Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Edukasi dan Inovas...

Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Edukasi dan Inovasi Olahan Sehat, Bantu Pencegahan Diabetes dari Dapur Keluarga

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 Kelompok 5 telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus pada pencegahan penyakit non-menular, yaitu diabetes melitus. Kegiatan bertema “Optimalisasi Peran Dapur Keluarga Dalam Pencegahan Diabetes melalui Edukasi Gizi dan Olahan Sehat” ini berlangsung pada hari Sabtu, 19 Juli 2025 pada pukul 15.30 WIB, yang bertempat di balai RW 05, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pada kegiatan ini diawali dengan sesi absensi oleh warga yang hadir. Pada sesi ini, warga diberikan leaflet resep olahan sehat dan booklet edukasi hukum. Leaflet berisikan berbagai resep olahan sehat yang berasal dari bahan alami yang mudah didapat. Leaflet ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Siti Nur Lathifah, Mahasiswi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Steven Wongso El Roy, Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro. Sementara booklet berisi edukasi hukum tentang hak konsumen dan informasi mengenai legalitas untuk usaha pelaku UMKM. Booklet tersebut dikembangkan oleh Muhammad Arkaan Khatami, Mahasiswa Program Studi Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro.

Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Edukasi dan Inovasi Olahan Sehat, Bantu Pencegahan Diabetes dari Dapur Keluarga
Mahasiswa KKN Undip membimbing ibu-ibu di Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang, saat mempraktikkan pembuatan cookies sehat rendah gula. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi pencegahan diabetes melitus.

Pelaksanaan cooking class cemilan sehat untuk pencegahan diabetes. Demonstrasi dibawakan oleh Pinkan Amalia Marzanda, Mahasiswi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai cara pembuatan cemilan sehat rendah gula, yaitu cookies. Selain demonstrasi, warga dibagi menjadi 3 kelompok untuk mempraktikan pembuatan cookies yang dipandu oleh mahasiswa.

Setelah demonstrasi, dilanjutkan dengan pemberian kegiatan edukasi terkait diabetes melitus. Edukasi ini disampaikan oleh Nadia Asty Fitria Hastuti, Mahasiswi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Edukasi yang diberikan berupa pengenalan mengenai penyakit diabetes, pencegahan diabetes melalui pola hidup sehat, dan pembatasan mengenai GGL (Gula, Garam, dan Lemak). Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pola makan hidup sehat sebagai pencegahan diabetes dalam kehidupan sehari-hari. Sesi edukasi juga diselingi dengan kuis berhadiah yang disambut dengan meriah oleh warga.

Tak hanya itu, mahasiswa juga edukasi perencanaan bisnis dan riset pasar potensi usaha olahan sehat. Edukasi ini bertujuan memberikan informasi, menggali minat, kebutuhan, dan potensi konsumen lokal terhadap produk olahan sehat melalui survei kuisioner langsung yang dilakukan oleh Astrid Maharani Putri, Mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.

Dari edukasi didapatkan hasil survei akan menjadi dasar perencanaan bagi kewirausahaan yang lebih tepat sasaran dan relevan dengan kondisi masyarakat setempat, yaitu RW 5. Di akhir acara, warga dibagikan oleh-oleh cookies yang berasal dari ubi cilembu tanpa gula. Cookies ubi cilembu ini dibuat menggunakan formula atau resep yang telah dilakukan percobaan beberapa kali. Resep ubi cilembu dibuat oleh Siti Nur Lathifah, Mahasiswi Program Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Dengan adanya sinergi antara edukasi kesehatan, inovasi olahan sehat, dan literasi bisnis UMKM, kegiatan KKN-T 112 Kelompok 5 Universitas Diponegoro membuktikan bahwa pendekatan interdisipliner mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Harapannya, masyarakat RW 5 tidak hanya mampu menerapkan pola hidup sehat bebas diabetes, namun juga dapat mengembangkan produk olahan sehat rendah glikemik sebagai peluang usaha baru yang berkelanjutan. Sinergi antara kesehatan dan ekonomi berbasis kearifan lokal inilah yang menjadi fondasi perubahan menuju komunitas yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing digital.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan