Mahasiswi KKN-T Undip Berikan Edukasi Proses Iz...

Mahasiswi KKN-T Undip Berikan Edukasi Proses Izin Edar Pelet Maggot Kering sebagai Pakan Alternatif Ikan Lele kepada Pihak BUMDes Sugihmanik

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 69 Kelompok 2 Universitas Diponegoro menggelar sosialisasi terkait “Pendaftaran Izin Edar Pelet Maggot Kering sebagai Pakan Alternatif untuk Ternak Ikan Lele” di Posko Utama KKN kepada Pihak BUMDes Desa Sugihmanik, Sabtu 9/08/2025.

Sosialisasi ini disampaikan oleh Annisa Sabrina selaku salah satu mahasiswa KKNT yang berasal dari Fakultas Hukum dan dihadiri oleh segenap pengurus BUMDes Sugihmanik sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya perizinan edar serta legalitas pakan alternatif berbahan maggot kering.

Annisa menjelaskan, pelet maggot kering memiliki kandungan protein tinggi, ramah lingkungan, dan potensial menjadi produk unggulan desa. Namun, agar dapat dipasarkan secara luas, produk tersebut wajib memiliki izin edar sesuai peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Materi yang disampaikan mencakup persyaratan bahan baku dan administratif, tahapan pendaftaran melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA), hingga pembagian buku panduan kepada peserta yang hadir. Pengurus BUMDes menyambut baik kegiatan ini dan menilai legalitas produk akan membuka peluang pemasaran lebih luas.

Mahasiswi KKN-T Undip Berikan Edukasi Proses Izin Edar Pelet Maggot Kering sebagai Pakan Alternatif Ikan Lele kepada Pihak BUMDes Sugihmanik
Annisa Sabrina, mahasiswa KKN Undip, berfoto bersama salah satu peserta sosialisasi di Desa Sugihmanik, Grobogan. Kegiatan ini membahas pendaftaran izin edar pelet maggot kering sebagai pakan alternatif untuk ternak lele.

Pak Narto, salah satu peserta yang memiliki usaha budidaya ikan lele menyambut hangat materi sosialisasi yang diberikan.

“Saya selama ini kasih pakan lele biasanya dari limbah bekas usaha jualan ayam bakar, seperti usus dan jeroan lainnya. Mungkin pelet maggot kering bisa saya kasihkan juga sebagai pakan yang sesuai gizinya” Ucap Pak Narto

Kegiatan ini menjadi langkah awal BUMDes Sugihmanik untuk memproduksi pelet maggot kering secara resmi dalam rangka meningkatkan perekonomian desa dan mengatasi permasalahan limbah organik yang terjadi.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan