Kelompok 3 TIM KKN-T IDBU 44 UNDIP Dorong UMKM ...

Kelompok 3 TIM KKN-T IDBU 44 UNDIP Dorong UMKM Desain Label Menarik dan Bilingual, Strategi UMKM Gatak Tembus Pasar Lebih Luas

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, KLATEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 44 Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, melaksanakan program kerja kreatif untuk mendukung peningkatan daya saing UMKM lokal.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah “Pembuatan Desain Label Kemasan Produk yang Menarik, Informatif, dan Bilingual untuk Produk Lompya Duleg” oleh Anggitya Az Zahra, yang dilaksanakan pada Agustus 2025.

Program ini bertujuan memberikan kemasan profesional yang tidak hanya memperindah tampilan produk, tetapi juga memuat informasi yang lengkap dan dapat dipahami konsumen lokal maupun mancanegara.

Kegiatan ini melibatkan dua pelaku UMKM Desa Gatak, yaitu Bu Dian, pemilik usaha CIO Belut yang memproduksi keripik belut dan belut goreng, serta Pak Samir, pemilik usaha Lompya Duleg.

Proses pelaksanaan dimulai dengan kunjungan langsung ke rumah masing-masing pelaku UMKM untuk melakukan sosialisasi dan edukasi singkat mengenai pentingnya label kemasan sesuai standar.

Materi disampaikan melalui slide presentasi yang membahas langkah-langkah pembuatan label, mulai dari pemilihan warna, tipografi, penempatan gambar produk, hingga kelengkapan informasi wajib seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan cara penyajian.

Tidak hanya itu, program ini juga menghadirkan kolaborasi dengan Mayaka Puty Danuzkya, mahasiswa dari Kelompok 1 yang menjalankan program kerja tentang standarisasi label makanan.

Luaran dari program Mayaka berupa poster berisi poin-poin penting yang harus ada dalam label kemasan, sehingga memperkuat materi sosialisasi. Keduanya bersama-sama mendatangi para pelaku UMKM sasaran, memberikan pendampingan langsung, dan mendiskusikan preferensi desain sesuai identitas usaha masing-masing.

Hasil dari kegiatan ini adalah dua desain label kemasan yang menarik secara visual, informatif, dan menggunakan format bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Label CIO Belut dirancang dengan nuansa warna hangat yang menonjolkan kesan gurih, dilengkapi ilustrasi produk, informasi gizi, serta petunjuk penyajian.

Kelompok 3 TIM KKN-T IDBU 44 UNDIP Dorong UMKM Desain Label Menarik dan Bilingual, Strategi UMKM Gatak Tembus Pasar Lebih Luas
Mahasiswa KKN Undip menunjukkan hasil desan label makanan untuk Bapak Samir, pemilik UMKM Lumpia Duleg di Desa Gatak, Klaten. Kunjungan ini merupakan bagian dari program sosialisasi dan pendampingan pembuatan desain label produk yang profesional dan bilingual.

Sementara itu, label Lompya Duleg mengusung konsep warna tradisional dengan sentuhan modern, memuat deskripsi singkat produk, komposisi bahan, dan instruksi penyimpanan.

Menurut Bu Dian, program ini memberikan nilai tambah yang signifikan untuk produknya. “Justru saya malah berterimakasih sudah dibantu. Jika ada label yang lebih informatif, menarik, pasti orang bisa langsung tahu produk siapa dan dari mana. Ada bahasa Inggrisnya juga, jadi kalau kirim ke luar daerah atau dijual online lebih mudah dipasarkan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Pak Samir. “Saya senang selagi tujuan labelnya adalah untuk yang terbaik. Konsumen bisa lihat bahan, alamat, semua jelas. Jadi saya tidak perlu jelasin satu-satu,” ungkapnya.

Selama proses pembuatan, kendala yang dihadapi adalah sulitnya menghubungi Pak Samir karena beliau tidak memiliki telepon seluler. Hal ini membuat penyesuaian desain harus dilakukan dengan mengunjungi rumahnya secara langsung untuk memastikan hasil sesuai keinginannya. Meski demikian, program berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Program Pembuatan Desain Label Kemasan Produk yang Menarik, Informatif, dan Bilingual ini mendapatkan respon positif dari pelaku UMKM. Pendampingan yang dilakukan secara langsung dan berbasis kebutuhan spesifik masing-masing usaha membuat hasilnya lebih tepat sasaran.

Dengan label baru yang profesional dan bilingual, UMKM di Desa Gatak diharapkan dapat meningkatkan citra produk, memperluas pasar, dan memperkuat posisi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Program ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan standar visual internasional, sekaligus memperkuat branding produk khas Desa Gatak agar semakin dikenal luas.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan