Kebon, Klaten (23 Juni – 8 Juli 2025) – Mahasiswa KKN-T Tim 75 Universitas Diponegoro terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga pelayanan kesehatan yang berlangsung di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Salah satu kegiatan yang mereka ikuti adalah pengajian sore mingguan bersama ibu-ibu Dusun Konang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut serta dalam yasinan dan doa bersama, yang menjadi wadah mempererat hubungan dan membangun kedekatan dengan warga.
Selain itu, mahasiswa juga terlibat langsung dalam kegiatan mengajar ngaji anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Dusun Konang. Kegiatan ini menjadi rutinitas mingguan yang memperkuat kontribusi mereka di bidang pendidikan keagamaan, terutama untuk anak-anak usia dini.
Dari sisi kesehatan, mahasiswa turut mendampingi pelaksanaan Posyandu mingguan, mulai dari membantu persiapan hingga mendata balita dan ibu hamil. Mereka juga ikut serta dalam sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang diselenggarakan oleh pihak Kelurahan Desa Kebon. Mahasiswa membantu kelancaran acara serta mendukung penyebaran informasi kepada warga.
Pada aspek kebugaran, mahasiswa juga mengikuti senam rutin bersama warga RT 02, yang dilaksanakan setiap akhir pekan sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus membangun interaksi positif dengan masyarakat.
Menjelang perayaan Malam Satu Suro, mahasiswa KKN-T juga membantu persiapan acara memasak bersama ibu-ibu desa. Kegiatan ini berlangsung sejak sore hingga malam hari dan menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam pelestarian budaya Jawa yang masih dijaga kuat di Desa Kebon.
“Kami belajar langsung dari warga – tidak hanya tentang tradisi, tapi juga tentang kebersamaan dan semangat gotong royong yang begitu terasa di sini,” ungkap Annisa Putri Ramadhani, anggota KKN-T Tim 75 UNDIP.
Seluruh kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kehadiran KKN-T Tim 75 Universitas Diponegoro bukan hanya sebagai pelaksana program kerja utama, tetapi juga sebagai mitra warga yang terlibat aktif dan berkontribusi dalam kehidupan sosial desa secara menyeluruh.




