JATENGKU.COM, Batang – Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa dari program studi Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro, Ridha Aprillya Bilqis berhasil memberikan pendampingan khusus kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik singkong terkait pentingnya pelabelan produk yang baik dan informatif.
UMKM keripik singkong yang digarap Bapak Abadi selama ini mengolah produknya dengan kemasan sederhana tanpa informasi label yang jelas, sehingga produk kurang dikenal konsumen luas. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi daya tarik visual, tetapi juga menjadi hambatan dalam membuka peluang pasar yang lebih besar.
Dalam kegiatan pendampingan, mahasiswa memberikan penyuluhan dan praktik langsung kepada pelaku UMKM tentang definisi label produk, informasi minimum yang harus dicantumkan (seperti nama produk, komposisi bahan, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, dan nama alamat produsen), serta strategi penataan label yang informatif dan menarik. Pendampingan ini dilaksanakan melalui kombinasi diskusi, demonstrasi desain label, hingga praktik menempel label ke kemasan produknya.
“Awalnya saya tidak begitu paham apa itu label produk dan apa manfaatnya. Setelah diberi tahu, ternyata label itu penting untuk konsumen melihat informasi produk kita,” ungkap Bapak Abadi, pemilik UMKM keripik singkong.
Pelabelan bukan hanya sekadar penanda, tetapi juga bentuk identitas produk yang dapat meningkatkan citra usaha, memperjelas informasi kepada pembeli, dan membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas. Hal ini selaras dengan temuan di beberapa kegiatan UMKM lainnya yang menunjukkan pelabelan yang tepat dapat meningkatkan daya saing produk dan kepercayaan konsumen.
Program kerja seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, tetapi juga memberi dampak jangka panjang terhadap pengembangan ekonomi desa, terutama dalam hal peningkatan kualitas produk UMKM lokal dan peningkatan pemahaman manajemen usaha yang profesional.
