Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Peta Komoditas Ung...

Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Peta Komoditas Unggulan untuk mendukung Inovasi Pengolahan Limbah Pertanian di Desa Katekan, Klaten

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemetaan komoditas unggulan di Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Peta tersebut menampilkan sebaran komoditas utama desa, yaitu padi dan jagung, yang menjadi hasil pertanian dominan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perencanaan dan pengembangan potensi desa berbasis data spasial sederhana.

Pemetaan komoditas unggulan tersebut dikerjakan oleh Khusnida Riarasti, mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP dari Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan pada Senin, 9 Februari 2026 di Balaidesa Desa Katekan. Pembuatan peta komoditas unggulan disusun berdasarkan kondisi aktual wilayah Desa Katekan, di mana mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tani. Melalui pendekatan perencanaan wilayah sederhana, peta disajikan secara informatif agar mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

Peta komoditas unggulan ini memberikan manfaat sebagai gambaran awal potensi pertanian yang dimiliki Desa Katekan, khususnya padi dan jagung. Selain itu, peta ini dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan program desa, pengelolaan hasil pertanian, serta pengembangan kegiatan berbasis potensi lokal agar lebih terarah dan tepat sasaran.

Peta komoditas unggulan ini juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan program kerja multidisiplin 2, yaitu pembuatan briket biomassa dari limbah pertanian berupa sekam padi dan bonggol jagung. Limbah hasil panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna bagi masyarakat desa.

Sebagai bentuk keberlanjutan dan pemanfaatan jangka panjang, hasil peta komoditas unggulan tersebut secara resmi diserahkan kepada Balai Desa Katekan untuk dijadikan arsip desa. Diharapkan, peta ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung perencanaan dan menjadi acuan dalam pengembangan program desa di masa mendatang.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan