Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha ...

Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha Hortikultura Desa Batur Tetap Segar dengan Ozon

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Semarang — Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro mendampingi CV Rajawali Mutiara Arta di Desa Batur untuk mengoptimalkan teknologi ozonisasi sayuran. Dengan inovasi ini, sayur tetap segar hingga satu minggu di luar kulkas, operasional usaha lebih tertata, dan produk siap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Dusun Kaliduren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, usaha hortikultura milik Pak Sugiono menjadi salah satu pemasok penting bagi program MBG. Teknologi ozonisasi yang dikembangkan Fakultas Sains dan Matematika Undip membantu menjaga kualitas sayuran, namun pengelolaan usaha masih menghadapi sejumlah tantangan. Alur kerja dari pemesanan hingga distribusi belum sistematis, proses pemilahan sayuran layak dan tidak layak distribusi belum optimal, dan produk belum memiliki sertifikasi halal resmi.

Menanggapi kondisi itu, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Undip hadir melalui program “Optimalisasi Tata Kelola Ozonisasi Hortikultura Desa Batur untuk Kualitas Pascapanen yang Lebih Baik.” Program ini dipimpin Kunto Bismo Pamungkas sebagai koordinator desa, dibantu Fikri Wijaya dan V. Jovian Luxioctafiano sebagai ketua kelompok, serta anggota tim lainnya.

“Teknologi ozon ini sangat membantu untuk memperpanjang masa simpan sayur sehingga tetap segar hingga kurang lebih satu minggu di luar kulkas,” ujar Pak Sugiono. Ia berharap pendampingan mahasiswa dapat membuat penerapan teknologi lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN-T menyusun struktur organisasi yang lebih rapi, membuat diagram alur kerja satu arah (one-way flow diagram), serta menetapkan standar quality control. Langkah ini membuat operasional lebih terarah dan mudah dipantau, sehingga distribusi sayur ke masyarakat menjadi lebih efisien. Selain itu, mahasiswa menyusun booklet panduan ozonisasi hortikultura yang memuat SOP, struktur organisasi, dan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Panduan ini juga mencakup strategi pengurusan sertifikasi halal agar produk memiliki legitimasi lebih kuat dan diterima luas oleh mitra bisnis.

Pendampingan tidak berhenti pada aspek teknis. Mahasiswa juga membantu pengelola usaha memahami regulasi, menyusun perjanjian kerja sama, dan memanfaatkan digital marketing. Melalui WhatsApp Business, pengelola kini dapat menampilkan katalog produk, mencatat transaksi secara sistematis, dan mengelola komunikasi dengan pelanggan lebih mudah.

Mas Andri, pengelola ozonisasi, mengapresiasi pendampingan ini. “Program dari KKN-T Universitas Diponegoro sangat membantu dalam menata struktur organisasi, operasional usaha, hingga pengurusan sertifikasi halal dan pemasaran digital teknologi ozonisasi,” ujarnya.

Kolaborasi antara teknologi, regulasi, dan pemasaran digital diharapkan tidak hanya meningkatkan keberlanjutan usaha hortikultura Desa Batur, tetapi juga memperluas jangkauan pasar produk lokal dan memastikan pasokan sayuran segar yang berkualitas bagi masyarakat melalui program MBG.

Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha Hortikultura Desa Batur Tetap Segar dengan Ozon

Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha Hortikultura Desa Batur Tetap Segar dengan Ozon

Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha Hortikultura Desa Batur Tetap Segar dengan Ozon

Mahasiswa KKN-Tematik Tim 21 Undip Bantu Usaha Hortikultura Desa Batur Tetap Segar dengan Ozon

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan