JATENGKU.COM, KLATEN – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 44 IDBU Kelompok 3 dari Universitas Diponegoro melaksanakan program sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu pada Kamis (28/7/2025). Kegiatan ini ditujukan kepada UMKM “Kedai Melvin” yang bergerak di bidang kuliner, meliputi penjualan nasi bungkus, jajanan pasar, dan dimsum.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diusung oleh KKNT IDBU Tim 44 sebagai bagian dari program kerja mereka. Tujuan utamanya adalah membantu UMKM dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperkuat identitas usaha.
Tim KKNT 44 memberikan tiga program utama, yaitu perluasan pasar melalui aplikasi ShopeeFood yang disampaikan oleh Margaretha, pemasaran digital via Facebook oleh Gina, dan pembuatan kartu nama sebagai identitas promosi oleh Eksan Fatiha.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan perluasan pasar UMKM melalui pendaftaran aplikasi ShopeeFood. Tahapan yang dilakukan mencakup edukasi mengenai potensi pasar online, pengenalan layanan ShopeeFood, manfaat dan cara kerja, hingga pendampingan langsung saat pendaftaran akun merchant serta persiapan operasional menggunakan platform tersebut.
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Shopee Partner hingga akun merchant berhasil dibuat dan dinyatakan aktif. Dengan akun ini, pelaku UMKM kini dapat menerima pesanan secara online dan menjangkau konsumen lebih luas.
Selanjutnya, upaya peningkatan pemasaran digital dilakukan melalui pemanfaatan media sosial Facebook. Tim memberikan edukasi tentang pentingnya promosi melalui media sosial, melatih pelaku usaha membuat konten yang menarik, dan mendampingi secara langsung pengelolaan akun agar dapat digunakan secara mandiri untuk menarik pelanggan.
Selain itu, identitas usaha diperkuat melalui pembuatan kartu nama. Kegiatan ini diawali dengan edukasi mengenai pentingnya branding sebagai upaya membangun citra positif dan membedakan usaha dari pesaing, dilanjutkan dengan identifikasi profil usaha yang akan dicantumkan di kartu nama, kemudian dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam merancang desain kartu nama yang menarik dengan mempertimbangkan pemilihan warna, font, dan tata letak yang proporsional, serta diakhiri dengan penyerahan kartu nama kepada pemilik UMKM untuk digunakan dalam promosi.
Program yang dilaksanakan selama sehari penuh ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM, Ary Setyowati. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan UMKM Kedai Melvin mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang digital secara optimal.
