JATENGKU.COM, Sragen — Potensi limbah organik pertanian dan rumah tangga di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut menyimpan peluang besar untuk diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomi yang mampu mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha kelompok tani.
Menangkap peluang tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan serangkaian program multidisiplin sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas ekonomi masyarakat serta pembangunan sosial dan lingkungan desa. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penyusunan Modul Pengadaan Alat dan Bahan Produksi Pupuk Kompos bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ngargosari. Kegiatan sosialisasi modul ini dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Ngargosari pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal sebelum dimulainya produksi pupuk kompos dengan dukungan alat pencacah. Hingga saat ini, Desa Ngargosari memang belum menjalankan sistem produksi pupuk kompos karena belum tersedianya sarana pendukung serta panduan pengadaan alat dan bahan yang terstruktur dan terencana.

Melalui modul yang disusun, mahasiswa KKN Undip menghadirkan panduan logistik sederhana dan aplikatif yang memuat pemetaan kebutuhan alat dan bahan produksi, spesifikasi teknis yang mudah dipahami, serta alternatif sumber pengadaan yang dapat dijangkau oleh masyarakat desa. Modul ini dirancang sebagai fondasi awal agar proses pembuatan alat pencacah hingga produksi pupuk kompos dapat dimulai secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menekankan bahwa tahap pengadaan merupakan bagian krusial dalam membangun sistem produksi. Tanpa perencanaan yang matang, proses pengadaan berpotensi tidak tepat guna dan justru menimbulkan pemborosan biaya. Oleh karena itu, modul ini juga dilengkapi dengan alur pengadaan yang sistematis, mulai dari perencanaan kebutuhan, proses pengadaan, hingga kesiapan alat dan bahan sebelum produksi dijalankan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari anggota Gapoktan Desa Ngargosari. Para peserta menyampaikan antusiasme serta kesiapan kelompok tani untuk memulai produksi pupuk kompos secara bertahap apabila sarana pendukung dan panduan pengadaan telah tersedia.
Dukungan juga datang dari Perangkat Desa Ngargosari yang hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen awal dalam mendorong pemanfaatan limbah organik desa menjadi produk pertanian ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Melalui penyusunan modul pengadaan ini, diharapkan Desa Ngargosari memiliki pijakan awal yang kuat dalam mengembangkan sarana dan sistem produksi pupuk kompos secara berkelanjutan.
Penulis: Riyas
DPL: Putri Rizka Citaningati, S.E., M.SEI.
Lokasi KKN: Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen
KKN Reguler TIM 110 Universitas Diponegoro Tahun 2026
