Mahasiswa KKN-T Literasi Tim 169 Universitas Di...

Mahasiswa KKN-T Literasi Tim 169 Universitas Diponegoro Dorong Budaya Literasi Anak Lewat Kegiatan Ulas Buku di SD Negeri 1 & 2 Desa Ngombak

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Diponegoro Tim 169 Kelompok 2 menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan literasi anak usia dini melalui kegiatan mengulas buku yang dilaksanakan di dua sekolah dasar di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan pemanfaatan buku bantuan bermutu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang disalurkan ke perpustakaan sebagai bagian dari gerakan literasi nasional.

Kegiatan berlangsung pada 23-24 Juli 2025, dan diikuti oleh siswa kelas 2 SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Desa Ngombak. Setiap sesi kegiatan berdurasi kurang lebih 60 menit, disesuaikan dengan kondisi waktu belajar siswa.

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendalam, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh satu hingga dua mahasiswa KKN-T 169.

Sesi dimulai dengan mahasiswa KKN-T 169 membacakan cerita dari buku-buku koleksi perpustakaan Mekar Sari Desa Ngombak. Buku-buku yang digunakan, seperti “Puka Jalan-jalan” karya Muhammad Yahya Ayyasy, “Cerita dari Bawah Laut” karya Felishia, “Uuuh, Sebel” karya Rf. Dhonna, dan buku-buku lainnya bantuan dari Perpustakaan Nasional RI dengan kode “A” hingga “B” sesuai dengan umur anak-anak kelas dua.

Buku ini dipilih karena bahasanya ringan, dekat dengan keseharian anak-anak, dan memiliki pesan moral yang kuat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selama pembacaan berlangsung, anak-anak tampak antusias dan fokus menyimak alur cerita.

Setelah pembacaan selesai, mahasiswa mulai mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk menggali pemahaman anak terhadap isi cerita. Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan meliputi: “Siapa tokoh utama dalam cerita ini?”, “Apa yang dilakukan tokoh utama untuk menjaga kebersihan?”, “Bagian cerita mana yang paling menarik menurutmu?”, hingga “Apa pesan yang bisa kita ambil dari cerita ini?”.

Dengan suasana yang santai dan menyenangkan, anak-anak diberikan kesempatan menjawab dengan bebas. Mahasiswa membangun suasana yang mendukung agar siswa tidak takut menyampaikan pendapat mereka di depan teman-temannya.

Setelah sesi tanya jawab, mahasiswa memberikan contoh singkat cara menyampaikan ulasan buku. Format ulasan disusun secara sederhana dan mudah dipahami anak-anak, yaitu menyebutkan identitas buku (judul, penulis, ilustrator, penerbit), menyampaikan ringkasan cerita dengan kata-kata sendiri, memberikan pendapat pribadi tentang isi buku, dan menyampaikan rekomendasi bacaan kepada teman-teman.

Selanjutnya, anak-anak diminta untuk memilih sendiri buku bacaan yang telah disediakan. Buku-buku yang tersedia merupakan koleksi bantuan dari Perpusnas RI yang beragam topiknya, mulai dari cerita tentang hewan, tokoh inspiratif, hingga cerita fabel yang sarat nilai. Anak-anak kemudian membaca buku pilihan mereka secara individu.

Setelah membaca, minimal tiga anak di setiap sesi diberikan kesempatan untuk menyampaikan ulasan singkat buku yang mereka baca, dengan durasi sekitar 1–3 menit.

Anak-anak diminta menyebutkan judul dan pengarang buku, menjelaskan isi cerita dengan kata-kata mereka sendiri, menyampaikan bagian cerita yang paling mereka sukai, serta menyampaikan pesan moral dari cerita tersebut.

Mahasiswa KKN-T Literasi Tim 169 Universitas Diponegoro Dorong Budaya Literasi Anak Lewat Kegiatan Ulas Buku di SD Negeri 1 & 2 Desa Ngombak
Mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Diponegoro Tim 169 Kelompok 2 membacakan cerita kepada siswa Kelas 2 SD Negeri Ngombak 2 sebagai bagian dari kegiatan Cerdas Mengulas Buku pada Rabu (24/7/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan buku bantuan dari Perpusnas secara aktif dan bermakna. Tidak hanya mendorong anak-anak untuk membaca, kegiatan ini juga mengajarkan mereka bagaimana menyampaikan pemikiran dan pendapat mereka secara runtut dan percaya diri.

Dengan metode interaktif seperti ini, mahasiswa berharap literasi tidak hanya menjadi kegiatan membaca semata, tetapi juga menjadi bagian dari proses berpikir dan berkomunikasi anak sejak dini.

“Melihat anak-anak yang awalnya ragu-ragu berbicara di depan teman-temannya, lalu perlahan berani menyampaikan pendapat dengan percaya diri, menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya juga ikut terlibat langsung membimbing siswa menyusun ulasan sederhana, dengan harapan mereka memahami bahwa membaca bukan hanya soal menyimak, tetapi juga mengungkapkan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri. Antusiasme anak-anak semakin menguatkan keyakinan saya bahwa literasi bisa tumbuh subur bila dikelola dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.” ujar Samudra salah satu Mahasiswa KKN.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Diponegoro Tim 169 Kelompok 2 juga mengajak seluruh anak yang hadir untuk berkunjung ke perpustakaan “Mekar Sari” yang berada di Desa Ngombak setelah pulang sekolah.

Mahasiswa menjelaskan bahwa perpustakaan desa memiliki banyak koleksi buku menarik yang bisa mereka baca secara gratis. Ajakan ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya membaca saat kegiatan sekolah saja, tetapi juga terbiasa mengakses bahan bacaan secara mandiri di luar jam belajar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Diponegoro Tim 169 Kelompok 2 berharap dapat menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Desa Ngombak.

Kegiatan sederhana seperti mengulas buku dan mengajak anak ke perpustakaan desa menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi yang cinta membaca, berpikir kritis, dan percaya diri dalam menyampaikan ide.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan