Mahasiswa KKN UPGRIS Resmi Diterjunkan di Kabup...

Mahasiswa KKN UPGRIS Resmi Diterjunkan di Kabupaten Semarang, Disambut Hangat di Pendopo Bupati

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Sebanyak 124 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester gasal tahun akademik 2025/2026 di wilayah Kabupaten Semarang. Seremoni penerjunan berlangsung pada Selasa (26/8/2025) di Pendopo Bupati Semarang, ditandai dengan penyematan jaket KKN secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang.

Usai acara di pendopo, prosesi dilanjutkan dengan penerimaan resmi di Aula Kantor Kecamatan Ungaran Timur. Camat Unggaran Timur, Febru Suryanto, S.Sos., M.Si, memimpin langsung kegiatan tersebut yang turut dihadiri Dandim, para kepala desa, lurah, serta dosen pembimbing lapangan. Acara dibuka secara resmi oleh dosen koordinator kecamatan, Kiswoyo, M.M.

Mahasiswa KKN UPGRIS Resmi Diterjunkan di Kabupaten Semarang, Disambut Hangat di Pendopo Bupati

Dalam kesempatan itu, Kecamatan Ungaran Timur menerima total 124 mahasiswa yang akan disebar ke delapan desa. Salah satunya adalah Desa Leyangan yang menjadi lokasi penempatan Kelompok 9 dengan jumlah 16 mahasiswa. Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan mereka untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran sosial, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Camat Ungaran Timur.

Setelah acara penerjunan di tingkat kecamatan, mahasiswa Kelompok 9 juga diterima secara simbolis di Kantor Desa Leyangan oleh perwakilan perangkat desa, humas, serta Babinsa setempat. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Kiswoyo, M.M., yang akan memantau jalannya kegiatan KKN di lokasi.

Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa KKN UPGRIS diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Semarang, khususnya di wilayah Ungaran Timur, serta menjadikan pengalaman lapangan ini sebagai bekal pengabdian dan pembelajaran berharga.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan