Mahasiswa KKN Undip Tim 98 Perkuat Sistem Infor...

Mahasiswa KKN Undip Tim 98 Perkuat Sistem Informasi dan Komunikasi Mitigasi Gempa bagi Siswa SD Mutihan 01

Ukuran Teks:
Update: Artikel ini telah diperbarui pada tanggal 09 Februari 2026 untuk memastikan akurasi informasi.

JATENGKU.COM, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Universitas Diponegoro ( Undip ) Tim 98 melaksanakan program edukasi penguatan sistem informasi dan komunikasi mitigasi gempa bumi bagi siswa Sekolah Dasar kelas 4, 5, dan 6 di Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Program ini dirancang untuk menanamkan pemahaman dasar kebencanaan sejak usia dini agar anak-anak mampu bersikap tanggap dan tenang saat terjadi gempa bumi.

Kegiatan edukasi tersebut disampaikan melalui sosialisasi interaktif yang dilengkapi media visual berupa poster bertema “Info Jelas – Komunikasi Tepat, Anak Mutihan Selamat!”. Materi yang diberikan menekankan pentingnya mengenali informasi kebencanaan di lingkungan sekitar, seperti peta evakuasi, rambu arah aman, serta titik kumpul sebagai lokasi aman setelah gempa.

Ketua KKN Undip Tim 98, Muhammad Firas Syaibani Mastika, mahasiswa Jurusan Manajemen, menjelaskan bahwa penguatan sistem informasi dan komunikasi menjadi focus utama program karena anak-anak merupakan kelompok rentan saat bencana. Menurutnya, pemahaman informasi yang jelas dan komunikasi yang tepat dapat membantu meminimalkan kepanikan serta risiko cedera. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai bagaimana menerima dan menyampaikan informasi saat terjadi gempa, termasuk ketika jaringan komunikasi tidak berfungsi,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Undip Tim 98 Perkuat Sistem Informasi dan Komunikasi Mitigasi Gempa bagi Siswa SD Mutihan 01
Poster edukasi penguatan sistem informasi dan komunikasi mitigasi gempa bumi yang dipasang di mading sekolah sebagai sarana pembelajaran kebencanaan bagi siswa SD Mutihan 01.

Selain pengenalan sistem informasi kebencanaan, mahasiswa KKN UNDIP Tim 98 juga memberikan edukasi terkait komunikasi darurat secara offline, seperti penggunaan suara, peluit, dan isyarat tangan. Anak-anak juga diarahkan untuk selalu mengikuti instruksi guru serta aparat desa saat kondisi darurat.

Materi lainnya mencakup langkah penyelamatan diri saat gempa dengan prinsip “Jongkong, Lindungi, dan Pegang”. Setelah situasi dinyatakan aman, siswa diajarkan untuk keluar ruangan secara tertib, mengikuti rambu evakuasi, dan berkumpul di titik kumpul yang terlah ditentukan.

Sebagai penguatan literasi kebencanaan, siswa turut diperkenalkan dengan nomor-nomor darurat nasional, seperti layanan pemadam kebakaran 113, posko kebencanaan 117, serta layanan panggilan darurat terpadu 112. Anak-anak juga diimbau agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi pascabencana.

Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Mutihan dan pihak sekolah setempat. Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Undip Tim 98 berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda Desa Mutihan terhadap potensi bencana gempa bumi.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan