JATENGKU.COM, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim I-73 Universitas Diponegoro melaksanakan Program Multidisiplin 2 di Desa Bandung, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dengan fokus pada perencanaan efisiensi operasional Desa Wisata Bandung berbasis estimasi konsumsi energi listrik.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Desa Wisata Bandung yang masih berada pada tahap perencanaan. Perencanaan awal terkait kebutuhan energi listrik dinilai penting agar operasional kawasan wisata ke depan dapat berjalan secara efisien, terstruktur, serta meminimalkan potensi pemborosan energi dan biaya.
Pelaksanaan Program Multidisiplin 2 diawali dengan pengumpulan data asumsi mengenai fasilitas dan peralatan listrik yang direncanakan akan digunakan di kawasan desa wisata, seperti penerangan area, fasilitas umum, serta kebutuhan operasional pendukung lainnya. Berdasarkan data tersebut, mahasiswa KKN menyusun estimasi konsumsi energi listrik dan perkiraan biaya operasional bulanan sebagai dasar analisis efisiensi energi.
Hasil perencanaan efisiensi energi ini kemudian dipaparkan kepada Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bandung sebagai bentuk penyampaian hasil program sekaligus diskusi awal terkait pengembangan sistem kelistrikan desa wisata. Pemaparan tersebut bertujuan memberikan gambaran teknis awal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan ke depan oleh pengelola desa wisata.
Dari hasil pemaparan tersebut, mahasiswa KKN juga menyampaikan beberapa rekomendasi efisiensi energi, antara lain penggunaan peralatan hemat energi, pengaturan sistem penerangan yang lebih terencana, serta potensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber energi pendukung. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi BUMDes dalam menyusun perencanaan operasional desa wisata yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menghadapi keterbatasan data aktual karena pembangunan fisik desa wisata belum direalisasikan. Kendati demikian, pendekatan berbasis asumsi teknis dan estimasi tetap memberikan gambaran awal yang relevan untuk tahap perencanaan.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN merekomendasikan agar perencanaan efisiensi energi ini dapat dikaji ulang dan disesuaikan seiring dengan perkembangan pembangunan desa wisata. Dengan demikian, sistem kelistrikan yang diterapkan nantinya dapat lebih tepat guna, efisien, dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Melalui Program Multidisiplin 2 ini, mahasiswa KKN Reguler Tim I-73 Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Bandung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, khususnya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Bandung melalui perencanaan energi listrik yang efisien, terstruktur, dan berorientasi pada keberlanjutan.
