Mahasiswa KKN-T 112 UNDIP Gelar Edukasi TOGA da...

Mahasiswa KKN-T 112 UNDIP Gelar Edukasi TOGA dan Pelatihan Pembuatan Minuman Tradisional Serta Hand Sanitizer Alami di RW IV Ngemplak Simongan

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Diponegoro, Nabil Fadhilah Al Syaray, menjalankan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 di RW 4, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat., dengan melaksanakan dua program utama berbasis pemanfaatan kearifan lokal dalam bidang kesehatan. Program ini merupakan bagian dari pendekatan multidisiplin dan sosial kemasyarakatan yang saling terintegrasi.

Salah satu program multidisiplin bertajuk “Edukasi Pemanfaatan TOGA Menjadi Minuman Herbal atau Tradisional” dilaksanakan pada Jumat, 12 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK RW IV yang telah terbiasa menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga), namun belum mengoptimalkan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi meliputi pengenalan jenis tanaman herbal, manfaatnya, serta takaran dan cara pengolahan yang aman dan efektif.

Dalam pelaksanaannya, Nabil juga membagikan beberapa resep standar dalam bentuk leaflet dan video sebagai media informasi lanjutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah TOGA menjadi minuman kesehatan berbasis tradisional namun berbasis kaidah ilmiah. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh ibu PKK RW IV.

Program ini berlanjut dalam bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan pada Sabtu, 20 Juli 2025, dengan tema “Memanfaatkan Kearifan Lokal: Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Alami Berbasis Daun Sirih.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses warga terhadap hand sanitizer komersial yang aman, murah, dan ramah lingkungan. Nabil memberikan pelatihan langsung mengenai proses pembuatan hand sanitizer alami berbahan dasar daun sirih yang memiliki kandungan antibakteri alami, serta bahan tambahan sederhana lain yang mudah diperoleh.

Pelatihan ini diikuti oleh 48 warga RW IV, dan bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan tangan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pasca-pandemi.

Nabil menyampaikan bahwa kedua program ini merupakan upaya integratif untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.

“Melalui pendekatan edukatif yang sederhana namun aplikatif, kami berharap warga bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan, baik melalui konsumsi herbal maupun produk alami buatan sendiri,” ujar Nabil.

Kegiatan ini disambut baik oleh warga dan pengurus RW IV, karena dianggap relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pelatihan ini, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mengembangkan potensi lokal dan memperkuat kesadaran hidup sehat berbasis masyarakat.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan