Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah ...

Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim II IDBU-29 Universitas Diponegoro melaksanakan program terpadu di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Program ini menggabungkan pemetaan muka air tanah dan kualitas air tanah, analisis kualitas air tanah, penentuan sumber air menggunakan teknologi geolistrik, perancangan dan edukasi terkait SOP pompa otomatis tenaga surya, sosialisasi hasil kekeringan berbasis survey, edukasi pemanenan air hujan, edukasi bahaya over pumping, hingga penerapan teknologi pertanian berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s) ke-6 yaitu desa layak air bersih dan sanitasi.

Pemetaan kualitas air tanah melalui wawancara dan survei langsung ke rumah-rumah warga secara sampling. Kegiatan ini diawali dengan wawancara mengenai sumber air dan karakteristik air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Selanjutnya, dilakukan praktek pengujian kualitas air secara langsung di lapangan menggunakan parameter fisika dan kimia, yaitu meliputi Total Dissolved Solid (TDS), Electrical Conductivity (EC), pH, warna, suhu, dan bau.

“Dengan kegiatan ini, saya jadi tahu apakah air yang saya pakai di rumah aman dan layak untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus belajar cara menggunakan alat uji kualitas air secara langsung,” ujar Ibu Sudarmastuti RW 02 Desa Plumbon, Sukoharjo

Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
Wawancara kuesioner kepada salah satu warga dan praktik cara kerja alat uji kualitas air tanah.
Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
Pelaksanaan kegiatan survey lapangan pengecekan dan pendataan titik persebaran sumur warga yang kemudian diuji kualitas air tanahnya.

Pengambilan sampel air di beberapa titik dilanjutkan dengan uji laboratorium untuk memperkuat hasil analisis lapangan sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya cemaran yang tidak dapat diamati secara fisik. Hasil analisis kemudian dipetakan secara spasial menggunakan ArcGIS, dibedakan berdasarkan jenis sumbernya sumur gali, sumur bor, maupun sumur dalam di area persawahan.

Seluruh data analisis kemudian diolah dan hasilnya dipaparkan kepada masyarakat Desa Plumbon untuk memberikan pemahaman mengenai tingkat kelayakan air tanah yang digunakan sehari-hari.

Sosialisasi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai keamanan air tanah untuk dikonsumsi atau hanya layak untuk keperluan non-konsumsi seperti mandi dan mencuci.

“Pemetaan kualitas air dan muka air tanah yang dilakukan mahasiswa ini sangat bermanfaat. Warga jadi tahu kondisi air secara ilmiah,” ujar Pak Eko Haryanto SE,S.Sos selaku Kepala Desa Plumbon.

Tim II juga melakukan penentuan titik sumber air menggunakan metode geolistrik sebagai pendekatan teknologi untuk menentukan titik dan kedalaman potensial air tanah.

“Penerapan geolistrik dalam menemukan titik sumber air menjadi salah satu menjadi solusi yang bermanfaat bagi pertanian maupun mapping air bersih,” jelas Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes. Proses praktik pengambilan data mentah ini melibatkan perangkat desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Karang Taruna, dan kepala urusan pembangunan.

Tujuannya adalah menentukan titik dan kedalaman potensial sumber air secara akurat, khususnya di lahan sawah yang terdampak kekeringan.

Data geolistrik yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak PROGRESS, IPI2Win, dan Res2Din untuk menghasilkan visualisasi interpretatif keberadaan air tanah, yang kemudian menjadi acuan perencanaan pengeboran.

“Kegiatan geolistrik sangat membantu untuk memaksimalkan titik sumber air yg ada dalam tanah. Apalagi ada beberapa wilayah/ area pertanian yg belum teraliri saluran irigasi pertanian secara maksimal, maka dibutuhkan air utk pengairan dari sumur dalam. Ada juga beberapa wilayah/area pertanian yg sumber air dari dalam tanah yg sulit utk ditemukan dgn cara konvensional” ujar Pak Dwi selaku Kebayan Perangkat Desa Plumbon.

Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
‎ ‎ ‎ ‎
Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
Praktik penggunaan teknologi geolistrik dan pengambilan data mentah untuk mendapatkan titik sumber air bawah permukaan.

Berdasarkan lokasi sumber air yang telah ditentukan, tim merancang desain sistem pompa air tenaga surya menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Pompa ini dilengkapi panel surya untuk mengurangi ketergantungan listrik PLN, sensor otomatis untuk mencegah limpahan saat toren penuh, serta desain ergonomis demi kemudahan pengoperasian.

Sebagai bagian dari pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya over pumping atau pengambilan air tanah berlebihan.

Edukasi ini mencakup penjelasan dampak penurunan muka air tanah, intrusi air laut, dan kerusakan akuifer, serta langkah-langkah pencegahan berbasis teknologi dan tata kelola yang bijak.

Dalam sektor pertanian, tim melakukan penilaian kesesuaian lahan dengan menguji kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dari sampel tanah sawah.

Kegiatan dilakukan bersama petani setempat untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai kualitas tanah dan strategi pemupukan yang tepat. Selain itu, analisis usaha tani dilakukan melalui kuesioner yang menggali data biaya produksi, penggunaan air, dan hasil panen. Hasil analisis menjadi dasar perencanaan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, efisien, dan produktif.

Tin ini terdiri atas kolaborasi berbagai lintas disiplin ilmu yang beranggotakan 10 orang mahasiswa Universitas diponegoro, yakni :

  1. Wisnu Chotib Pranendhetta – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan
  2. Sarah Aidyora – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jurusan Oseanografi
  3. Farras Muhammad Zahran – Fakultas Peternakan dan Pertanian, Jurusan Agribisnis
  4. Tazkiya Januba Zahro’ – Fakultas Pertanian dan Peternakan, Jurusan Agroteknologi
  5. Hasna Nur Afifah – Fakultas Sains dan Matematika, Jurusan Kimia
  6. Muhromi Juwaidi – Sekolah Vokasi, Jurusan Rekayasa Perancangan Mekanik
  7. Moch Ridwan Amin – Sekolah Vokasi, Teknik Listrik Industri
  8. Vioni Erzarisma Hanin – Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro
  9. Eka Nur Apriliani – Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri
  10. Clarabella Tiara Dewi Fortuna – Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Geologi

Melalui pendekatan lintas bidang ini, program tidak hanya mencakup aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Dengan adanya keterlibatan aktif dari berbagai bidang tersebut, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian desa dalam pengelolaan sumber daya air, peningkatan produktivitas pertanian, penggunaan teknologi serta menjadi model pengembangan desa yang tangguh terhadap tantangan ketersediaan air bersih dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
‎ ‎ ‎ ‎ ‎  
Lakukan Pemetaan Sumber dan Kualitas Air Tanah serta Penguatan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Pendekatan untuk Wujudkan SDGs ke-6 di Desa Plumbon, Sukoharjo
Kegiatan Multidisiplin 2 Tim II KKN-T IDBU 29, Pelaksanaan Sosialisasi dan Edukasi masyarakat desa Plumbon, Sukoharjo.

Penulis: Tim II KKN-T IDBU 29 Universitas Diponegoro

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan