Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 44 Universitas Dipone...

Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 44 Universitas Diponegoro Gelar Sosialisasi dan Praktik Budidaya Tauge berdasarkan GAP (Good Agriculture Practice) sebagai Bahan Baku UMKM 

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, KLATEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 44 Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam kelompok 3 menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik langsung budidaya tauge berdasarkan Good Agriculture Practice (GAP) sebagai upaya meningkatkan kualitas bahan baku bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat pada Selasa (29/7/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Gatak dan dihadiri oleh Ibu PKK Desa. Tujuanya Adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait cara budidaya tauge yang higienis, aman dan sesuai dengan standar mutu, sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing produk UMKM.

Koordinator kelompok 3 KKn-T IDBU Tim 44 Undip, Aisyah, menjelaskan bahwa penerapan Good Agriculture Practice (GAP) dalam budidaya tauge menjadi penting untuk memastikan produk yang dihasilkan bebas dari kontaminan, memiliki masa simpan lebih lama, dan aman untuk dikonsumsi.

“Dengan memahami prinsip GAP, masyarakat dapat menghasilkan tauge berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi peluang usaha yang menguntungkan,” ujar Aisyah

Sosialisasi dilakukan dengan penyampaian materi mengenai teknik budidaya tauge dengan prinsip Good Agriculture Practice (GAP) yang dibarengi dengan praktik secara lagsung dari pemilihan benih, perlakuan dan teknik perendaman, proses penyemaian, perawatan hingga tahap panen. Selain itu, Ibu PKK Desa diajak mempraktikkan langsung proses budidaya tauge menggunakan peralatan sederhana yang mudah diaplikasikan di rumah maupun skala usaha kecil.

Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 44 Universitas Diponegoro Gelar Sosialisasi dan Praktik Budidaya Tauge berdasarkan GAP (Good Agriculture Practice) sebagai Bahan Baku UMKM 
Mahasiswa KKN Undip mendemonstrasikan cara budidaya tauge secara higienis kepada ibu-ibu PKK Desa Gatak, Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan untuk menghasilkan tauge berkualitas tinggi yang dapat menjadi peluang usaha.

Sekretaris PKK Desa [Ibu Ari], yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Undip.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan pasokan bahan baku berkualitas. Kami berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu memproduksi tauge secara mandiri sesuai standar GAP dan membuka peluang kemitraan dengan UMKM di wilayah Desa Gatak. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Undip dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan UMKM.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan