Dukung Urban Farming, Mahasiswa KKN-T Undip Sul...

Dukung Urban Farming, Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Sampah Anorganik Jadi Pot Vertikultur

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Rabu (25/06/2025) lalu mahasiswa kelompok 6 KKN-T 138 Undip menggelar demonstrasi pembuatan instalasi vertikultur di Balai Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Anorganik untuk Pengembangan Konsep Urban Farming” ini mengubah botol plastik dan pipa PVC menjadi rak pot vertikal.

Berangkat dari keresahan akan meningkatnya volume sampah anorganik dan keterbatasan ruang hijau di kawasan perkotaan, mahasiswa kelompok 6 KKN-T Undip berinisiatif memberikan solusi inovatif melalui edukasi dan praktik urban farming berbasis pemanfaatan limbah anorganik.

Sosialisasi ini menyasar warga sekitar, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan ketahanan pangan di lingkungan sendiri.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajak warga untuk mengenal lebih jauh potensi sampah anorganik yang sering dianggap tidak berguna, seperti botol plastik, kaleng bekas, maupun wadah makanan, agar dapat diolah menjadi pot planter (pot tanaman), vertikultur sederhana, dan media tanam kreatif lainnya.

Tak hanya itu, warga juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan pot vertikal dari pipa PVC dan botol plastik. Pendekatan urban farming ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mempercantik lingkungan sekitar dengan cara yang ramah lingkungan.

Dukung Urban Farming, Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Sampah Anorganik Jadi Pot Vertikultur
Kelompok 6 KKN Undip menjelaskan konsep urban farming berbasis pemanfaatan sampah anorganik kepada warga Muktiharjo Kidul, Semarang. Kegiatan ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan ruang hijau dan masalah sampah di perkotaan.

Lailatul Qodria, selaku Ketua Kelompok 6, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang manfaat mendaur ulang sampah anorganik dan menjadikannya sumber daya produktif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah anorganik bukanlah akhir dari sebuah produk, melainkan awal dari sesuatu yang baru dan bermanfaat, khususnya untuk mendukung konsep pertanian perkotaan,” ujar Dina.

Dukungan dari tokoh warga pun turut mewarnai kesuksesan program ini. Mintarto selaku Ketua RW 22 Muktiharjo Kidul, menyambut baik inisiatif mahasiswa Undip dalam mengangkat isu lingkungan dengan pendekatan kreatif.

“Konsep seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kota saat ini, apalagi pengelolaan sampah dan keterbatasan lahan merupakan tantangan harian yang nyata. Kami mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam memberikan solusi yang aplikatif,” tuturnya.

Antusiasme warga juga terlihat saat sesi praktik langsung membuat media tanam dari botol bekas dan mendesain rak tanam vertikal sederhana. Selain menyasar aspek lingkungan, kegiatan ini juga memberi inspirasi ekonomi kreatif rumah tangga dengan ide-ide pemanfaatan limbah bernilai tambah.

Dengan semangat kolaboratif, Kelompok 6 KKN -T138 Undip berharap kegiatan ini menjadi awal dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan memanfaatkan ruang sempit untuk bercocok tanam. Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan inovatif berbasis edukasi langsung di masyarakat mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan