Dari Taman Terbengkalai Jadi Ruang Publik Eduka...

Dari Taman Terbengkalai Jadi Ruang Publik Edukatif: Cerita Revitalisasi Taman Desa Cluwuk

Ukuran Teks:

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 1 Sub-Tim 65 bersama masyarakat Desa Cluwuk melaksanakan kegiatan revitalisasi ruang publik desa sebagai upaya penataan lingkungan dan peningkatan kualitas fasilitas umum. Kegiatan ini berlangsung pada 1–6 Februari 2026 dan berfokus pada pengaktifan kembali taman desa sebagai ruang interaksi masyarakat yang informatif dan ramah lingkungan.

Program tersebut mendapat dukungan dari Kepala Desa Cluwuk, Ra’adi, serta pendampingan dari Dosen Pembimbing KKN, Luthfie. Revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi taman desa yang sebelumnya kurang terawat agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh warga sebagai ruang publik bersama.

Sebelum kegiatan lapangan dimulai, mahasiswa KKN melakukan tahap perencanaan yang meliputi penyusunan desain tata letak taman, pembuatan peta penggunaan lahan Desa Cluwuk, perancangan papan penunjuk arah, serta perencanaan sistem penerangan taman berbasis energi terbarukan. Dalam proses tersebut, Leopold Lautena Nainggalas Firens, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, berkontribusi dalam penyusunan peta penggunaan lahan desa. Peta penggunaan lahan disusun sebagai media informasi visual untuk membantu masyarakat memahami kondisi dan peruntukan wilayah desa secara lebih jelas.

 

Untuk mendukung pemasangan peta dan papan penunjuk arah, tim KKN bekerja sama dengan warga setempat dalam pembuatan rangka besi penyangga. Proses pengerjaan dibantu oleh Pak Bambang, pemilik bengkel las di Desa Cluwuk, sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Dari Taman Terbengkalai Jadi Ruang Publik Edukatif: Cerita Revitalisasi Taman Desa CluwukDari Taman Terbengkalai Jadi Ruang Publik Edukatif: Cerita Revitalisasi Taman Desa Cluwuk

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada 1 Februari 2026 melalui kerja bakti bersama di area taman desa. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemasangan peta desa dan papan penunjuk arah, instalasi lampu taman berbasis energi terbarukan, perbaikan fasilitas penerangan yang sebelumnya tidak berfungsi, serta penataan ulang elemen taman agar terlihat lebih rapi dan fungsional.

Rangkaian kegiatan revitalisasi ditutup dengan peresmian taman desa pada 6 Februari 2026. Peresmian ditandai dengan penandatanganan peta desa oleh Kepala Desa Cluwuk dan Ketua Tim Sub-Tim 65, Muhammad Adnin Ridwanulloh. Penandatanganan tersebut menjadi simbol selesainya kegiatan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga dan memanfaatkan ruang publik desa secara berkelanjutan.

Melalui program ini, taman Desa Cluwuk diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aktif, memperindah lingkungan desa, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan ruang publik yang tertata dan berkelanjutan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan