GEMAWANG — Pada Sabtu (31/1/2026), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 1 Kelompok 133 Universitas Diponegoro melaksanakan Program “Edukasi Lingkungan Terpadu” yang digelar di dua lokasi, yakni SD Negeri 3 Gemawang dan Rumah Bapak RT 03 Dusun Pucuk. Kegiatan ini menghadirkan pelatihan pembuatan ecobrick untuk siswa SD serta sosialisasi pembuatan kompos dan silase bagi warga peternak dan petani setempat.
Penyelenggara kegiatan adalah Tim 1 Kelompok 133 KKN UNDIP, yang terdiri dari Aura Fintari G. Z. (Ekonomi Islam), Akhmad Rizky P. (Ilmu Perpustakaan dan Informasi), Andika Yoga P. (Peternakan), Rahmad Hidayat (Manajemen Administrasi dan Logistik), Farhan Sulthan A.S. (Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan), Fairuz Hasna A. (Perencanaan Wilayah dan Kota), Rafi Aziz A. (Teknik Elektro), Diva Annisa P. N. (Teknik Geodesi), dan Laily Melyagita (Teknik Mesin).
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi terpisah. Sesi pagi dilaksanakan di SD Negeri 3 Gemawang mulai pukul 08.00–10.30 WIB dan ditujukan untuk siswa kelas 1–3 SD. Sekitar 36 siswa berkumpul di aula untuk mendapat arahan singkat sebelum praktik pembuatan ecobrick dimulai pukul 08.30. Di bawah pendampingan tim, masing-masing siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik mengisi botol plastik 600 ml dengan bahan anorganik hingga padat. Dari rangkaian praktik tersebut terkumpul sekitar 36 botol ecobrick yang kemudian disusun menjadi dua contoh bangku sebagai bukti nyata pemanfaatan sampah plastik.
“Kami berharap anak-anak melihat sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah yang dibakar. Dengan ecobrick, mereka belajar bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi benda berguna untuk lingkungan dan pendidikan,” ujar Andika Yoga, Ketua Tim KKN Kelompok 133.
Ibu Lina, guru di SD Negeri 3 Gemawang, menyambut baik metode pembelajaran praktis tersebut. “Anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan ecobrick. Hal tersebut merupakan cara yang tepat untuk menanamkan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini,” kata Ibu Lina.

Caption: Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 133 bersama warga Dusun Pucuk dan perangkat setempat berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi pengolahan limbah peternakan dan pertanian menjadi pupuk kompos dan silase sebagai pakan ternak di Desa Gemawang, Sabtu (31/1/2026).
Sesi kedua berlangsung di rumah Kepala RT 3 Dusun Pucuk pada pukul 21.00–21.30 WIB dan menyasar warga dewasa, khususnya peternak dan keluarga petani. Sebanyak 49 warga hadir untuk menerima sosialisasi pembuatan kompos sederhana (pemisahan bahan, penyusunan lapisan, masa fermentasi) serta teknik pembuatan silase sebagai pakan ternak yang lebih tahan simpan dan bernilai nutrisi lebih baik.
“Silase membantu menjaga ketersediaan pakan sepanjang musim, sehingga peternak tidak terlalu bergantung pada hijauan musiman,” ujar Pak Sukijan, Kepala Dusun Pucuk. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait bahan baku, waktu pencampuran, dan cara penyimpanan agar hasil kompos dan silase aman digunakan.
Program ini lahir dari kebutuhan nyata desa, yaitu kebiasaan pembakaran sampah rumah tangga yang menimbulkan polusi udara dan berisiko pada kesehatan. Dengan memberikan alternatif pengolahan limbah, seperti ecobrick untuk anorganik dan kompos maupun silase untuk organik. Mahasiswa berharap pola lama dapat berubah menjadi praktik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.
Melalui Program Edukasi Lingkungan Terpadu ini, mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 133 berharap tindakan kecil, seperti mengolah limbah menjadi ecobrick dan kompos dapat menurunkan praktik pembakaran sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, serta membuka peluang nilai tambah ekonomi di Desa Gemawang. Tim menyatakan komitmennya untuk mendukung tindak lanjut selama masa KKN dan menyediakan dokumentasi sebagai referensi bagi pihak desa.
