JATENGKU.COM, SEMARANG — Pada Selasa, 2 Agustus 2025, dan bertempat di Bale RT 4. Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Sejarah yang tergabung dalam Tim KKN-45 IDBU (Universitas Diponegoro) Raden Ahmad Said Abdillah menginisiasi program bertajuk “Edukasi Pentingnya Menjaga dan Melestarikan Peninggalan Sejarah”. Program ini secara khusus menargetkan anak-anak sebagai kelompok sasaran utama. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran kepemilikan sejak usia dini agar mereka kelak tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya menjaga peninggalan sejarah dan menjadi pelindung warisan sejarah desa.
Dusun Sironjang dan Dukuh, Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Di sana, masih tersimpan berbagai peninggalan sejarah baik yang bersifat fisik, seperti bangunan dan Arca, maupun non-fisik berupa tradisi, cerita rakyat, serta nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun, potensi ini dikhawatirkan tidak akan bertahan lama jika tidak ada upaya nyata untuk menjaga dan melestarikannya. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman di kalangan anak-anak mengenai pentingnya peninggalan sejarah tersebut. Anak-anak Dusun Sironjang dan Ndukuh sebagai pewaris masa depan desa, belum sepenuhnya menyadari bahwa peninggalan itu adalah identitas sekaligus kekayaan yang harus dijaga.

Untuk menjawab tantangan mahasiswa mengajak anak-anak diajak mengenal peninggalan sejarah yang ada di Dusun Sironjang dan Ndukuh melalui edukasi yang diberikan mahasiswa dan anak-anak juga diajarkan betapa pentingya menjaga peninggalan sejarah dan diajarkan bagaimana merawatnya agar tidak rusak dan dapat bertahan hingga generasi selanjutnya. Menurut Pelaksana kegiatan, “Anak-anak adalah masa depan. Jika sejak dini mereka belajar mencintai sejarah desanya, maka mereka juga akan menjadi penjaga nilai-nilai yang ada di dalamnya.” Ujar Said Mahasiswa Sejarah Undip
Dengan program ini, diharapkan kekayaan sejarah di Desa Pakintelan tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan dan kekuatan identitas di masa depan. Melalui langkah ini juga diharapkan dapat menghasilkan generasi baru yang tidak hanya mengenal sejarah tetapi juga menjaganya.
