JATENGKU.COM, Wonogiri – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan Program Kerja Utama Multidisiplin 2 di Desa Kerjo Lor. Mengusung tema “Optimalisasi Rantai Nilai UMKM Lempeng Singkong Desa Kerjo Lor melalui Mekanisme Produksi dan Tata Kelola Digital Berkelanjutan”, program ini dirancang secara integratif untuk menyentuh seluruh aspek fundamental bisnis UMKM, mulai dari hulu hingga hilir.
Kegiatan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu ini dilaksanakan dalam dua sesi utama guna menjangkau seluruh pemangku kepentingan, yakni sesi praktik lapangan di lokasi produksi pada pagi hari dan sesi sosialisasi terpadu di kediaman Kepala Dusun Cengklok pada malam hari.
Sesi pagi difokuskan pada penguatan infrastruktur digital dan standardisasi produk langsung di tempat produksi UMKM Desa Kerjo Lor. Shintya Arlita Dewi dari program studi Manajemen dan Administrasi Logistik menginisiasi transformasi kemasan produk menjadi lebih ramah lingkungan (eco-friendly).
Melalui edukasi mengenai pentingnya kemasan sebagai penentu nilai jual dan daya simpan, Shintya memperkenalkan penggunaan standing pouch berbahan craft paper food grade yang dilengkapi silica gel. Langkah ini tidak hanya meningkatkan estetika produk agar lebih meyakinkan pembeli, tetapi juga menerapkan prinsip green logistics dengan mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Bersamaan dengan itu, Muhammad Malvin Fawwaz Yanand (Manajemen dan Administrasi Logistik) melakukan pendampingan intensif terkait pemasaran digital. Para pelaku UMKM dibimbing secara teknis dalam mengelola akun WhatsApp Business, Instagram, hingga aktivasi toko di marketplace Shopee. Pelatihan ini mencakup pembuatan katalog digital yang rapi, pengambilan foto produk yang menarik, hingga simulasi manajemen pesanan secara online agar UMKM mampu bersaing di pasar nasional.

Salah satu tantangan terbesar UMKM lempeng singkong adalah proses pengeringan yang masih bergantung pada sinar matahari, yang menyebabkan produksi terhenti saat musim hujan. Menjawab kendala tersebut, kolaborasi tim teknik Undip menghadirkan solusi teknologi tepat guna.
Lingga Deva Mahen Dera (Teknik Elektro) memaparkan rancang bangun mesin pengering (oven) higienis yang mampu menjaga suhu tetap stabil. Inovasi ini diperkuat oleh William Alexander Sitinjak (Teknik Mesin) yang merancang desain mesin dalam format 2D dan 3D guna memastikan sirkulasi udara dan kapasitas tray yang efisien. Untuk menekan biaya operasional, Afdhol Arafat Lintang PPSN (Teknologi Rekayasa Otomasi) menambahkan sistem otomasi berbasis mikrokontroler dengan sensor suhu dan kelembapan, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat dan kualitas produk konsisten.

Aspek manajerial di lingkungan kerja turut menjadi perhatian. Aiga Darma Ramadhani (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) memberikan penyuluhan budaya kerja 5S yang disederhanakan menjadi Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Implementasi visual dilakukan melalui pemasangan poster panduan di area produksi untuk memastikan standar kebersihan dan kerapian terjaga secara berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi lingkungan, Najma Ali (Ekonomi Islam) memberikan wawasan mengenai konsep Zero Waste Economy dalam perspektif syariah yang menekankan pada efisiensi sumber daya. Secara praktis, materi ini dilanjutkan oleh Azhar Arfahany (Ilmu Kelautan) yang mendemonstrasikan pengolahan limbah kulit singkong menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC). Warga menyambut antusias program ini karena limbah yang sebelumnya hanya dibuang kini memiliki manfaat baru bagi pertanian lokal.
Sebagai instrumen pendukung kebijakan desa, Laysa Zuyyina Putri Pradana (Teknik Geodesi) menyerahkan peta persebaran UMKM Desa Kerjo Lor. Peta ini berfungsi sebagai basis data digital untuk memudahkan promosi wilayah serta menjadi dasar bagi perangkat desa dalam merencanakan pengembangan ekonomi ke depan.

Kepala Desa Kerjo Lor mengapresiasi keberhasilan program ini dan berharap agar inovasi yang diberikan tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. Melalui pendekatan lintas disiplin ini, Tim KKN Undip optimis UMKM lempeng singkong Desa Kerjo Lor dapat bertransformasi menjadi unit usaha yang produktif, higienis, terdigitalisasi, dan memiliki daya saing tinggi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Melalui pelaksanaan kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan melibatkan berbagai disiplin ilmu, Tim KKN Universitas Diponegoro berharap UMKM lempeng singkong Desa Kerjo Lor dapat berkembang menjadi usaha yang produktif, higienis, ramah lingkungan, terdigitalisasi, dan berdaya saing tinggi, serta mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
