JATENGKU.COM, PEMALANG – Balai Desa Banjarmulya menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) yang digelar oleh Kelompok 1 Tim 28. Dengan mengusung Acara Besar “Sosialisasi dan Simulasi Multidisiplin 2 Mineral Blok”, kegiatan ini menghadirkan rangkaian program mulai dari penguatan ekonomi dan legalitas usaha, inovasi teknologi pangan dan energi, edukasi kesehatan peternak, hingga pengembangan produk serta kemasan. Seluruh program dirancang sebagai upaya nyata mahasiswa dalam mendukung kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Banjarmulya.
Mengawali rangkaian presentasi, Laila Annisa Fitri (FISIP) memaparkan potensi besar Desa Banjarmulya dalam pengembangan energi terbarukan. Kajian ini membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pemanfaatan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung kebutuhan sehari-hari.
Berlanjut pada sektor peternakan, Rafi Dzaky Wibowo (FISIP) memberikan pemahaman mendalam tentang manfaat mineral blok bagi ternak sebagai inovasi pakan alternatif. Pemaparan ini diperkuat oleh Estu Yuan Kartika (FISIP) yang mengenalkan teknologi mineral blok sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan desa.
Dari sisi ekonomi, Aprilia Handhina Wulan (SV) mendampingi masyarakat terkait pencatatan omzet, status UMKM, serta edukasi pajak final agar pelaku usaha semakin tertib administrasi. Hal ini ditindaklanjuti oleh Muhamad David Handoko (FEB) yang memperkenalkan simulasi usaha mikro suplemen ternak melalui pengenalan Break-Even Point (BEP) dan strategi pemasaran, sehingga masyarakat memiliki gambaran nyata dalam menilai kelayakan usaha. Nanda Kurniawan (FH) kemudian melengkapi dengan penyusunan dokumen legal formal untuk memperkuat legalitas usaha berbasis komunitas.
Tidak hanya menyoroti aspek usaha, kesehatan peternak juga mendapat perhatian. Keysha Fattana Rohandi (FK) memberikan edukasi pencegahan penyakit zoonosis yang berpotensi menular pada manusia dan mempengaruhi kesehatan kerja peternak. Ulayya Nasywa Andenida (FK) melanjutkan dengan menyoroti dampak zoonosis terhadap kesehatan mulut (oral health), khususnya yang terkait dengan proses produksi mineral blok.
Fokus kemudian kembali pada inovasi produk. Laeli Lutfiawati (FISIP) menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan mineral blok sebagai pedoman yang sistematis. Dari sisi praktik, Siti Ilmi Adiko Nura Azizah (FSM) mendemonstrasikan langsung proses pembuatan mineral blok. Upaya ini diperkuat oleh Nabila Dhiyaa Faatinugra (SV) yang mengembangkan formula mineral blok berbahan tambahan dedak dan molase. Untuk meningkatkan nilai jual, Nayla Hilma Nadhifa (FIB) melengkapi dengan rancangan prototipe kemasan agar produk lebih menarik dan layak dipasarkan.
Seluruh rangkaian presentasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Banjarmulya yang hadir di Balai Desa. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama kegiatan berlangsung, baik melalui sesi diskusi maupun tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah transfer ilmu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.
Dengan terselenggaranya sosialisasi dan simulasi multidisiplin mineral blok, diharapkan Desa Banjarmulya dapat semakin mandiri, berdaya saing, serta mampu menjaga kesejahteraan peternak dan warganya secara berkelanjutan.
