JATENGKU.COM, SEMARANG – Sri Wahyuni, mahasiswi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Pojok Literasi” untuk anak-anak di Dusun Ndukuh, Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai unsur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, seperti sayuran dan alat pertanian sederhana, melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai RT 04 Dusun Ndukuh, lokasi ini dipilih karena dekat dan mudah dijangkau oleh anak-anak setempat.
Dalam kegiatan ini, Sri Wahyuni mengenalkan jenis-jenis sayuran lokal seperti bayam, terong, dan wortel serta alat tani sederhana seperti cangkul, caping, dan sarung tangan kebun melalui permainan tebak-tebakan edukatif.
Permainan ini dikemas dalam bentuk petunjuk yang ditulis dalam kalimat deskriptif dan ditampilkan melalui media cetak berupa poster berwarna cerah. Anak-anak diajak menebak objek yang dimaksud dari clue seperti “Aku berwarna hijau, Popeye suka makan aku” atau “Aku dipakai di kepala agar tidak kepanasan saat bertani”. Poster dirancang dengan bahasa sederhana dan ilustrasi yang menarik, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

“Saya ingin anak-anak tidak menganggap literasi itu cuma baca buku aja. Lewat permainan seperti ini, mereka bisa belajar hal-hal yang ada di sekitar mereka, kayak sayuran dan alat tani, sambil tetap senang-senang. Jadi belajar tuh nggak harus serius terus,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui di sela kegiatan.
Untuk menjaga semangat dan fokus anak-anak selama kegiatan berlangsung, disisipkan pula sesi ice breaking berupa “Tepuk Wow” dan “Tepuk Fokus”. Sesi ini berhasil mencairkan suasana sekaligus membangkitkan kembali antusiasme anak-anak sebelum lanjut ke permainan berikutnya. Mereka terlihat sangat menikmati setiap jeda yang diberikan, sambil tertawa dan bertepuk tangan mengikuti instruksi.

Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab, berdiskusi, dan berebut kesempatan untuk menebak dengan benar. Suasana pun terasa hidup dan hangat, penuh tawa serta semangat belajar. Beberapa anak bahkan mengangkat tangan sebelum clue selesai dibacakan, menandakan mereka sangat tertarik dan percaya diri.
Dengan adanya Pojok Literasi, Sri Wahyuni berharap pendekatan sederhana dan kontekstual semacam ini dapat memperluas wawasan anak sekaligus mengenalkan kembali unsur-unsur lokal yang lekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan mengenalkan sayuran dan alat tani secara kreatif, kegiatan ini juga menguatkan kedekatan anak-anak dengan budaya desa dan potensi lingkungannya sendiri.
Penulis: Sri Wahyuni, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro
