JATENGKU.COM, REMBANG — Mahasiswa KKN-T Undip dan Unisvet melaksanakan Program Kerja berupa pembangunan Gerbang Masuk Edupark Situs Perahu Kuno berbahan bambu yang merangkum tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir pembangunan gerbang utama di kawasan Edupark Punjulharjo, Rembang. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan akan identitas visual yang kuat bagi kawasan wisata edukasi berbasis budaya dan lingkungan, sekaligus sebagai penanda utama bagi setiap pengunjung.
Gerbang tersebut dibuat menggunakan bambu sebagai bahan utama karena sifatnya yang ramah lingkungan, mudah didapat, serta penuh makna kearifan lokal.
Pengerjaan proyek dilaksanakan secara gotong royong antara mahasiswa KKN-T dan masyarakat setempat, dimulai dari desain, pemilihan bahan, perakitan, hingga tahap pemasangan. Dengan bentuk yang sederhana namun estetik, gerbang ini berdiri setinggi kurang lebih 4 meter, terdiri dari enam batang bambu di sisi kanan maupun kiri, yang memunculkan kesan kokoh namun tetap alami.
Lebih dari sekadar pintu masuk, gerbang ini diwujudkan sebagai simbol “Gerbang Lestari”, yang mencerminkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Wujudnya yang sederhana namun penuh makna berfungsi menegaskan kawasan Edupark sebagai pusat edukasi budaya maritim sekaligus memperkuat narasi historiografi Situs Perahu Kuno Punjulharjo sebagai salah satu peninggalan arkeologi penting di Indonesia.
Keberadaan gerbang bambu ini tidak hanya menghadirkan elemen fisik sebagai pintu masuk, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekologis, dan edukatif. Ia menjadi simbol identitas baru bagi kawasan situs, menguatkan citra Edupark sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus menegaskan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Selain itu, program ini mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bambu serta menumbuhkan partisipasi aktif dalam menjaga warisan budaya lokal.
Ke depannya, gerbang ini diharapkan tidak hanya menjadi struktur arsitektural, melainkan ikon yang mampu menarik perhatian wisatawan, peneliti, hingga generasi muda untuk lebih mengenal sejarah maritim Nusantara. Dengan demikian, program kerja ini merupakan bukti nyata sinergi mahasiswa dan masyarakat dalam upaya melestarikan budaya serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Rembang.
