Wujudkan Desa Tangguh Bencana, Mahasiswa GIAT U...

Wujudkan Desa Tangguh Bencana, Mahasiswa GIAT UNNES 12 Gelar Simulasi Bersama BPBD Kabupaten Semarang di Desa Samirono, Kecamatan Getasan

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa GIAT 12 Universitas Negeri Semarang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang gelar simulasi penanganan korban bencana di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Selasa (19/8/2025). Kegiatan ini melibatkan berbagai perwakilan tokoh masyarakat, mulai dari perangkat desa, LINMAS, dan RT RW.

Desa Samirono menjadi salah satu wilayah dengan potensi risiko bencana tanah longsor akibat kondisi geografis yang berada pada lereng gunung merbabu. Dalam sambutannya, Joshua Vincent Gerar Yametis selaku Koordinator Mahasiswa GIAT 12 Desa Samirono menyampaikan rasa terimakasih atas partisipasi aktif yang telah di berikan oleh seluruh komponen masyarakat Desa Samirono selama program DESTANA (Desa Tangguh Bencana) berlangsung.

Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan sambutan. Kemudian dilanjut dengan pemaparan laporan akhir DESTANA yang telah dilakukan selama kurang lebih 1 bulan. Pemaparan ini dimulai dari Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), Kajian Resiko Bencana, hingga Rencana Kontigensi. Setelah pemaparan akhir mengenai DESTANA oleh mahasiswa UNNES GIAT 12, sesi ini dilanjut dengan simulasi pertolongan pertama penanganan korban bencana oleh BPBD Kabupaten Semarang.

Wujudkan Desa Tangguh Bencana, Mahasiswa GIAT UNNES 12 Gelar Simulasi Bersama BPBD Kabupaten Semarang di Desa Samirono, Kecamatan Getasan
Foto simulasi penanganan korban bencana bersama BPBD Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain menambah pengetahuan teknis, simulasi ini juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga apabila terjadi korban bencana.

“Harapannya inisiatif dari anak anak KKN UNNES ini bisa menjadi bentuk antisipasi apabila terjadi bencana kelak,” ujar Slamet Juriyono selaku Kepala Desa Samirono.

Tak hanya melalui kegiatan ini, GIAT UNNES 12 berkomitmen untuk terus mendampingi warga melalui program-program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, Desa Samirono dapat menjadi contoh nyata desa yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan