Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomis dan Ramah Li...

Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomis dan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Karang Taruna Dusun Sentul Lewat Inovasi Komposter Aerob

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Wonogiri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan komposter aerob kepada anggota Karang Taruna di Dusun Sentul, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Teknik Mesin, William Alexander, menjelaskan bahwa komposter aerob merupakan sarana pengolahan sampah organik yang memanfaatkan suplai oksigen dan aktivitas mikroorganisme alami untuk mempercepat proses penguraian. Sampah rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering dapat diolah secara efektif tanpa menimbulkan bau menyengat, sehingga lebih ramah bagi lingkungan sekitar. Melalui proses tersebut, dihasilkan kompos yang kaya unsur hara dan bermanfaat sebagai pupuk alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kesuburan tanah

Pada sesi pemaparan materi, dijelaskan langkah-langkah pembuatan kompos, yaitu dimulai dari menyiapkan sampah organik, memasukkannya ke dalam tong komposter secara berlapis (daun atau tanah – sampah – daun atau tanah), kemudian menyiram cairan aktivator yaitu EM4 sebanyak 1 tutup botol yang dicampur 1 liter air kemudian dicampur air cucian beras sebanyak 10 ml. Proses fermentasi berlangsung selama 3–5 minggu dengan pengadukan minimal satu kali setiap minggu agar hasil kompos merata dan optimal. Kompos kemudian akan keluar dalam bentuk cairan yang berada di bawah saringan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi dan penjelasan teknis pembuatan tong komposter aerob. Tong dibuat dari ember plastik yang dimodifikasi dengan pemasangan keran di bagian bawah (±3,1 cm dari dasar ember) untuk mengeluarkan pupuk cair, serta pemasangan pipa PVC berlubang sebagai sistem ventilasi udara. Di dalam ember dipasang saringan dan penyangga agar proses pengomposan berjalan lebih efektif dan higienis.

Menariknya, saat sesi diskusi berlangsung dan ditanyai mengenai gambar teknik, salah satu anggota Karang Taruna menyampaikan, “Saya mengerti gambar tekniknya karena juga pernah belajar gamtek, jadi lebih mudah memahami ukuran dan posisi pemasangannya.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa adanya visualisasi gambar teknik sangat membantu peserta dalam memahami detail seperti diameter pipa ½ inch dan 1 inch serta letak lubang pada ember. Beberapa anggota Karang Taruna lainnya juga memiliki dasar pengetahuan gambar teknik, sehingga proses sosialisasi menjadi lebih interaktif dan komunikatif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mampu membaca dan memahami detail teknis melalui gambar yang ditampilkan.

Interaksi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan teknis berbasis gambar teknik sangat membantu dalam menjelaskan konstruksi alat secara sistematis dan terukur. Mahasiswa KKN juga menegaskan bahwa penggunaan gambar teknik bertujuan agar masyarakat dapat mereplikasi komposter dengan ukuran yang presisi dan sesuai rancangan.

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari anggota Karang Taruna Dusun Sentul. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi pembuatan kompos cair hingga cara pembuatan tong sampah komposter. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pemuda Dusun Sentul mampu menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan desa, tidak hanya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga dalam menciptakan nilai tambah secara ekonomis melalui pemanfaatan pupuk kompos cair yang dihasilkan, sehingga kegiatan ini berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan KKN, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu teknik secara nyata di tengah masyarakat.

Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomis dan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Karang Taruna Dusun Sentul Lewat Inovasi Komposter Aerob

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan