Program KKN-T Tim 21 UNDIP Lakukan Pemberdayaan...

Program KKN-T Tim 21 UNDIP Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gedong Kendal Lewat Pengolahan Kulit Kopi Fermentasi sebagai Pakan Ternak Tinggi Nutrisi

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, KENDAL — Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penghasil kopi di dataran tinggi. Produksi kopi yang melimpah di desa ini menyisakan limbah berupa kulit kopi (pulp) dalam jumlah besar. Selama ini, sebagian besar kulit kopi hanya ditumpuk atau dibiarkan membusuk sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, limbah kulit kopi memiliki kandungan serat, protein kasar, dan energi yang cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (Tim 21 KKN-T UNDIP), mahasiswa berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengenalkan inovasi pengolahan kulit kopi melalui proses fermentasi. Teknik ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi kulit kopi, mengurangi kandungan antinutrisi seperti kafein dan tanin, serta menjadikannya sebagai pakan alternatif yang bergizi bagi ternak ruminansia. Kulit kopi yang sudah dilakukan proses fermentasi memiliki kandungan protein kasar 17,22%, lemak kasar 1,20%, dan serat kasar 29,50%.

Fermentasi dalam pembuatan silase kulit kopi adalah proses pengawetan bahan pakan dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat, yang bekerja dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Mikroba akan memfermentasi gula sederhana yang ada pada kulit kopi, maupun yang ditambahkan dari bahan lain seperti molases atau dedak, menjadi asam laktat. Akumulasi asam laktat tersebut akan menurunkan pH silase hingga sekitar 3,8–4,2 sehingga mampu menghambat pertumbuhan mikroba perusak dan jamur.

Program KKN-T Tim 21 UNDIP Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gedong Kendal Lewat Pengolahan Kulit Kopi Fermentasi sebagai Pakan Ternak Tinggi Nutrisi
Proses pelatihan pengolahan kulit kopi menjadi pakan ternak dengan fermentasi.

Mahasiswa berperan aktif dalam pelatihan pengolahan kulit kopi menjadi pakan ternak. Mahasiswa mempersiapkan materi yang ditulis dalam media brosur yang nantinya akan dibagikan kepada Masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, dengan adanya bantuan brosur sebagai buku panduan memudahkan Masyarakat memahami Langkah pengolahan kulit kopi selain dilakukanya praktek langsung oleh mahasiswa peternakan FPP UNDIP.

Dosen pembimbing lapangan KKN-T UNDIP, Dr. Sari Listyorini S.Sos., M.AB., menyatakan apresiasinya terhadap kerja nyata mahasiswa di Kendal. Beliau menilai langkah ini sebagai wujud pengabdian mahasiswa yang merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Produksi kopi di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal memiliki jumlah produksi yang sangat besar, hal ini menimbulkan banyak limbah kulit kopi yang perlu dimanfaatkan. Pemanfaatan kulit kopi sebagai pakan ternak melalui pengolahan fermentasi mampu mengurangi limbah, meningkatkan harga jual, dan tentunya meningkatkan kandungan nutrisi pakan ternak.

Program KKN ini menghasilkan beberapa capaian penting, antara lain peternak memahami bahwa kulit kopi yang awalnya dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif. Fermentasi terbukti menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan kecernaan pakan, sehingga ternak lebih mudah mencerna. Dengan memanfaatkan limbah lokal, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang relatif mahal. Selain itu, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses fermentasi membuat program ini lebih mudah diterima dan berpotensi untuk berkelanjutan setelah KKN selesai.

Pemanfaatan kulit kopi fermentasi sebagai pakan ternak melalui program KKN-T UNDIP di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal telah membawa dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, tetapi juga membantu peternak dalam penyediaan pakan murah dan bergizi. Ke depan, program ini dapat dikembangkan dalam skala lebih luas dengan dukungan pemerintah desa dan kelompok tani, sehingga Desa Gedong tidak hanya dikenal sebagai sentra kopi, tetapi juga sebagai desa yang mampu mengelola limbahnya menjadi sumber ekonomi baru.

Penulis: Maulid Rifqi Hidayat

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan