Hadirkan Penerangan Mandiri di Bank Sampah, Mah...

Hadirkan Penerangan Mandiri di Bank Sampah, Mahasiswa KKN Reguler TIM I-73 UNDIP Manfaatkan Lampu Tenaga Surya

Ukuran Teks:

BANDUNG, BATANG, JAWA TENGAH — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim I-73 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian program kerja multidisiplin di Desa Bandung, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dengan fokus utama pada Program Multidisiplin 1 bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Program ini diwujudkan melalui pemanfaatan lampu tenaga surya sebagai sumber penerangan mandiri pada area pembuangan sampah, sebagai upaya meningkatkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan desa.

Pelaksanaan program tersebut dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal mahasiswa KKN yang menunjukkan bahwa area pembuangan sampah di Desa Bandung masih minim penerangan, terutama pada malam hari. Kondisi ini berpotensi mengurangi visibilitas, kenyamanan, serta keamanan masyarakat saat membuang sampah. Di sisi lain, pemanfaatan energi terbarukan dinilai sebagai solusi yang tepat dan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan lingkungan desa di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim I-73 berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk merancang serta merealisasikan pemasangan lampu tenaga surya pada rangka atau tong sampah. Lampu ini dirancang sebagai sistem penerangan mandiri yang memanfaatkan panel surya dan lampu LED, sehingga tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional.

Pelaksanaan Program Multidisiplin 1 dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi pemasangan, perakitan rangka lampu, instalasi panel surya dan lampu LED pada struktur tong sampah, hingga uji fungsi sistem penerangan. Hasilnya, lampu tenaga surya berhasil terpasang dan berfungsi secara otomatis sebagai penerangan area pembuangan sampah pada malam hari, sehingga meningkatkan visibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat.

Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya mahasiswa KKN menghadapi beberapa hambatan, seperti penyesuaian posisi panel surya agar memperoleh sinar matahari secara optimal, keterbatasan alat pendukung pemasangan, serta kondisi cuaca yang kurang mendukung saat proses instalasi. Kendati demikian, program tetap dapat dilaksanakan dengan baik melalui penyesuaian teknis di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN merekomendasikan adanya pengecekan rutin pada sistem lampu tenaga surya, perawatan baterai dan panel, serta pengembangan desain rangka agar lebih kuat dan tahan terhadap kondisi cuaca. Diharapkan, sistem penerangan ini dapat digunakan dalam jangka panjang dan menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan desa, khususnya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain program unggulan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim I-73 juga melaksanakan Program Multidisiplin 2 berupa perencanaan efisiensi operasional Desa Wisata Bandung berdasarkan estimasi konsumsi energi listrik. Program ini menghasilkan estimasi awal kebutuhan energi serta rekomendasi efisiensi yang dapat menjadi referensi awal bagi pengelola desa wisata dalam pengembangan kawasan agrowisata.

Mahasiswa KKN juga turut menjalankan program sosial kemasyarakatan melalui kegiatan sosialisasi penggunaan listrik secara efisien pada fasilitas Bank Sampah yang masih dalam tahap perencanaan. Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman yang matang mengenai penerapan efisiensi listrik sejak tahap perancangan, sehingga pembangunan warehouse bank sampah ke depan dapat tersusun secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan rangkaian program kerja tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim I-73 Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Bandung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik melalui pemanfaatan energi terbarukan. Program Multidisiplin 1 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lingkungan desa yang lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan.

Ke depan, mahasiswa KKN berharap kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait dapat terus berlanjut guna mengembangkan inovasi-inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi keberlanjutan Desa Bandung.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan