JATENGKU.COM, Malang — Perkembangan era modern membawa banyak kemudahan bagi kehidupan manusia, mulai dari kemajuan teknologi, akses informasi yang cepat, hingga peluang pendidikan dan pekerjaan yang semakin luas. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul persoalan sosial yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Salah satunya adalah fenomena hidden struggle, yaitu kondisi ketika seseorang menyimpan beban hidup, tekanan batin, atau masalah mentalnya sendiri tanpa berani menceritakannya kepada orang lain. Fenomena ini penting dibahas dalam perspektif kesejahteraan sosial karena kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga mencakup terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial agar seseorang dapat hidup layak serta menjalankan fungsi sosialnya. Definisi ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. (JDIH Badan Kepegawaian Negara)
Hidden struggle sering kali terjadi secara diam-diam. Seseorang bisa tampak baik-baik saja, tetap tersenyum, kuliah, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi sebenarnya sedang menahan rasa lelah, cemas, kecewa, takut, atau putus asa.
Masalah yang terus dipendam dapat menumpuk dan membuat seseorang merasa overwhelmed, kehilangan kendali atas emosinya, mengalami stres berkepanjangan, bahkan dalam kondisi ekstrem dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Karena itu, hidden struggle tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil atau sekadar masalah pribadi. Ia adalah tanda bahwa seseorang sedang membutuhkan ruang aman untuk didengarkan dan didukung.
Fenomena ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pelajar, mahasiswa, pekerja, orang tua, maupun kelompok rentan lainnya. Pada era digital, seseorang juga dapat terlihat bahagia di media sosial, padahal sedang mengalami kesepian dan tekanan emosional. WHO menjelaskan bahwa koneksi sosial berkaitan erat dengan kesehatan, sedangkan kesepian muncul ketika terdapat jarak antara hubungan sosial yang diharapkan dan hubungan sosial yang benar-benar dimiliki seseorang (WHO). UNICEF Indonesia juga menunjukkan bahwa isu kesehatan jiwa remaja perlu mendapat perhatian serius, bahkan bunuh diri termasuk salah satu dari lima penyebab utama kematian pada remaja (UNICEF).
Tekanan tersembunyi juga dapat muncul dalam lingkungan pendidikan dan dunia profesional. Mira et al. (2024) dalam artikel Unveiling the hidden struggle of healthcare students as second victims through a systematic review menjelaskan bahwa mahasiswa kesehatan yang menyaksikan atau terlibat dalam kejadian tidak diharapkan selama praktik dapat mengalami tekanan emosional, stres akut, keraguan terhadap kemampuan diri, dan membutuhkan dukungan psikososial.
Temuan ini menunjukkan bahwa hidden struggle tidak hanya berasal dari masalah keluarga atau ekonomi, tetapi juga dari tekanan akademik, tuntutan profesional, dan lingkungan yang belum cukup mendukung kesehatan mental.
Dampak hidden struggle terhadap kesejahteraan sosial sangat besar.
Seseorang yang terus memendam masalah dapat kehilangan motivasi, menarik diri dari lingkungan, sulit menjalankan pendidikan atau pekerjaan, serta kehilangan harapan hidup. Dalam bahasa sederhana, kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami lost spark, yaitu kehilangan semangat untuk berkembang. Jika dibiarkan, individu akan semakin sulit mencapai kesejahteraan sosial karena fungsi sosialnya terganggu. Ia tidak lagi mampu berinteraksi secara sehat, mengembangkan potensi diri, atau berpartisipasi secara optimal dalam masyarakat.
Di sinilah peran kesejahteraan sosial menjadi sangat penting dan krusial. Kesejahteraan sosial tidak hanya berperan dalam isu bencana alam, kemiskinan, atau kesehatan fisik, tetapi juga dalam bentuk dukungan mental dan psikososial. Data BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2025 masih terdapat 23,85 juta penduduk miskin di Indonesia, sehingga tekanan ekonomi tetap menjadi salah satu faktor yang dapat memperberat kondisi sosial dan psikologis masyarakat. (Badan Pusat Statistik Indonesia). Namun, persoalan kesejahteraan sosial tidak berhenti pada ekonomi saja. Dukungan emosional, relasi sosial yang sehat, dan akses terhadap bantuan psikososial juga menjadi bagian penting dari kesejahteraan manusia.
Salah satu bentuk dukungan yang relevan dalam menghadapi hidden struggle adalah peer support, yaitu dukungan dari teman sebaya atau orang-orang terdekat yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi. Dukungan seperti ini dapat menjadi ruang aman bagi seseorang untuk bercerita, mengurangi beban pikiran, dan merasa bahwa dirinya tidak sendirian.
Selain itu, pekerja sosial juga memiliki peran penting melalui asesmen, pendampingan, edukasi, serta penghubungan individu dengan layanan yang sesuai. Pekerja sosial dapat membantu mengurangi stigma bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan. Dengan demikian, hidden struggle merupakan masalah sosial modern yang perlu mendapat perhatian serius.
Masyarakat tidak seharusnya menilai seseorang hanya dari penampilan luar, karena banyak orang yang terlihat kuat sebenarnya sedang berjuang dalam diam. Masalah yang dipendam terlalu lama dapat merusak kesehatan mental, hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan harapan hidup seseorang.
Oleh karena itu, kesejahteraan sosial harus hadir sebagai ruang dukungan yang manusiawi, baik melalui pekerja sosial, keluarga, teman sebaya, lembaga pendidikan, tempat kerja, maupun masyarakat luas. Setiap orang berhak didengarkan, dibantu, dan diberi kesempatan untuk kembali menemukan semangat hidupnya.
Daftar Pustaka
- Badan Pusat Statistik. (2025). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2025. BPS.
- Mira, J. J., Matarredona, V., Tella, S., Sousa, P., Ribeiro Neves, V., Strametz, R., & López-Pineda, A. (2024). Unveiling the hidden struggle of healthcare students as second victims through a systematic review. BMC Medical Education, 24, 378.
- Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
- UNICEF Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Remaja Indonesia 2024.
World Health Organization. (2025). Report of the WHO Commission on Social Connection. - iStock. (n.d.). Wanita bisnis tertekan, dia merasa stres dan sendirian di rumah. Diakses dari https://www.istockphoto.com/id/foto/wanita-bisnis-tertekan-dia-merasa-stres-dan-sendirian-di-rumah-gm947804676-258783178

