JATENGKU.COM, JEPARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menghadirkan solusi kreatif dalam mengatasi persoalan sampah plastik sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di posko kelompok 3 Dusun Nyamplungan, Karimunjawa, para mahasiswa memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah galon air mineral sekali pakai sebagai media sistem akuaponik.

Sosialisasi ini mengajarkan cara memanfaatkan galon bekas sebagai wadah budidaya ikan sekaligus tempat menanam sayuran. Dengan metode akuaponik, limbah kotoran ikan dapat menjadi pupuk alami untuk tanaman, sehingga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan tanpa menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan.

Menurut penanggung jawab bidang lingkungan menjelaskan bahwa penggunaan limbah galon plastik untuk akuaponik merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. “Selain mengurangi sampah plastik, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, baik ikan maupun sayuran, dengan sistem yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Masyarakat Dusun Nyamplungan menyambut positif gagasan ini. Mereka menilai akuaponik berbasis galon bekas sangat cocok diterapkan di wilayah kepulauan karena praktis, hemat biaya, dan bisa dijalankan di pekarangan rumah.
Dengan adanya inovasi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap warga semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah plastik serta termotivasi untuk mengembangkan sistem pangan berkelanjutan yang menyehatkan lingkungan dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
