Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja (proker) multidisiplin berupa pembuatan briket dari bonggol jagung sebagai upaya pemanfaatan limbah hasil pertanian dan pengembangan energi alternatif ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya kelompok tani dan warga yang memiliki potensi limbah bonggol jagung dalam jumlah cukup besar. Program ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi sederhana, dan pemberdayaan masyarakat.
Elang Hierofani Faskinan menyampaikan bahwa bonggol jagung dipilih sebagai bahan baku utama karena ketersediaannya melimpah dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. “Melalui proker ini, kami ingin memberikan solusi sederhana namun aplikatif untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif yang ekonomis,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi bonggol jagung sebagai sumber energi terbarukan yang dilaksanakan di RW 03, Dukuh Sangiran . Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi langsung proses pembuatan briket, mulai dari pengeringan bonggol jagung, proses pengarangan, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan turut berpartisipasi secara aktif dalam setiap tahapan pembuatan briket. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gantiwarno yaitu Ibu Rahayu Trimaningsih yang turut mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian. “Biasanya bonggol jagung hanya dibuang atau dibakar. Sekarang ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar,” tuturnya.
Hasil dari kegiatan ini berupa briket bonggol jagung yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah tangga. Selain produk fisik, masyarakat juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dapat dikembangkan secara mandiri di kemudian hari.
Melalui proker multidisiplin ini, mahasiswa KKN Undip berharap kegiatan pembuatan briket dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis potensi lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Program kerja ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat, serta diharapkan dapat berkelanjutan sebagai salah satu inovasi desa dalam mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
