Tea Talk Session “Beyond Beauty” oleh Mahasiswa...

Tea Talk Session “Beyond Beauty” oleh Mahasiswa Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip Soroti Peran Perempuan dalam Budaya dan Keberlanjutan

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Semangat perempuan muda dalam menciptakan perubahan melalui budaya dan keberlanjutan menjadi fokus utama dalam kegiatan Tea Talk Session bertajuk “Beyond Beauty: Women Creating Impact Through Culture and Sustainability” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro bekerja sama dengan House of Alila pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB tersebut menghadirkan suasana diskusi yang hangat dan interaktif. Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan, pelestarian budaya, serta penerapan gaya hidup berkelanjutan di tengah maraknya tren fast fashion.

Tea Talk Session ini merupakan bagian dari program Alila Cultural and Sustainability Empowerment yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia sekaligus menerapkan prinsip sustainability dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak FIB UNDIP 2025, Meyzieta Putri Andari, yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang angkatan 2024, hadir sebagai narasumber utama. Ia membagikan pandangannya mengenai perempuan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, budaya, hingga lingkungan.

Menurut Meyzieta, perempuan masa kini memiliki kesempatan yang luas untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Perempuan memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan. Melalui langkah- langkah sederhana seperti melestarikan budaya dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan, kita dapat menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas isu women empowerment, diskusi juga menyoroti kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang tetap relevan di era modern. Peserta diajak melihat bagaimana pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan kembali kebaya lawasan melalui konsep upcycle yang ramah lingkungan.

Suasana diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta, mulai dari tantangan perempuan dalam mengembangkan potensi diri, upaya menjaga budaya di tengah perkembangan tren global, hingga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung gerakan sustainable fashion.

Salah satu peserta, Gazie, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya relevan bagi perempuan muda, tetapi juga memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga budaya dan lingkungan secara bersamaan.

“Kegiatannya seru dan banyak memberikan insight baru. Aku jadi lebih memahami bahwa perempuan memiliki peran besar dalam melestarikan budaya sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Diskusinya juga santai, jadi peserta lebih nyaman untuk berbagi pendapat dan bertanya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin berani mengembangkan potensi diri, peduli terhadap pelestarian budaya, serta mampu menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa SV Undip dan House of Alila ini juga menjadi bentuk dukungan nyata dalam mengajak generasi muda untuk menciptakan dampak positif melalui budaya dan sustainability.

Penulis:

  • Tatya Anindya Erfandi
  • Shafiyyah Hilmiyah
  • Noura Azkia Zuhdan
  • Alexa Amorita Desta Wijaya
  • Nouveliz Hepri Ahdyaa Rayyana
  • Septi Hanna Aqillah

Mahasiswa Universitas Diponegoro, Sekolah Vokasi, Prodi Informasi dan Humas

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan