Mahasiswa KKN-T UNDIP Bantu UMKM Punjulharjo Le...

Mahasiswa KKN-T UNDIP Bantu UMKM Punjulharjo Lebih Melek Digital, Edukasi Pembukuan dan Pajak dengan Teknologi

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, REMBANG — Desa Punjulharjo di Kabupaten Rembang dikenal dengan potensi wisata bahari dan kekayaan alamnya. Namun, di balik itu semua, roda perekonomian desa banyak digerakkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mulai dari pedagang kuliner, pengrajin, hingga penyedia jasa lokal, semuanya berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sayangnya, masih ada kendala yang kerap dihadapi para pelaku UMKM. Banyak usaha yang belum memiliki pencatatan keuangan yang rapi. Transaksi sering kali hanya dicatat di buku tulis sederhana, bahkan ada yang sama sekali tidak mencatat. Akibatnya, laporan keuangan sulit dipahami, perkembangan usaha tidak terukur, dan ketika butuh pinjaman modal pun jadi terhambat.

Selain itu, pengetahuan tentang perpajakan juga masih minim. Sebagian pelaku usaha menganggap pajak sebagai beban tambahan, bukan kewajiban yang bermanfaat. Padahal, kepatuhan pajak bisa meningkatkan kredibilitas usaha dan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan lembaga keuangan maupun mitra bisnis.

Melihat kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro berinisiatif menghadirkan program bertajuk: “Edukasi dan Pelatihan Digitalisasi Pembukuan dan Perpajakan bagi UMKM Desa Punjulharjo untuk Mendukung Transformasi Digital melalui S.A.T (Strategi–Aksi–Teknologi).”

Belajar dengan Metode S.A.T: Strategi, Aksi, Teknologi

Program ini menggunakan pendekatan sederhana namun efektif, yaitu S.A.T:

  • Strategi → Tim KKN-T melakukan survei langsung dan berdiskusi dengan pelaku UMKM. Dari sini ditemukan bahwa masalah utama terletak pada pencatatan manual dan kurangnya pemahaman pajak. Tim kemudian menyusun modul pelatihan yang sederhana dan praktis, berisi contoh kasus nyata dari usaha warga.
  • Aksi → Para pelaku UMKM diberi edukasi tentang pentingnya pembukuan dan pajak. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga langsung praktik menggunakan aplikasi pembukuan digital. Peserta belajar mencatat pemasukan, pengeluaran, hingga membuat laporan sederhana. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan sistem pelaporan pajak online (e-filing) agar lebih mudah memahami kewajiban perpajakan.
  • Teknologi → Pendampingan dilakukan agar peserta benar-benar terbiasa menggunakan aplikasi digital di smartphone masing-masing. Mulai dari instalasi, membuat akun, hingga menginput data transaksi. Dengan bimbingan intensif, para pelaku UMKM bisa menerapkan teknologi ini secara mandiri dalam kegiatan sehari-hari.

Hasil dan Manfaat yang Dirasakan

Pelatihan ini membawa banyak perubahan positif bagi UMKM di Desa Punjulharjo.

  1. Pencatatan Keuangan Lebih Rapi
    Jika sebelumnya transaksi dicatat asal-asalan atau bahkan tidak dicatat sama sekali, kini para pelaku usaha sudah terbiasa menggunakan aplikasi digital. Hasil pencatatan menjadi lebih rapi, sistematis, dan mudah dipahami. Mereka bisa mengetahui kondisi keuangan usaha secara jelas, sehingga lebih mudah menyusun strategi pengembangan.
  2. Kesadaran Pajak Meningkat
    Para pelaku UMKM mulai memahami bahwa pajak bukan sekadar beban. Dengan taat pajak, usaha mereka bisa terlihat lebih profesional dan dipercaya. Hal ini membuka peluang untuk mendapat kerja sama dengan pihak lain, termasuk lembaga keuangan.
  3. Lebih Percaya Diri dengan Teknologi
    Banyak peserta awalnya merasa takut atau ragu menggunakan aplikasi digital. Namun setelah terbiasa praktik, mereka justru merasa lebih percaya diri. Kini, smartphone bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengelola usaha.
  4. Perubahan Pola Pikir
    Yang paling berharga adalah perubahan mindset. Teknologi yang dulu dianggap sulit kini dipandang sebagai solusi. Para pelaku UMKM menyadari bahwa digitalisasi bukan hambatan, melainkan alat untuk memajukan usaha mereka.

Menuju UMKM yang Lebih Berdaya Saing

Program KKN-T ini membuktikan bahwa dengan edukasi yang tepat, UMKM bisa berkembang lebih baik di era digital. Mereka tidak hanya melek pencatatan dan pajak, tetapi juga semakin siap menghadapi persaingan usaha.

Ke depan, kegiatan semacam ini perlu diteruskan secara rutin dengan dukungan pemerintah desa, akademisi, dan komunitas lokal. Jika terus berlanjut, Desa Punjulharjo bukan hanya dikenal lewat wisata baharinya, tetapi juga lewat UMKM yang tangguh, tertib administrasi, dan berdaya saing tinggi.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan