiapan individu dan keluarga, mulai dari kesadaran terhadap risiko lingkungan, perilaku tertib saat evakuasi, hingga semangat gotong royong dalam kondisi darurat. Banyak warga menyadari bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan peralatan atau bantuan dari luar, tetapi juga dengan pembentukan sikap mental, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Jogoprayan dapat mengadopsi nilai-nilai positif dari budaya Jepang dalam membangun kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mengimplementasikan keilmuan Bahasa dan Kebudayaan Jepang untuk mendukung ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Penulis: Zahra Maulia Putri, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang
Dosen Pembimbing Lapangan: Ichlasul Ayyub, S.S., M.Si.
