JATENGKU.COM, KLATEN — Kelompok 114 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 2025 melaksanakan kegiatan program pengabdian masyarakat yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan para petani lokal dengan memanfaatkan green house yang ada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, pada hari Jum’at tanggal 25 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama KKN yang bertujuan untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah “penanaman kacang panjang serta pembuatan pestisida nabati di Green House” yang direncanakan sebagai langkah untuk meningkatkan hasil pertanian dan sekaligus menjaga kelestarian alam.
Pemilihan kacang panjang sebagai komoditas utama dilakukan karena tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cepat, waktu panen yang singkat, dan harga jual yang tinggi di pasar. Dengan menggunakan fasilitas green house yang tersedia di Desa Sidowayah, mahasiswa KKN 114 bekerjasama dengan para pekerja di Green House untuk menerapkan metode penanaman yang lebih terstruktur, efisien, dan memiliki potensi untuk menghasilkan hasil panen yang lebih baik. Di samping itu, adanya green house memberikan stabilitas dalam proses bertani meskipun cuaca tidak menentu.

Bapak Nanda Satya selaku dosen kehutanan di Institute Pertanian Stiper Yogyakarta yang merupakan bagian dari Green House mengungkapkan bahwa tanaman di Green House rentan terhadap serangan hama, terutama dari belalang. Oleh karena itu, Bapak Nanda merekomendasikan untuk mengadakan program pembuatan pestisida nabati yang berfungsi untuk membasmi hama dan juga ramah lingkungan, serta untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan.
Di samping aktivitas penanaman kacang panjang yang dilaksanakan oleh KKN UNS 114, Bapak Nanda juga memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan para pekerja di Green House tentang cara membuat pestisida nabati dan memperkenalkan inovasi dalam pembuatan pestisida yang menggunakan bahan-bahan alami seperti jahe, lengkuas, kunyit, kencur, dlingo, temu ireng, dan pupuk urea.
Pestisida ini menjadi alternatif yang lebih aman bagi lingkungan dan petani, serta dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang kerap merugikan tanah dan hasil panen. Dengan pelatihan langsung di green house, para pekerja bisa praktik membuat pestisida secara mandiri. DPL Tim KKN 114, Dr. Sutanto, S.Si.,DEA, turut mengapresiasi semangat mahasiswanya dalam melaksanakan program kerja. “Tim kami tidak hanya mendukung kegiatan masyarakat, tetapi juga memberi warna melalui kegiatan yang positif,” ujarnya.

Kerjasama antara KKN UNS 114 dan green house Desa Sidowayah membuktikan bahwa pertanian modern masih dapat selaras dengan prinsip kearifan lokal. Para pekerja di Green House menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan, mulai dari persiapan lahan di green house, penanaman bibit kacang panjang, hingga penerapan pembuatan pestisida nabati. Kehadiran mahasiswa bukan hanya menawarkan bimbingan teknis, tetapi juga menciptakan sarana diskusi agar para pekerja dapat terus mengembangkan inovasi dalam bertani secara berkelanjutan.
Melalui program ini, KKN UNS 114 berharap bisa memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang yaitu peningkatan kemandirian pangan serta kesejahteraan komunitas. Green house Desa Sidowayah diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengaplikasikan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan. Dengan harapan ini, kerjasama ini diharapkan bukan hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membangun pertanian masa depan yang kompetitif.
