JATENGKU.COM, Semarang — Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan higienitas di area kantin kampus, enam mahasiswa Program Studi D4 Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro angkatan 2024 menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Berbagi Apron: SafeServe”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan UMKM lokal Joyo Jahit sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan kantin yang lebih bersih dan nyaman.
Program tersebut berlangsung di Kantin Sekolah Vokasi UNDIP Pleburan yang berlokasi di Jalan Imam Bardjo SH No. 5, Semarang Selatan. Inisiatif ini muncul setelah mahasiswa mengamati bahwa masih terdapat sejumlah pedagang kantin yang belum menggunakan apron saat menyiapkan maupun menyajikan makanan.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa bersama Joyo Jahit menyalurkan 10 apron berbahan drill cotton tebal kepada para pedagang kantin. Selain berfungsi untuk membantu menjaga kebersihan selama proses memasak dan penyajian makanan, apron tersebut juga dirancang dengan kantong serbaguna yang memudahkan pedagang menyimpan uang ataupun perlengkapan kecil saat berjualan.
Salah satu anggota tim pelaksana, Arlene Susilo, menjelaskan bahwa program “Berbagi Apron: SafeServe” bertujuan mendorong peningkatan kesadaran mengenai pentingnya higienitas makanan sekaligus memberikan kenyamanan tambahan bagi para pedagang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami melihat masih ada pedagang yang belum mengenakan apron ketika berjualan. Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi sederhana yang dapat membantu menjaga kebersihan makanan saat proses penyajian,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan Joyo Jahit, sebuah UMKM jasa konveksi rumahan milik Ibu Budi Lestari yang telah beroperasi sejak 2010 di wilayah Jatingaleh, Semarang. Usaha tersebut memproduksi berbagai kebutuhan tekstil, mulai dari pakaian, seragam sekolah, hingga seragam kantor.
Pemilik Joyo Jahit menyambut baik kerja sama dengan mahasiswa UNDIP dalam program sosial ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM lokal, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan kampus.
“Kami sangat menghargai kesempatan untuk berkolaborasi dalam kegiatan ini. Selain membantu mengenalkan UMKM lokal, program ini juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat kampus,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, para pedagang kantin terlihat antusias saat mencoba apron yang diberikan. Selain pembagian apron, mahasiswa juga menyampaikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan standar higienitas dalam pengolahan serta penyajian makanan.
Salah satu pedagang kantin, Ibu Tyas, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Menurutnya, apron yang dibagikan tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga praktis karena dilengkapi kantong yang memudahkan aktivitas berjualan.
“Bahannya nyaman dipakai dan kantongnya sangat membantu untuk menyimpan uang saat melayani pembeli,” ujarnya.
Melalui program “Berbagi Apron: SafeServe”, mahasiswa UNDIP berharap sinergi antara institusi pendidikan dan UMKM lokal dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
