JATENGKU.COM, SEMARANG – Dalam rangka mendorong transformasi digital di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 86 Universitas Diponegoro, Indana Najwa Ramadhani, menginisiasi program pemetaan lokasi UMKM melalui Google Maps di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Terletak di Kecamatan Pedurungan, Kelurahan Penggaron Kidul merupakan salah satu wilayah yang masih aktif menjaga semangat komunitas warganya. Wilayah ini terbagi menjadi 6 Rukun Warga (RW) yang mencakup permukiman padat penduduk serta menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal.
Meskipun berada dalam wilayah administratif kota, sebagian besar warganya masih menggantungkan penghasilan dari sektor informal, seperti usaha rumahan, jasa, dan perdagangan kecil. Potensi UMKM di kelurahan ini tergolong besar, namun masih banyak pelaku usaha yang belum terdokumentasi secara daring dan belum bisa memanfaatkan platform digital seperti Google Maps sebagai sarana promosi.
“Banyak UMKM di lingkungan ini yang sebenarnya punya potensi besar, tapi belum banyak diketahui karena promosinya masih dilakukan dari mulut ke mulut. Nah, dengan adanya pemetaan digital ini, saya berharap usaha-usaha warga dapat lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, termasuk yang dari luar wilayah,” ujar Indana.
Program ini dilaksanakan secara mandiri sebagai bagian dari program kerja Sosial Masyarakat (Sosmas), yang dilakukan pada tanggal 16, 17, dan 21 Juli 2025 secara door-to-door dengan mengunjungi lima lokasi sasaran UMKM yang ada di RW 4 dan RW 5 Desa Penggaron Kidul, yaitu UMKM Nasi Goreng Pak Tardi Gerobak Biru, Pangsit Vina Jaya, Mubal Snack, Jamu Niki Mba Dini, dan Segar Dingin & Rujak Uleg Bu Sri.
Selama tiga hari pelaksanaan, Indana menyusuri gang-gang pemukiman di RW 4 dan RW 5, mendatangi langsung para pelaku UMKM. Kunjungan dilakukan secara personal dan disertai dialog ringan mengenai sejarah usaha, tantangan pemasaran, hingga harapan mereka terhadap promosi digital.
Tak hanya mendata nama usaha dan jenis layanan, Indana juga mengambil dokumentasi foto dan mencatat koordinat lokasi secara real-time menggunakan Google Maps.
Data yang dikumpulkan kemudian diverifikasi sebelum diunggah secara permanen ke platform digital tersebut.
“Ini jadi pengalaman yang berkesan, karena bisa berinteraksi langsung dengan warga dan sekaligus membantu promosi usahanya. Harapannya, inisiatif kecil ini bisa membuka jalan bagi pelaku UMKM lain untuk ikut merambah platform digital,” tutupnya.
Melalui pemetaan digital ini, diharapkan UMKM lokal dapat lebih dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi yang mudah diakses oleh siapa pun.
