JATENGKU.COM, SEMARANG – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) secara resmi diterjunkan untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kelurahan Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diawali dengan upacara seremonial penerjunan yang dilaksanakan di pendopo kelurahan pada Selasa siang, 26 Agustus 2025.
Kegiatan KKN Tematik ini merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Selama 45 hari ke depan, para mahasiswa akan tinggal dan berkegiatan di enam dusun yang ada di wilayah Kelurahan Tuntang, yaitu Dusun Petet, Dusun Praguman, Dusun Kelurahan, Dusun Cikal, Dusun Gading, dan Dusun Daleman.
Dalam sambutannya, Lurah Tuntang, Bapak H. Muhammad Nadhirin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN Tematik dari UPGRIS. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat serta mendorong sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan desa.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa menjadi bagian dari masyarakat selama KKN ini. Tuntang adalah kelurahan yang kaya potensi, dan kami percaya mahasiswa UPGRIS mampu memberikan kontribusi yang kreatif dan solutif,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yulia Ratimiasih S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program-program yang telah disusun oleh mahasiswa berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal, baik di bidang pendidikan, literasi digital, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dan kolaboratif selama masa KKN.
Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan antara lain pelatihan pemanfaatan sisa minyak jelantah, sosialisasi mental health, pengenalan emosi melalui film, eco print, branding umkm serta sosialisasi pengamanan.
Perwakilan mahasiswa, Anas Harun Al Rasyid, menyampaikan komitmen seluruh tim KKN untuk beradaptasi, belajar, dan bekerja bersama masyarakat. Ia berharap keberadaan mereka di enam dusun tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan, meskipun dalam waktu yang terbatas.
“Kami datang bukan hanya untuk menjalankan program, tapi juga untuk belajar dari masyarakat. KKN ini adalah kesempatan bagi kami untuk tumbuh bersama,” ujar Anas.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis mahasiswa KKN oleh pihak kampus kepada Lurah Tuntang, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian di lapangan. Diharapkan, KKN TEMATIK UPGRIS 2025 ini dapat menjadi jembatan kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat di Kelurahan Tuntang.
