Tak Disangka! Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Limba...

Tak Disangka! Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Limbah Pertanian Desa Margosari jadi Senjata Rahasia Sinbiotik Budidaya Ikan

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Kendal – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 14 Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Tak Disangka! Mahasiswa KKNT UNDIP Sulap Limbah Pertanian Desa Margosari Jadi Senjata Rahasia Sinbiotik Budidaya Ikan” di Desa Margosari, Kabupaten Kendal pada Jumat (06/02/2026 ).

Program ini bertujuan mengembangkan model budidaya perikanan terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian buah dan sayur dengan budidaya ikan secara berkelanjutan, serta dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Margosari dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama perangkat desa serta anggota Pokdakan Desa Margosari untuk mengidentifikasi kondisi dan potensi lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan pertanian buah dan sayur serta budidaya ikan masih berjalan secara terpisah, sehingga peluang pemanfaatan nutrisi alami dan limbah organik belum dimanfaatkan secara optimal.

Program ini dirancang dan diimplementasikan oleh mahasiswa KKN Tematik 14 Universitas Diponegoro yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Perikanan Tangkap, Akuakultur, Teknik Kimia, dan Fisika. Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pengelolaan budidaya ikan, pemanfaatan sumber daya dan limbah organik kebun, hingga kajian teknis dan ilmiah terkait proses sirkulasi nutrien serta kondisi lingkungan kolam.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan secara aktif Pemerintah Desa Margosari sebagai mitra pendukung serta Pokdakan sebagai mitra utama dalam penerapan dan uji coba sistem budidaya simbiotik pada kolam ikan lele milik masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa lintas disiplin, pemerintah desa, dan pembudidaya ikan, program “Dari Kebun ke Kolam” diharapkan dapat menjadi model inovatif budidaya perikanan terpadu yang mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan masyarakat Desa Margosari secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, Tim KKN Tematik 14 Undip merancang dan mengimplementasikan sistem budidaya ikan berbasis simbiotik yang mengintegrasikan kebun buah dan sayur dengan kolam budidaya ikan. Konsep ini memungkinkan terjadinya pemanfaatan nutrisi secara sirkular, di mana hasil samping dan limbah organik dari kebun dapat dimanfaatkan sebagai pendukung budidaya ikan, sementara air kolam berpotensi dimanfaatkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian, perlakuan tanpa sinbiotik, sinbiotik sayur, dan sinbiotik buah menunjukkan perbedaan terhadap pertumbuhan panjang tubuh ikan lele.

Pada perlakuan tanpa sinbiotik, rata-rata panjang tubuh ikan lele meningkat dari 13,01 cm menjadi 14,95 cm dengan pertambahan 1,94 cm, menunjukkan pertumbuhan paling rendah karena tidak adanya dukungan sinbiotik dalam proses pencernaan.

Perlakuan sinbiotik sayur menunjukkan peningkatan dari 13,25 cm menjadi 15,62 cm atau bertambah 2,37 cm, yang mengindikasikan bahwa sinbiotik sayur mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi dan mendukung pertumbuhan ikan lele.

Sementara itu, perlakuan sinbiotik buah memberikan hasil terbaik dengan peningkatan panjang tubuh dari 13,47 cm menjadi 16,65 cm atau bertambah 3,18 cm, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sinbiotik, khususnya sinbiotik buah, lebih efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang tubuh ikan lele dibandingkan sinbiotik sayur maupun tanpa sinbiotik.

Program tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat setempat. Salah satu pembudidaya ikan lele di Desa Margosari, Bapak Pras dan Bapak Heri, menyampaikan bahwa program ini memberikan alternatif inovatif dalam pengelolaan budidaya. Ia menilai konsep simbiotik kebun dan kolam dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan biaya operasional budidaya ikan.

Tak Disangka! Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Limbah Pertanian Desa Margosari jadi Senjata Rahasia Sinbiotik Budidaya Ikan
Kegiatan sosialisasi dan penyerahan hasil program kerja.

Kegiatan sosialisasi dan penyerahan modul sinbiotik berbasis sayur dan buah dilaksanakan pada Jum’at, 06 Februari di Balai Desa Margosari sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi sehat. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep sinbiotik kombinasi probiotik dan prebiotik serta manfaatnya bagi kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh, dengan penekanan pada pemanfaatan sayur dan buah sebagai sumber pangan alami yang mudah diakses dan bernilai gizi tinggi.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan penyerahan modul sinbiotik sayur dan buah yang berisi materi edukatif dan panduan praktis penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk mengolah dan mengonsumsi sayur serta buah secara tepat. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini menerapkan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui sinergi antara mahasiswa KKN Tematik 14 Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Margosari, dan Kelompok Pembudidaya Ikan setempat, diharapkan program “Dari Kebun ke Kolam” dapat menjadi model pengembangan budidaya perikanan terpadu yang mendukung ketahanan pangan, peningkatan produktivitas, serta kesejahteraan masyarakat Desa Margosari secara berkelanjutan.

Penulis: Agnes R. P., Angel F.S.A., Catur P.S., Dede I., Rafi R.Z., Sinta K., Hendrik A.S.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan